Brilio.net - Kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa waktu lalu memang berdampak besar pada masyarakat secara luas. Minyak goreng termasuk bahan pokok yang cukup krusial dan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, hingga bisnis kuliner atau UMKM makanan.

Di tengah kondisi seperti ini, tidak sedikit juga oknum-oknum nakal yang justru berbuat curang. Dengan kebutuhan minyak goreng yang tinggi, beberapa pihak tak bertanggung jawab pun menjual minyak goreng oplosan demi mendapat keuntungan yang besar.

Dijual dengan harga murah, lantas tidak sedikit juga yang kemudian tergiur untuk membelinya. Hal ini tentu akan merugikan konsumen yang notabene benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, masyarakat perlu ekstra hati-hati saat hendak membeli minyak goreng.

Demi menghindari hal tersebut, penting untuk mengetahui bagaimana cara membedakan minyak goreng asli dengan yang palsu atau oplosan. Ada beberapa cara dan tahapan yang bisa dilakukan, demi memfilter minyak agar tidak mudah tertipu dengan jenis minyak goreng palsu atau oplosan.

"Uji organoleptic dapat dilakukan meliputi deteksi warna, bau, penampakan dan tekstur," jelas Vella, Peneliti UM Surabaya sekaligus Dosen Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) yang dikutip dari um-surabaya.ac.id.

Nah untuk lebih jelasnya, berikut delapan cara membedakan minyak goreng asli dan palsu, dilansir BrilioFood dari berbagai sumber pada Sabtu (14/5).

1. Perhatikan tingkat kejernihan.

foto: freepik.com

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk memeriksa minyak goreng asli dan palsu adalah dengan melihat tingkat kejernihannya. Tingkat kejernihan menjadi salah satu indikator utama dalam perbedaan minyak goreng asli dan palsu.

Minyak goreng asli biasanya memiliki tingkat kejernihan yang cukup tinggi. Berbeda dengan minyak jelantah atau minyak goreng palsu yang cenderung lebih keruh, sekalipun telah melalui proses penjernihan.

2. Lihat warna.

foto: pixabay.com

Jika dilihat dari segi warna, minyak goreng asli memiliki warna kuning hingga kuning pucat. Jika minyak goreng tidak berwarna seperti itu atau bahkan lebih gelap dan keruh, maka bisa dipastikan bahwa minyak tersebut termasuk minyak goreng palsu atau oplosan. Perlu kehati-hatian yang cukup ekstra untuk bisa membedakan minyak goreng ini.

3. Deteksi bau.

foto: unsplash.com

Minyak goreng yang asli memiliki bau khas, layaknya minyak kelapa atau bahkan cenderung tidak berbau. Namun jika tercium bau lain, seperti bau tengik, amis, atau bahkan aroma lain yang tajam, bisa dipastikan minyak tersebut palsu atau tidak normal. Minyak goreng oplosan ini biasanya merupakan minyak goreng jelantah yang pernah digunakan sebelumnya.

4. Perhatikan tingkat kekentalan.

foto: freepik.com

Cara selanjutnya untuk mendeteksi keaslian minyak goreng bisa dilihat dari tingkat kekentalan atau tekstur. Minyak goreng asli memiliki tekstur cair, encer, dan ringan. Berbeda dengan minyak goreng palsu yang teksturnya cenderung kental lantaran minyak tersebut telah melalui proses pemakaian yang berulang.

"Akibatnya kandungan bahan masakan baik berupa kandungan lemak, tepung dan lain seterusnya akan membuat tekstur minyak palsu menjadi lebih kental jika dibandingkan dengan minyak asli yang memang belum pernah digunakan untuk menggoreng sebelumnya," ungkap Vella, Peneliti UM Surabaya dikutip dari um-surabaya.ac.id.

5. Uji coba penggorengan.

foto: pixabay.com

Selain itu, bisa juga dengan melakukan pengujian langsung terhadap minyak goreng tersebut. Caranya dengan memanaskan minyak goreng pada wajan atau alat penggorengan, lalu letakkan kertas minyak di atasnya.

Jika terdapat banyak bercak yang cukup banyak pada kertas minyak, maka minyak tersebut memiliki kualitas buruk atau bahkan oplosan. Cara ini bisa dilakukan jika belum mengetahui kejelasan tentang minyak goreng yang dibeli ternyata palsu atau asli.

6. Tidak bermerek.

foto: freepik.com

Salah satu faktor penting lain dalam membeli minyak goreng adalah dengan melihat kemasan. Minyak goreng bermerek biasa memiliki komposisi pada kemasannya. Sehingga tampak jelas kandungan apa saja yang terdapat dalam minyak goreng tersebut. Sebaiknya berhati-hati pada minyak goreng yang tidak memiliki merek karena kualitasnya belum terjamin.

7. Cara pengemasan.

foto: freepik.com

Minyak goreng curah dan oplosan biasanya dikemas dalam plastik biasa. Selain berbahaya jika terkena paparan sinar matahari, minyak goreng yang dikemas dalam plastik juga cenderung tidak bermerek, sehingga patut diragukan kualitasnya. Nah, plastik yang digunakan tidak bisa menahan oksidasi pada minyak, sehingga dapat membuat kandungan di dalamnya jadi berbahaya.

8. Cek situs resmi BPOM.

foto: cekbpom.go.id

Minyak goreng palsu atau oplosan pasti tidak memiliki izin edar yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebelum membeli minyak goreng dengan merek yang tampak asing, sebaiknya cek terlebih dahulu melalui situs resmi BPOM demi terhindar dari minyak goreng palsu.

Caranya cukup dengan buka situs https://cekbpom.pom.go.id/, kemudian dalam kolom "Cari Produk", pilih berdasarkan "MERK". Lalu masukkan merek minyak goreng yang akan dibeli untuk mencari informasi lebih lengkapnya.