Brilio.net - Oat merupakan salah satu biji-bijian tersehat di dunia. Oatmeal adalah biji-bijian bebas gluten dan sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan penting lainnya. Penuh dengan nutrisi dan serat, oatmeal adalah salah satu makanan gandum yang paling bergizi yang bisa dikonsumsi setiap hari.

Selain mempunyai kandungan serat alami, oatmeal juga mengandung berbagai nutrisi lain yang tidak kalah penting. Mulai dari kandungan lemak, protein, vitamin B1, B2, B3, B5, B9, kalsium, magnesium, folat, fosfor, mangan, kalium , juga zat besi. Beberapa kandungan ini tentu dapat membantu mencukupi asupan nutrisi harian tubuh.

Oatmeal sendiri dibuat dari gandum yang diproses dengan dipotong (steel-cut), dihancurkan (crushed), dihaluskan (ground) ataupun dibuat menjadi oat bulat (rolled oat). Makanan yang sering dijadikan pilihan untuk berdiet ini memiliki tekstur halus dan lembut dengan rasa yang cenderung hambar karena pada prosesnya tidak ditambahkan pemanis atau perasa apapun.

Oat biasanya dimakan untuk sarapan, yang dibuat dengan merebus oat dalam air atau susu. Oatmeal sering disebut juga bubur. Selain itu, oat juga sering dimasukkan dalam muffin, granola bar, kue kering, dan makanan panggang lainnya.

Di samping untuk mencukupi nutrisi harian, beberapa kandungan dalam oat juga dapat memberikan manfaat kesehatan tersendiri. Terdapat beberapa manfaat oat bagi kesehatan adalah dapat meningkatkan insulin, mengurangi kadar gula darah, hingga melancarkan sistem pencernaan.

Sehingga tidak heran, jika oat disebut sebagai salah satu makanan sehat yang baik untuk menjaga kebugaran. Berikut 10 manfaat oatmeal untuk kesehatan, seperti dirangkum brilio.net dari healthline.com dan berbagai sumber lainnya pada Selasa (24/11).


1. Menurunkan tekanan darah.

foto: freepik.com



Oat utuh kaya akan antioksidan dan senyawa tanaman bermanfaat yang disebut polifenol. Yang paling menonjol adalah kelompok antioksidan unik yang disebut avenanthramides, yang hampir hanya ditemukan dalam oat.

Avenanthramides dapat membantu menurunkan tingkat tekanan darah dengan meningkatkan produksi oksida nitrat. Molekul gas ini membantu melebarkan pembuluh darah dan mengarah ke aliran darah yang lebih baik.

Selain itu, avenanthramides memiliki efek anti-inflamasi dan anti-gatal. Satu studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa diet yang mencakup banyak biji-bijian (seperti oat atau roti gandum) sama efektifnya dengan mengonsumsi obat anti-hipertensi untuk menurunkan tekanan darah.

2. Menurunkan tingkat kolesterol.

foto: freepik.com



Jenis makanan yang sering dikonsumsi sebagai menu sarapan ini kaya akan serat larut yaitu jenis serat yang juga terdapat pada apel dan pir. Jenis serat larut dalam oat mampu menghambat penyerapan kolesterol LDL. Kolesterol jenis ini diketahui merupakan salah satu pemicu serangan stroke dan jantung.

3. Menjaga kesehatan jantung.

foto: freepik.com



Selain kaya akan serat, oatmeal juga mengandung senyawa kimia lignan yang diketahui dapat mencegah penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung. Sebuah studi menyatakan bahwa pria yang memiliki risiko gagal jantung dapat menurunkan risikonya dengan mengonsumsi setidaknya satu mangkuk oatmeal setiap harinya.

4. Mengontrol nafsu makan.

foto: freepik.com



Penelitian tahun 2014 dalam Nutrition Journal menunjukkan bahwa partisipan yang sarapan oatmeal merasa lebih kenyang dibandingkan partisipan yang makan sereal dalam porsi sama. Kandungan serat yang tinggi pada oatmeal membuatnya mampu mencegah seseorang merasa lapar hingga waktu makan siang tiba.

Inilah mengapa oatmeal dianggap lebih unggul sebagai sarapan dan banyak dimasukkan ke dalam menu diet sehat, karena dapat mengontrol nafsu makan dengan membuat perut merasa kenyang lebih lama.

5. Mengontrol kadar gula darah.

foto: freepik.com



Diabetes tipe 2 adalah penyakit umum, yang ditandai dengan peningkatan gula darah secara signifikan. Biasanya akibat dari penurunan kepekaan terhadap hormon insulin.

Oat dapat membantu menurunkan kadar gula darah, terutama pada orang yang kelebihan berat badan atau menderita diabetes tipe 2. Efek ini terutama dikaitkan dengan kemampuan beta-glukan untuk membentuk gel kental yang menunda pengosongan lambung dan penyerapan glukosa ke dalam darah.

6. Membantu atasi insomnia.

foto: freepik.com



Oatmeal kerap diidentikkan dengan menu sarapan, tapi ternyata jika dimakan pada saat malam hari justru memberikan manfaat lain yakni dapat membantu mengatasi insomnia atau gangguan tidur. Sebab gandum mengandung melatonin dan karbohidrat kompleks yang dapat membantu lebih banyak triptofan masuk ke otak dan membantu kamu untuk lebih mudah terlelap.

7. Melancarkan sistem pencernaan.

foto: freepik.com



Orang lanjut usia sering mengalami sembelit, dengan jarangnya buang air besar tidak teratur sehingga sulit untuk dikeluarkan. Obat pencahar sering digunakan untuk meredakan sembelit pada lansia. Namun, meski efektif, namun juga terkait dengan penurunan berat badan dan penurunan kualitas hidup. Studi menunjukkan bahwa oat dapat membantu meredakan sembelit pada orang tua.

Satu percobaan menemukan bahwa kesejahteraan meningkat untuk 30 pasien lansia yang mengonsumsi sup atau makanan penutup yang mengandung gandum setiap hari selama 12 minggu. Terlebih lagi, 59% dari pasien tersebut dapat berhenti menggunakan obat pencahar setelah penelitian selama 3 bulan, sementara penggunaan pencahar secara keseluruhan meningkat sebesar 8% pada kelompok kontrol.

8. Mencegah stres.

foto: freepik.com



Manfaat oatmeal yang jarang orang tahu adalah mengurangi stres. Makan makanan yang manis mampu menghilangkan stres, maka begitu juga dengan karbohidrat. Agar asupan karbohidrat tetap sehat, maka konsumsi oatmeal. Kandungan karbohidrat kompleksnya dapat memicu hormon serotonin ke otak sehingga tubuh terasa lebih rileks dan tenang.

9. Meningkatkan aktivitas antioksidan.

foto: freepik.com



Antioksidan avenanthramides dalam oatmeal bisa menghambat peradangan dan meningkatkan produksi oksida nitrat, yang mencegah pengerasan arteri. Faktanya, sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2010 dalam "Nutrition and Cancer" menunjukkan avenanthramides dalam oat menurunkan penyebaran sel kanker usus besar.

10. Memberikan dan mengembalikan energi.

foto: freepik.com



Oatmeal, merupakan sumber karbohidrat dan protein yang bagus, menyediakan kalori dan energi untuk kebutuhan energi. Oat telah terbukti dalam studi ilmiah dapat mengubah metabolisme dan meningkatkan kinerja dengan baik saat dikonsumsi 45 menit hingga 1 jam sebelum latihan dengan intensitas sedang.