Brilio.net - Destinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur kini semakin beragam. Selain wisata alam yang memesona, Banyuwangi juga mulai menambah wisata kuliner. Terbaru adalah Malangsari Food and Coffee Market yang terletak di tengah Perkebunan Kopi Malangsari, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Tempat ngopi unik ini hadir berkat kerja sama Pemkab Banyuwangi dan kelompok usaha BUMN PTPN XII. Para penggemar kopi bisa menikmati kopi premium kualitas ekspor di tengah perkebunan seluas 2.600 hektare yang sejuk diketinggian 400 meter di atas permukaan laut.

Seperti diketahui, Perkebunan Malangsari adalah salah satu sentra penghasil kopi robusta terbaik Nusantara. Produk kopi yang dihasilkan tiap tahunnya diekspor hingga ribuan ton ke berbagai negara, seperti Italia, Jepang, Inggris, Swiss, dan masih banyak lagi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kopi premium yang selama ini diekspor ke berbagai negara di dunia itu kini bisa dinikmati oleh wisatawan yang datang ke Banyuwangi langsung di kebunnya.

”Kopi dari Malangsari, Banyuwangi, begitu digemari di luar negeri, terutama Italia. Tapi justru rakyat Banyuwangi dan wisatawan yang datang malah jarang menikmatinya. Nah, sekarang kami hadirkan di sini, harganya lebih murah dibanding yang dijual di pasar ekspor, sehingga ini otomatis juga memperluas pasar petani kopi rakyat dan produsen kopi di Banyuwangi,” jelas Anas saat peluncuran Malangsari Food and Coffee Market, Minggu (29/12).

foto: merdeka.com

Anas menambahkan, pasar kopi yang buka setiap hari Minggu ini menyuguhkan kopi premium dari ratusan hektare petani kopi rakyat yang telah didampingi dan dibina para ahli kopi PTPN XII.

”Para pengunjung juga bisa menyaksikan bagaimana proses pembibitan kopi yang unggul hingga pemrosesan biji kopi. Sehingga di sini ada pula produksi pengetahuan soal kopi untuk membuat pengunjung makin meminati kopi Nusantara,” ujarnya.

Menurut Anas, pasar kreatif ini merupakan salah satu wujud pariwisata berbasis warga yang bisa langsung terasa dampak ekonominya.

”Kita perbanyak spot atraksi kuliner, dari wilayah sekitar dam atau bendungan yang sudah mulai jalan dengan Oling River Food, di desa-desa wisata, di perkampungan Arab lewat Arabian Street Food, dan di perkebunan seperti pasar kopi premium di Malangsari. Ke depan akan ada Japanese Street Food karena Banyuwangi juga ekspor sidat dalam jumlah besar ke Jepang,” ungkap Anas.

Selain kopi premium, para pengunjung juga menikmati beragam kuliner tradisional. Menariknya, beberapa kuliner ini ada yang bercita rasa kopi seperti kue cucur rasa kopi, lemet kopi, dan sebagainya.

foto: merdeka.com

Direktur Utama PTPN XII M. Cholidi mengatakan, Perkebunan Malangsari Banyuwangi memang menjadi andalan ekspor PTPN XII. Kopinya memiliki kombinasi rasa asam dengan karamel cokelat yang terasa di lidah.

”Di Italia ada distributor besar yang hanya mau menerima kopi Banyuwangi, 80 persen kopinya dari Malangsari. Kopi premium itulah yang kami hadirkan di pasar kreatif ini, sekaligus ini memperkuat agro-tourism Banyuwangi,” jelas Cholidi.

Dia menjelaskan, petani-petani kopi dari berbagai wilayah juga bisa belajar di Perkebunan Malangsari tentang bagaimana menghasilkan kopi premium kualitas ekspor.

”Proses edukasi itu akan menghasilkan pengalaman unik bagi wisatawan," imbuh Cholidi.