Brilio.net - Siapa sih yang nggak tahu bubur ayam? Makanan satu ini merupakan menu yang bisa diterima semua kalangan. Di Jakarta sendiri nggak sedikit lho restoran bubur ayam yang menawarkan cita rasa khas. Misalnya saja ada bubur ayam Bandung. Lalu ada juga bubur ayam Sukabumi dan masih banyak lagi deh.

Nah makanan berbahan dasar beras ini umumnya disajikan untuk sarapan. Wajar jika pedagang bubur ayam banyak ditemui pagi hari. Tapi kini ada lho bubur ayam yang bisa disantap kapan saja. Untuk makan siang atau santap malam juga oke.    

Bubur goreng. Begitulah signature dish yang ditawarkan Heather Resto, Best Western Premier The Hive. Mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Kok ada ya bubur nasi tapi disajikannya dengan cara digoreng terlebih dulu?

Chef Dandan Ramadhan

“Ya ini memang signature dish kita. Banyak banget lho tamu-tamu yang suka karena bisa dinikmati kapan saja. Nggak harus untuk sarapan saja. Rasanya sangat gurih karena unsur kaldu ayam. Buat pecinta bubur pas banget nih,” ujar Marketing Communications Best Western Premier The Hive, Rifka Giovani kepada Brilio.net beberapa waktu lalu.

Sebenarnya makanan yang satu ini tak ubahnya bubur nasi pada umumnya. Hanya saja dari sisi rasa sangat berbeda. Bubur goreng lebih gurih. Apa rahasianya ya?

Bahan-bahan yang digunakan menjadi kunci kelezatan menu ini. Proses pembuatan bubur goreng ini juga nggak rumit lho. Pertama bahan-bahan seperti irisan bawang merah dan bawang putih ditumis terlebih dahulu. Tak lama setelah itu tumisan ditambahkan bayam dan jamur lalu dimasukan bubur yang sebelumnya sudah diberi kaldu ayam ditambah ikan teri.

Bubur kemudian ditumis beberapa menit sambil ditambahkan sejumlah bumbu yang membuat aromanya saja saat dimasak sudah menggugah selera. Oh iya, bubur goreng ini tidak menggunakan Monosodium glutamate atau MSG dan bahan-bahan kimia lainnya.

Perbedaan lain yang cukup menyolok adalah topping-nya. Bubur pada umumnya hanya berisi sejumlah topping seperti suwiran ayam, potongan kecil cakue goreng, dan beberapa bahan tambahan.

Sedangkan bubur goreng berisi potongan ayam Hainan, ditambah kacang goreng, potongan cakue goreng, kerupuk pangsit, dan potongan ati ampela. Untuk menambah aroma semakin menggoda, bubur goreng yang siap disantap bisa ditaburi bawang putih goreng ditambah daun bawang.

Yang membuat bubur goreng ini semakin nikmat adalah pilihan condiment berupa kecap asin ditambah cabe rawit, lalu ada juga irisan jahe tipis-tipis dan sambal rebus.

Uniknya, menu signature ini disajikan di dalam penggorengan yang diletakkan di atas talenan. Tak heran jika menu yang dibanderol Rp 60 ribu plus-plus per porsi ini makin instagramable. Memang tampaknya porsi yang disajikan cukup besar. Tapi sebenarnya keragaman topping yang membuat menu ini terlihat jumbo.

“Topping yang kita sajikan memang beda dengan bubur ayam biasanya. Lebih besar. Mungkin ini yang membuat porsi bubur goreng ini besar. Tapi sebenarnya porsinya nggak terlalu banyak koq,” ujar Executive Chef Heather Resto, Best Western Premier The Hive, Dandan Ramadhan.

Tak heran jika bubur goreng mejadi salah satu menu yang cukup disukai di hotel yang terletak di bilangan Cawang, Jakarta Timur ini. Rasanya yang gurih benar-benar memanjakan indera perasa. Buat yang suka pedas, makanan ini juga oke banget karena adanya pilihan condiment yang bisa dipadukan sesuai selera. Gurihnya sampai suapan terakhir.

Nih cara penyajiannya