Brilio.net - Menjaga kebersihan kloset di kamar mandi adalah hal wajib agar rumah tetap sehat dan bebas kuman. Biasanya, kita cukup menyikatnya dengan detergen atau cairan pembersih toilet botolan. Namun, masalah muncul saat kloset jarang dibersihkan secara mendalam. Noda kotoran yang menumpuk perlahan mengeras dan berubah menjadi kerak hitam yang sangat sulit dihilangkan.
Jika sudah sampai tahap ini, sikat biasa terkadang tidak lagi mempan. Banyak orang menyarankan penggunaan baking soda karena sifat abrasifnya yang ampuh mengikis noda. Tapi, bagaimana jika stok baking soda sedang kosong? Tenang, kita bisa memanfaatkan bahan-bahan yang biasanya ada di area dapur.
Racikan Ajaib dari Rak Dapur
Seorang pengguna YouTube melalui kanal MAK IDA BUL-BUL membagikan pengalamannya mengatasi kerak hitam pekat tanpa baking soda. Rahasianya terletak pada kombinasi empat bahan yang kemungkinan besar sudah tersedia di rumah:
- Sitrun (Asam Sitrat)
- Pasta gigi
- Sabun cuci piring
- Cuka
Selain bahan dapur tersebut, siapkan juga peralatan pendukung seperti wadah plastik, sikat, kawat pencuci piring, amplas, dan kape besi (skrap) untuk hasil maksimal.
"Selama ini Mak Ida cuma membersihkan pakai detergen saja. Tidak memakai bahan pembersih ini," ungkap pemilik video, dilansir BrilioFood dari kanal YouTube MAK IDA BUL-BUL, Minggu (15/3/2026).
Cara Eksekusi Biar Kloset Kembali Kinclong
Berikut adalah tahapan yang bisa diikuti untuk mengembalikan kilau kloset di rumah:
1. Membuat Ramuan Pembersih: Campurkan satu bungkus sitrun ke dalam wadah. Tambahkan pasta gigi, sabun cuci piring, dan cuka secukupnya. Aduk semua bahan dapur tersebut hingga tercampur rata dan membentuk pasta pembersih.
Cara membersihkan kloset
foto: YouTube/MAK IDA BUL-BUL
2. Persiapan dan Pengaplikasian: Siram area kloset yang berkerak menggunakan air panas terlebih dahulu untuk melunakkan noda. Oleskan campuran pembersih ke seluruh permukaan kloset, terutama pada bagian pijakan yang menghitam. Diamkan selama kurang lebih 15 menit agar cairan meresap dan bekerja optimal.
Cara membersihkan kloset
foto: YouTube/MAK IDA BUL-BUL
3. Proses Penggosokan: Gunakan sikat atau kawat pencuci piring untuk menggosok noda. Jika kerak terlalu tebal dan membandel, gunakan kape besi untuk mengerok lapisan hitam secara perlahan hingga terangkat.
Cara membersihkan kloset
foto: YouTube/MAK IDA BUL-BUL
4. Finishing: Setelah semua kerak rontok, oleskan kembali sedikit sisa cairan untuk memastikan kebersihan maksimal, lalu bilas kloset menggunakan air bersih hingga tuntas.
Cara membersihkan kloset
foto: YouTube/MAK IDA BUL-BUL
Proses ini memang membutuhkan ketelatenan ekstra agar hasilnya memuaskan.
"Kerak yang ada di kloset mulai terangkat. Harus penuh kesabaran karena sudah lama ini cuma dibersihkan pakai sikat. Mak Ida nggak pernah deep clean kamar mandi," sambungnya.
Hasil akhirnya, kloset yang semula dipenuhi noda hitam legam kini kembali terlihat putih bersih dan nyaman dipandang mata.
Cara membersihkan kloset
foto: YouTube/MAK IDA BUL-BUL
FAQ Bahan Dapur Membersihkan Kloset
1. Apakah cuka dan sitrun aman untuk permukaan keramik kloset?
Ya, kombinasi ini aman untuk keramik asalkan dibilas bersih setelah digunakan. Sifat asamnya membantu melarutkan deposit mineral tanpa merusak lapisan glasir jika tidak didiamkan terlalu lama.
2. Mengapa harus menggunakan air panas di awal proses?
Air panas membantu membuka pori-pori noda dan melunakkan kerak yang sudah membatu, sehingga pasta pembersih racikan tadi lebih mudah bereaksi.
3. Bolehkah mengganti sabun cuci piring dengan detergen bubuk?
Bisa saja, namun sabun cuci piring cair lebih disarankan karena lebih mudah larut dan menyatu dengan sitrun serta cuka tanpa menimbulkan gumpalan kasar.
4. Apakah penggunaan kape besi tidak akan menggores kloset?
Gunakan kape besi secara mendatar dan hati-hati. Fokuskan hanya pada bagian kerak yang sangat tebal. Jika ragu, mulailah dengan menggunakan amplas halus terlebih dahulu.
5. Berapa lama sekali idealnya melakukan pembersihan mendalam (deep clean)?
Untuk mencegah kerak hitam muncul kembali, sebaiknya lakukan pembersihan menyeluruh seperti ini minimal setiap dua minggu sekali.