Brilio.net - Momen Lebaran rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran ketupat yang disandingkan dengan opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati. Teksturnya yang khas menjadikannya pendamping sempurna untuk masakan berkuah santan. Namun, bagi sebagian orang, memasak ketupat sendiri di rumah dianggap cukup menantang karena proses perebusannya yang memakan waktu lama.
Sering kali, agar praktis, kita memilih untuk memasak ketupat dalam jumlah banyak sekaligus. Masalahnya, ketupat yang dibuat dalam jumlah besar cenderung cepat basi atau berlendir jika tidak ditangani dengan benar. Ternyata, ada trik sederhana dari dapur yang bisa membuat ketupat lebih tahan lama.
Rahasia Bahan Dapur Agar Ketupat Tahan Lama
Kunci agar ketupat tidak mudah basi terletak pada persiapan berasnya. Seorang pengguna TikTok dengan akun @dusdusanofficial membagikan tips jitu dengan memanfaatkan kapur sirih. Bahan alami ini dikenal mampu membuat tekstur ketupat lebih kenyal dan meningkatkan daya simpannya.
"Triknya rendam beras tambah air kapur sirih selama 1 jam, kapur sirih ini yang bikin beras jadi lebih awet," jelasnya dalam unggahan tersebut.
Langkah-Langkah Memasak Ketupat Anti Basi
Agar hasilnya maksimal, ikuti urutan langkah berikut ini:
1. Rendam Beras: Cuci beras hingga benar-benar bersih. Setelah itu, rendam beras di dalam larutan air kapur sirih selama kurang lebih 1 jam.
foto: TikTok/@dusdusanofficial
2. Bilas Ulang: Setelah proses perendaman selesai, buang air rendamannya. Pastikan beras dibilas kembali menggunakan air bersih yang mengalir agar sisa aroma kapur hilang.
foto: TikTok/@dusdusanofficial
3. Pengisian Janur: Masukkan beras ke dalam anyaman daun janur. Cukup isi sekitar 3/4 bagian saja agar ketupat memiliki ruang untuk mengembang sempurna dan tidak keras.
foto: TikTok/@dusdusanofficial
4. Proses Merebus: Rebus ketupat hingga matang. Jika menggunakan panci konvensional, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam. Namun, jika ingin lebih cepat, gunakan panci presto yang hanya memerlukan waktu 1,5 jam.
foto: TikTok/@dusdusanofficial
5. Tiriskan dan Gantung: Setelah matang, segera angkat ketupat dan tiriskan. Menggantung ketupat sangat disarankan agar sisa air rebusan keluar sepenuhnya dan suhu ketupat stabil.
Mengapa Meniriskan dengan Cara Digantung Sangat Penting?
Selain faktor kapur sirih, proses pendinginan memegang peranan krusial dalam menentukan keawetan ketupat. Menggantung ketupat memungkinkan sirkulasi udara mengenai seluruh permukaan janur secara merata. Jika ketupat dibiarkan menumpuk dalam wadah saat masih panas, uap air yang terperangkap akan memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan ketupat cepat berlendir dan basi.
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
1. Apakah rasa ketupat akan berubah jika menggunakan kapur sirih?
Jika takarannya pas dan dibilas bersih setelah direndam, kapur sirih tidak akan mengubah rasa, justru membuat tekstur ketupat lebih padat dan kenyal.
2. Berapa takaran air kapur sirih yang ideal untuk beras ketupat?
Cukup gunakan 1-2 sendok makan air kapur sirih (beningnya saja) untuk setiap satu liter air rendaman beras.
3. Bisa tidak mengganti kapur sirih dengan bahan lain?
Beberapa orang menggunakan sedikit air jeruk nipis untuk memberikan efek serupa, namun kapur sirih tetap yang terbaik untuk menjaga ketahanan dan kekenyalan.
4. Berapa lama ketupat bisa bertahan jika menggunakan trik ini?
Dengan tambahan kapur sirih dan cara penyimpanan yang digantung di tempat kering, ketupat biasanya bisa bertahan hingga 2-3 hari di suhu ruang tanpa basi.
5. Apa ciri-ciri ketupat yang sudah mulai basi?
Ketupat yang mulai rusak biasanya terasa lembek saat ditekan, kulit janur terlihat basah/berlendir, dan mengeluarkan aroma asam yang tidak sedap.