Brilio.net - Makanan fermentasi merupakan makanan hasil dari olahan bakteri, ragi, dan jamur yang nanti akam mengubah karbohidrat menjadi asam laknat. Fermentasi sendiri melewati proses pengawetan bahan makanan selama beberapa hari hingga akhirnya menghasilkan makanan yang bisa dikonsumsi manusia.

Mengonsumsi makanan fermentasi sendiri dipercaya mampu menjaga kesehatan usus, selain itu mikroba pada makanan hasil fermentasi akan membantu melancarkan pencernaan manusia. Seperti keju dan yoghurt adalah salah satu contoh hasil makanan fermentasi dari negara lain yang sering kamu temui di supermarket.

Ternyata di Indonesia juga ada lho makanan hasil fermentasi, namun tak banyak orang yang menyadari atau mengetahui proses pembuatan makanan tersebut hingga menjadi makanan yang siap dihidangkan.

Brilio.net rangkum dari berbagai sumber, berikut makanan hasil dari fermentasi yang ternyata sering kamu konsumsi namun jarang kamu sadari, Jumat (2/2).


1. Tahu.



foto: tophealthremedies.com

Kacang kedelai adalah salah satu bahan makanan yang banyak digunakan sebagai bahan fermentasi, salah satunya adalah tahu. Fermentasinya sendiri melalui berbagai proses, dari perendaman, perebusan hingga pengendapan dan penambahan asam cuka.

 

2. Brem.



foto: berrykitchen.com

Brem dikenal memiliki dua jenis, yaitu brem cair dan brem padat. Brem sendiri dikenal hasil dari olahan air tape ketan yang difermentasi, lalu diteruskan dengan proses pemanasan, hingga penambahan asam organik yang nantinya akan beraksi dengan alkohol yang menjadi ciri khas rasa brem.

 

3. Tempe.



foto: javanesean.wordpress.com

Selain tahu, tempe merupakan makanan hasil fermentasi dari kacang kedelai. Proses pembuatannya melibatkan kapan Rhyzopus, yaitu jamur yang membuat tempe mudah dicerna ditubuh. Untuk proses pembuatan tempe sendiri kacang kedelai harus direndam selama 12-18 jam, lalu nanti akan dibungkus selama 2 hari.

 

4. Tempoyak.



foto: malahayati.ac.id

Tak banyak yang tahu bahwa tempoyak adalah makanan yang terbuat dari hasil fermentasi buah durian. Pada umumnya daging durian diberi garam dan dimasukkan dalam toples selama 3-5 hari untuk menghasilkan tempoyak yang sempurna dengan rasa yang sangat asam.

 

5. Kecap.



foto: sg.news.yahoo.com

Kecap merupakan hasil fermentasi kacang kedelai yang sangat terkenal. Kecap biasanya digunakan orang sebagai tambahan pada makanan untuk menambah cita rasanya. Proses pembuatan kecap dengan menggunakan jamur Aspergillus Sojae, sebelumnya kacai kedeai di rendam di larutan dalam garam.

 

6. Tapai.



foto: bharata.co.id

Kamu pasti sering memakanan tapai dengan rasanya yang khas sedikit kecut. Rasa kecut tersebut merupakan hasil fermentasi buah singkong yang taburi ragi selama 2 hari dan ditutup dengan sangat rapat.

 

7. Tauco.



foto: resepkoki.id

Kadang kedelai memberikan banyak hasil fermentasi, selain tahu, tempe, dan kecap, Tauco adalah salah satu hasilnya. Proses pembuatan tauco memang cukup memakan waktu. Pada perendaman kedelai harus di rendam selama 12 hingga 24 jam, kemudian melewati proses perebusan, penjemuran, pelarutan, hingga pengawetan dengan natrium benzoat.

 

8. Oncom.



foto: dapurkobe.co.id

Banyak yang menyangka bahwa oncom merupakan hasil olahan dari tempe, namun ternyata oncom merupakan makanan hasil fermentasi dari kacang tanah lho. Pembuatannya hampir sama dengan makanan lainnya, yaitu melalui proses perendaman beberapa jam, dan kemudian diberi taburan ragi dan didiamkan selama satu hari.