Brilio.net - Masakan lezat tidak hanya berasal dari bahan dan bumbu semata. Sederet hidangan bisa menjadi semakin nikmat juga berkat adanya tambahan kaldu. Layaknya sejumlah bahan makanan lainnya, kaldu juga tersedia dan banyak dijual dalam bentuk instan.

Tapi sayangnya, kebanyakan kaldu instan mengandung bahan tak alami atau pengawet seperti MSG. Maka dari itu tak sedikit orang lebih memilih menghindari penggunaan kaldu instan karena alasan kesehatan. Lantas, bagaimana kalau kamu sedang butuh tambahan kaldu buat masakan?

Usut punya usut, kaldu instan ini bisa kamu ganti dengan jenis alami, lho. Membuat kaldu dari bahan alami, terutama buat menu MPASI (makanan pendamping ASI) pada bayi kerap jadi pilihan. Tak cuma dari daging sapi maupun ayam, kaldu alami juga bisa dibuat memakai bahan dasar 'ampas dapur'. Menariknya lagi, kaldu yang terbuat dari ampas dapur ini bisa awet disimpan hingga 6 bulan di freezer, asal disimpan secara higienis.

Penasaran ampas dapur apa saja yang bisa diolah jadi kaldu? Berikut ulasan lengkapnya telah BrilioFood rangkum dari berbagai sumber pada Senin (14/2).

1. Kulit dan kepala udang.

foto: Unsplash/Cody Chan

Kulit dan kepala udang biasanya langsung dibuang setelah bagian daging diambil dan dimasak. Padahal, kulit dan kepala udang ini bisa diolah jadi kaldu alami, lho. Dilansir dari cooked.com.au, kulit dan kepala udang bisa direbus jadi kaldu untuk masakan seperti tomyum.

2. Ceker ayam.

foto: Pixabay/falco

Tidak semua orang suka mengonsumsi kaki ayam atau ceker. Mereka lebih memilih menyisihkan atau membuang ceker dibanding diolah jadi masakan. Padahal, ceker juga bisa direbus menjadi kuah kaldu yang gurih. Kamu pun bisa menambahkan berbagai bumbu rempah lain sebagai tambahan rasa dan aroma untuk membuat kaldu.

3. Kepala ayam.

foto: Instagram/@dapursutrisno

Tak sedikit yang menganggap kepala ayam menjijikan jadi bahan makanan. Namun, jangan langsung dibuang, ya. Sama seperti ceker, kepala ayam juga bisa kamu manfaatkan jadi bahan untuk membuat kaldu. Contohnya bisa jadi masakan seperti sop, soto, dan lain-lain.

4. Batang jamur.

foto: Pixabay/congerdesign

Saat mengolah masakan berbahan jamur, biasanya bagian batang bawahnya tak digunakan. Mulai sekarang, kamu bisa memanfaatkannya jadi kaldu jamur alami. Jadi, nggak perlu sering-sering membeli kaldu instan di pasaran, bisa jadi lebih hemat, bukan?

Setelah direbus dan disaring, simpan kaldu jamur buatanmu di wadah kering, bersih, dan kedap udara. Dilansir dari acouplecooks.com, kaldu jamur bisa bertahan selama 1 minggu di kulkas. Sementara itu, jika dibekukan bisa lebih lama lagi, yakni 6 bulan.

5. Sisa batang dan akar daun bawang.

foto: Pixabay/congerdesign

Daun bawang bikin rasa dan aroma masakan jadi lebih nikmat. Makanya sisa batang dan akar dari daun bawang juga bermanfaat sebagai kaldu, lho. Kamu bisa mencampurkan ampas dapur ini dengan kaldu ayam agar aromanya semakin sedap.

6. Tulang sapi.

foto: Pixabay/Shutterbug75

Tulang sapi nampaknya sudah umum jadi olahan kaldu. Dilansir dari thekitchn.com, tulang sapi memang populer dimanfaatkan untuk membuat kaldu instan maupun alami karena mengandung kolagen yang menambah rasa gurih dan lezat pada masakan.

7. Bonggol wortel.

foto: Pexels/Yaroslav Shuraev

Daun serta sisa bonggol wortel juga kerap langsung dibuang. Biar nggak dibuang begitu saja, manfaatkan saja menjadi kaldu sayuran. Kaldu sayuran ini juga cocok buat orang-orang yang vegetarian, lho. Bahkan, nggak kalah lezat dibanding kaldu dari bahan hewani.

8. Batang daun seledri.

foto: Pixabay/pasja1000

Di berbagai hidangan, seledri hanya dimanfaatkan bagian daunnya saja sebagai garnish. Nah, batangnya pun ternyata bisa juga kamu olah jadi kaldu, lho. Aroma seledri yang wangi pastinya bikin kaldu semakin lezat. Selain itu, dilansir dari feastingathome.com, seledri yang diolah jadi kaldu juga tinggi nutrisi untuk kesehatan.