Brilio.net - Bagi sejumlah orang, ikan asin merupakan lauk yang sangat nikmat apabila dimakan dengan nasi hangat dan sambal. Di balik kenikmatannya, ternyata ada proses panjang sebelum ikan asin dapat dikonsumsi dan dijadikan stok bahan makanan.

Proses pembuatan ikan asin sendiri membutuhkan waktu setidaknya 3 hari. Dimulai dari pengawetan ikan menggunakan garam, kemudian dijemur secara tradisional atau di bawah sinar matahari langsung hingga kering. Setelah itu, ikan asin dibersihkan dan dikemas sedemikian rupa untuk dapat dipasarkan.

Beberapa jenis ikan asin yang kerap dikonsumsi antara lain adalah ikan jambal, tongkol, layang, teri, dan cumi. Jika dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya, ikan asin ini memiliki masa simpan yang lebih lama karena sudah diawetkan atau melalui proses penggaraman terlebih dahulu.

Namun, tahukah kamu kalau menyimpan ikan asin di rumah pun tidak bisa sembarangan lho. Apabila tidak hati-hati, ikan asin bisa berisiko ditumbuhi jamur dan membahayakan kesehatan ketika dikonsumsi. Maka dari itu, menyimpan ikan asin perlu dilakukan dengan benar. Berikut brilio.net himpun dari berbagai sumber pada Senin (3/5), cara menyimpan ikan asin agar tahan lama.

1. Jangan dicuci.

foto: freepik.com

Kalau kamu berencana untuk menyimpan ikan asin dalam waktu yang lama, sebaiknya tidak perlu langsung mencuci ikan asin. Sebab, ikan asin bisa menjadi lembab dan membuat bakteri dan jamur muncul pada ikan asin. Kamu cukup mencucinya pada saat ingin memasaknya saja. Agar lebih maksimal saat membersihkan kotoran pada ikan asin, gunakan air hangat.

2. Dijemur.

foto: freepik.com

Ikan asin berjenis teri medan dan teri jengki cenderung memiliki kandungan air yang berlebih dibandingkan dengan ikan asin lainnya. Oleh karena itu, ikan asin jenis teri medan dan teri jengki baiknya dijemur terlebih dahulu sebelum disimpan. Supaya kadar airnya tidak terlalu tinggi, menurunkan risiko munculnya jamur dan bau apek pada ikan asin. Sebaliknya, ikan asin akan menjadi lebih tahan lama.

3. Dibungkus dengan kertas roti.

foto: Instagram/@widhilio

Kertas roti efektif untuk menyerap air pada ikan asin. Sehingga dapat meminimalisir risiko tumbuhnya jamur pada ikan asin. Selain kertas roti, kamu juga bisa menggunakan kertas polos maupun kertas buram. Hindari penggunaan kertas bekas atau koran ya. Karena kertas bekas dan koran bisa berdampak pada kesehatan pencernaan.

4. Perhatikan tempat penyimpanannya.

foto: freepik.com

Ikan asin lebih baik disimpan di kulkas, karena suhu dinginnya dapat mencegah penguapan dan menjaga ikan asin tetap dalam keadaan kering. Ikan asin dapat disimpan pada suhu 7 sampai 15 derajat celcius. Atau, jika ingin disimpan lebih lama lagi, kamu pun bisa menyimpannya di freezer bersuhu 4 sampai 7 derajat celcius. Jangan lupa untuk menyimpan ikan asin dengan kertas dan wadah tertutup terlebih dahulu, ya.

Selain itu, usahakan juga ikan asin sudah dalam keadaan benar-benar kering sebelum disimpan. Ikan asin juga tidak dianjurkan untuk campur di wadah yang sama dengan bahan makanan lain.

5. Jangan menyentuh ikan asin menggunakan tangan langsung.

foto: freepik.com

Jika hendak menyimpan ikan asin, sebaiknya jangan menyentuhnya menggunakan tangan langsung karena bisa menyebabkan ikan asin lembab kembali. Gunakan sarung tangan maupun alat yang kering agar ikan asin terhindar dari risiko menjadi lembab yang dapat menyebabkan munculnya jamur.