Brilio.net - Terasi adalah salah satu bumbu dapur yang sulit digantikan dalam masakan Indonesia. Tidak hanya jadi bahan utama sambal, terasi juga sering ditambahkan ke berbagai tumisan untuk memperkuat rasa dan aroma masakan. Bagi yang terbiasa belanja di pasar tradisional, membeli terasi mentah dalam jumlah banyak adalah hal yang lumrah — harganya lebih terjangkau dan aromanya dianggap lebih kuat dibanding versi kemasan yang sudah matang.

Masalahnya, terasi mentah punya daya simpan yang lebih pendek. Tanpa penanganan yang tepat, terasi mentah mudah basi, berlendir, bahkan berjamur dalam waktu singkat — apalagi jika disimpan di luar kulkas. Tapi ternyata ada cara sederhana untuk mengatasinya, yaitu dengan menyangrai terasi sebelum disimpan. Cara ini sudah lama dipraktikkan, salah satunya oleh kreator YouTube yang dikenal dengan sapaan Simbok dari kanal Pawonne Simbok.

Mengapa Terasi Mentah Lebih Cepat Rusak?

Terasi dibuat melalui proses fermentasi ikan atau udang, sehingga masih mengandung kadar air yang cukup tinggi saat masih dalam kondisi mentah. Kadar air inilah yang menjadi penyebab utama terasi mudah berjamur dan cepat rusak ketika disimpan dalam jangka waktu lama, terutama di suhu ruang. Proses penyangraian berfungsi menguapkan kadar air tersebut sehingga terasi menjadi lebih kering, lebih stabil, dan jauh lebih tahan lama.

Seperti yang dijelaskan langsung oleh Simbok dalam videonya, "Dengan cara ini maka terasi akan awet sampai berbulan-bulan tanpa harus dimasukkan ke dalam kulkas."

Cara Mengolah Terasi Mentah agar Awet Tanpa Kulkas

Berikut langkah-langkah lengkapnya:

Langkah 1 — Siapkan dan potong terasi

Lepaskan plastik atau kemasan terasi, lalu potong terasi menjadi bagian-bagian kecil berbentuk kotak. Ukuran kecil memudahkan terasi hancur dan kering secara merata saat disangrai. Pastikan tidak ada bagian yang terlalu tebal karena bisa membuat proses pengeringan tidak merata.

Langkah 2 — Sangrai dengan api kecil di teflon tanpa minyak

Sebelum mulai memasak, buka jendela dapur atau ventilasi ruangan agar aroma terasi yang cukup tajam tidak terkurung di dalam rumah. Panaskan teflon tanpa minyak sama sekali, lalu masukkan potongan terasi. Gunakan api yang sangat kecil agar terasi tidak gosong. Aduk terus secara konsisten menggunakan spatula supaya terasi matang dan kering secara merata di semua sisi.

Langkah 3 — Cek kekeringan, dinginkan, lalu simpan

Tanda terasi sudah cukup kering adalah ketika tidak ada lagi gumpalan yang tersisa. Jika masih ada bagian yang menggumpal, tekan perlahan dengan spatula sambil terus diaduk hingga teksturnya seragam, baru matikan api. Setelah api dimatikan, biarkan terasi dingin sepenuhnya sebelum dipindahkan ke wadah penyimpanan — jangan terburu-buru menyimpan terasi yang masih hangat karena uap panas yang terkurung di dalam wadah bisa memicu kelembapan dan mempercepat kerusakan. Simpan dalam toples bertutup rapat, idealnya toples kaca bekas selai atau wadah sejenis yang bisa ditutup dengan baik.

Tips agar Hasil Sangraian Terasi Lebih Maksimal

- Gunakan teflon anti lengket agar terasi tidak menempel di dasar wajan dan lebih mudah diaduk secara merata.
- Jangan pernah tinggalkan terasi tanpa diawasi selama proses penyangraian. Api kecil sekalipun bisa membuat terasi gosong di bagian bawah jika tidak terus diaduk.
- Pastikan toples benar-benar kering sebelum digunakan untuk menyimpan terasi yang sudah disangrai. Toples yang masih lembap atau sedikit basah bisa membuat terasi kembali menyerap air.
- Simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas terasi lebih lama.
- Gunakan sendok kering setiap kali mengambil terasi dari toples agar tidak ada kontaminasi kelembapan dari luar yang masuk ke dalam wadah.

Kenali Tanda Terasi Sangrai yang Sudah Tidak Layak Pakai

Meski terasi sangrai bisa bertahan berbulan-bulan, ada baiknya tetap memeriksa kondisinya secara berkala. Beberapa tanda terasi sangrai perlu segera dibuang antara lain: muncul bercak putih atau kehijauan yang merupakan tanda jamur, aroma yang berubah menjadi sangat menyengat dan tidak seperti biasanya, atau tekstur yang kembali lembek dan lengket — yang menandakan terasi sudah menyerap kelembapan dari lingkungan sekitarnya.

FAQ Seputar Pengolahan dan Penyimpanan Terasi Mentah

1. Apakah semua jenis terasi mentah bisa disangrai dengan cara yang sama?

Pada dasarnya ya, baik terasi berbahan dasar udang maupun ikan bisa disangrai dengan cara yang sama. Perbedaannya mungkin ada pada waktu penyangraian — terasi udang cenderung lebih cepat kering dibanding terasi ikan yang biasanya memiliki tekstur lebih padat. Perhatikan tekstur dan warna selama proses sangrai sebagai panduan utamanya.

2. Apakah terasi yang sudah disangrai masih perlu dibakar lagi sebelum dipakai untuk memasak?

Tidak perlu, karena terasi sudah melalui proses pemasakan saat disangrai. Saat hendak digunakan untuk sambal atau masakan lain, terasi sangrai bisa langsung dihaluskan bersama bahan lainnya tanpa perlu dibakar atau dipanaskan ulang secara khusus.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyangrai terasi mentah hingga benar-benar kering?

Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung jumlah terasi dan tingkat kelembapannya, tapi umumnya berkisar antara 10 hingga 20 menit dengan api kecil. Tidak ada patokan waktu yang pasti — yang lebih penting adalah memperhatikan tekstur dan memastikan tidak ada gumpalan yang tersisa sebelum mematikan api.

4. Apakah terasi sangrai rasanya berbeda dengan terasi mentah yang langsung dipakai memasak?

Ada sedikit perbedaan. Proses penyangraian akan sedikit mengintensifkan aroma terasi karena kadar airnya berkurang, sehingga rasa dan aromanya cenderung lebih pekat dan kering. Bagi sebagian orang, ini justru dianggap lebih praktis karena terasi sudah siap pakai kapan saja tanpa perlu proses tambahan sebelum memasak.

5. Bolehkah terasi sangrai tetap disimpan di kulkas jika ingin lebih awet?

Boleh saja, tapi sebenarnya tidak diperlukan jika terasi sudah benar-benar kering dan disimpan dalam wadah kedap udara yang tertutup rapat. Menyimpan terasi sangrai di kulkas bisa memperpanjang masa simpannya lebih jauh, tapi pastikan wadah benar-benar tertutup rapat agar aroma terasi tidak menyebar ke bahan makanan lain di sekitarnya.