Brilio.net - Saat ini, tren makanan berkembang sangat pesat. Mulai dari makanan tradisonal hingga makanan dari negara lain yang terus menjamur di Indonesia. Jenis makanan pun beragam, ada yang makanan berat hingga makanan ringan.

Berbicara soal makanan, kebanyakan masyarakat memilih untuk menikmati junk food atau makanan cepat saji. Alasannya, selain rasanya yang lezat, penyajiannya pun sangat cepat mengingat masyarakat sekarang memiliki kesibukan yang tinggi. Mereka pun menginginkan berbagai hal yang instan termasuk makanan.

Namun demikian, pada umumnya orang sudah sangat paham bahwa makanan cepat saji memiliki banyak bahaya mengintai untuk kesehatan. Kebanyakan dari makanan tersebut tidak memiliki kandungan nutrisi dan justru mengandung zat pengawet yang berbahaya untuk tubuh

Tak hanya berbahaya untuk tubuh, dilansir dari Pinkvilla, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asisten Profesor Studi Kesehatan dan Kesejahteraan di Binghamton, New York, Lina Begdache menyebut orang dewasa di bawah 30 tahun yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari tiga kali dalam seminggu dapat mengganggu kesehatan mental.

Gangguan mental muncul karena kandungan asam lemak jenuh yang tinggi dan omega 6 yang dapat memicu respons inflamasi tingkat rendah dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

Kendati sudah mengetahui bahayanya konsumsi makanan cepat saji, namun masih banyak saja masyarakat yang tidak bisa lepas dari makanan tersebut. Nah, kali ini brilio.net memberikan tips untuk mengontrol asupan makanan cepat saji.

Berikut ulasannya seperti dilansir brilio.net dari tribune.com.pk, Senin (6/7).

1. Jadwalkan menu di rumah.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Alasan makan di luar adalah karena tidak ada makanan di rumah. Coba ubah pola ini, buat jadwal masak setiap harinya. Dengan begitu kamu tidak perlu beli makan di luar. Selain lebih sehat kamu juga bisa menghemat keuangan kamu.

2. Minum air putih.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Dehidrasi pada tubuh menyebabkan kita ingin makan apa saja termasuk makan makanan cepat saji. Untuk menghindari hal itu, kamu harus banyak konsumsi air putih untuk menstabilkan nafsu makan. Cobalah minum segelas besar air ketika kamu mendambakan makanan cepat saji, tunggu beberapa menit dan kamu akan segera menyadari bahwa keinginan itu hilang.

3. Tidur yang cukup.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Seperti kita tahu, ketika kita kurang tidur akan menghambat kadar hormon sehingga nafsu makan meningkat. Kebanyakan orang menjadi gemuk karena masalah ini.

4. Makan saat lapar.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Sebelum makan, kamu harus kenali dulu sinyal dalam perut kamu. Karena ketika perut keroncongan, belum tentu kamu lapar, bisa jadi adanya gas dalam saluran pencernaan. Ketika kamu makan, coba diawali dengan makan buah, dengan begitu kamu akan kenyang lebih lama.

5. Siapkan camilan sehat.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Beberapa orang tak bisa lepas dari ngemil. Meskipun sudah makan, mereka tetap ingin ngemil, kondisi ini juga bisa membuat kenaikan berat badan yang signifikan. Nah, kalaupun kamu ingin ngemil, coba pilih camilan yang lebih sehat seperti buah.

6. Kurangi porsi makan.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Biasanya kita makan dengan porsi yang besar dalam sehari. Namun coba ubah pola makan kamu dengan kurangi porsi satu kali makan, dibagi menjadi beberapa waktu. Misalnya satu piring yang biasanya habis dalam satu waktu coba dibagi untuk dua sampai tiga kali makan.

7. Berhenti menonton video makan.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Sekarang ini, food vlogger dengan video yang bikin ngiler beredar di internet. Tentunya, beriringan dengan banyaknya orang yang senang menonton video makan. Namun tanpa disadari hal itu justru bisa meningkatkan nafsu makan secara berlebihan.

8. Konsumsi makanan berserat.

Junkfood
© 2020 brilio.net/pixabay

Makanan berserat bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Oleh karena itu, saat makan coba perbanyak sayur dan buah agar tidak tergoda dengan makanan cepat saji.