Brilio.net - Kain pel yang sering dipakai biasanya jadi sarang kotoran, sisa air, dan bakteri. Apalagi jika digunakan untuk membersihkan area dapur atau kamar mandi, kotoran yang menempel bisa semakin banyak dan sulit hilang. Akibatnya, bau amis yang tidak sedap pun muncul dan bikin seluruh rumah ikut terasa kurang nyaman.

Selain bau, kain pel yang kotor juga bisa menyebarkan bakteri ke permukaan lantai. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa dibersihkan dengan benar, kain pel bisa menjadi kusam, terasa lengket, dan tidak lagi efektif menyerap air maupun kotoran. Kondisi ini tentu membuat aktivitas bersih-bersih jadi kurang maksimal.

Untungnya, kamu tidak perlu bahan mahal untuk mengatasinya. Dikutip BrilioFood dari akun Instagram @riniamanah15, cukup gunakan garam, pasta gigi, dan sabun cuci piring yang dicampur dengan air panas. Kombinasi ini mampu mengangkat kotoran membandel, membunuh bakteri penyebab bau, sekaligus membuat kain pel kembali bersih, segar, dan lebih tahan lama.

Bahan yang Dibutuhkan

- 2 sendok makan garam
- 1–2 sendok makan pasta gigi
- 2 sendok makan sabun cuci piring
- Air panas secukupnya

Cara Membersihkan Kain Pel

1. Siapkan ember atau wadah besar.

2. Masukkan kain pel ke dalam ember.

3. Tambahkan garam, pasta gigi, dan sabun cuci piring.

4. Tuangkan air panas hingga kain pel terendam seluruhnya.

foto: Instagram/@riniamanah15

5. Aduk atau tekan-tekan kain pel agar campuran meresap.

6. Diamkan selama 15–30 menit agar kotoran dan bau terangkat.

foto: Instagram/@riniamanah15

7. Setelah itu, kucek atau gosok perlahan bagian yang kotor.

8. Bilas dengan air bersih hingga tidak ada sisa busa.

9. Peras dan jemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering.

Tips Agar Kain Pel Tidak Bau Lagi

- Jangan biarkan kain pel dalam keadaan basah terlalu lama.
- Setelah dipakai, langsung bilas dan peras hingga kering.
- Jemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
- Sesekali rendam dengan air panas untuk membunuh bakteri.
- Pisahkan kain pel dari cucian lain agar tidak tercampur kotoran.

FAQ

1. Kenapa harus pakai pasta gigi?

Pasta gigi mengandung bahan pembersih ringan (mild abrasive) yang membantu mengangkat noda membandel yang menempel di serat kain pel. Selain itu, kandungan mint atau bahan penyegar di dalamnya juga membantu menetralisir bau amis sehingga kain pel terasa lebih segar setelah dicuci. Jadi bukan cuma bersih, tapi juga lebih wangi.

2. Apakah bisa tanpa air panas?

Bisa saja menggunakan air biasa, namun hasilnya biasanya kurang maksimal. Air panas membantu melonggarkan kotoran yang menempel dan lebih efektif membunuh bakteri penyebab bau. Dengan air panas, proses pembersihan jadi lebih cepat dan kain pel bisa kembali segar tanpa harus digosok terlalu keras.

3. Berapa sering kain pel perlu dibersihkan?

Idealnya kain pel dibersihkan setiap 2–3 hari sekali jika sering digunakan. Jika dipakai setiap hari, sebaiknya dibilas setelah pemakaian dan dilakukan pencucian menyeluruh minimal seminggu 2–3 kali. Semakin sering digunakan di area kotor seperti dapur atau kamar mandi, semakin sering juga perlu dibersihkan agar tidak menumpuk bakteri.

4. Apakah cara ini aman untuk semua jenis kain pel?

Secara umum aman digunakan untuk berbagai jenis kain pel, baik berbahan katun maupun microfiber. Namun, untuk bahan yang lebih halus, sebaiknya hindari menggosok terlalu keras agar serat tidak cepat rusak. Cukup direndam dan ditekan perlahan agar tetap awet dan tidak mudah rontok.

5. Kenapa kain pel masih bau setelah dicuci?

Biasanya ini terjadi karena kain pel belum kering sempurna atau masih ada bakteri yang tertinggal di dalam serat kain. Lingkungan yang lembap juga bisa membuat bau cepat kembali. Pastikan kain pel dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering, dan jangan disimpan dalam keadaan lembap agar bau tidak muncul lagi.

Penulis: Anggita Cahya Rosdiana

Bio: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang yang memiliki pengalaman dalam penulisan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan, serta aktif menulis artikel blog pribadi. Beberapa tulisan mengangkat topik kopi, seperti robusta dan arabika, sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, tertarik mengembangkan penulisan pada topik kuliner dan lifestyle, serta memiliki ketertarikan pada bidang komunikasi digital.