Brilio.net - Belakangan ini nama kimpul semakin sering muncul di media sosial. Umbi yang sebelumnya lebih akrab dijumpai di pasar tradisional atau pekarangan rumah itu mendadak menjadi perbincangan setelah diolah menjadi berbagai menu bergaya Barat seperti mashed potato, lasagna, hingga potato wedges.

Popularitas tersebut membuat banyak orang penasaran dengan apa sebenarnya kimpul. Padahal, tanaman ini sudah lama dikenal sebagai salah satu umbi lokal di Indonesia dan memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif yang dapat diolah menjadi beragam hidangan.

Kimpul viral berkat konten kreator yang mengganti kentang

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Nama kimpul mulai ramai dibicarakan setelah kreator konten asal Bantul dengan akun @black.sheep8208 rutin mengolah umbi tersebut menjadi berbagai menu populer. Dalam setiap videonya, ia mengganti bahan utama yang biasanya menggunakan kentang dengan kimpul.

Kalimat pembuka seperti "Hari ini saya mau makan potato wedges, tapi karena tidak punya kentang, saya ganti kimpul" kemudian menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Format video yang konsisten membuat banyak orang penasaran dengan umbi tersebut.

Tak hanya videonya yang viral, kalimat tersebut juga berkembang menjadi meme di media sosial. Banyak warganet mengadaptasinya ke berbagai situasi yang tidak lagi berkaitan dengan makanan sehingga kata "kimpul" semakin dikenal.

Apa itu kimpul?

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Kimpul merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang masih satu kelompok dengan talas. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium Schott dan di beberapa daerah juga dikenal sebagai talas Belitung, cocoyam, atau tannia, sebagaimana dilansir dari Liputan6 dan beberapa sumber lain, Senin (3/8/2026).

Di Indonesia, nama kimpul dapat berbeda-beda sesuai daerah. Meski demikian, semuanya merujuk pada tanaman yang sama.

Secara fisik, kimpul merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh hingga sekitar dua meter. Umbinya tumbuh mengelilingi pangkal batang, sedangkan pelepah daunnya membentuk batang semu yang menjadi ciri khas tanaman ini.

Tabel 1. Mengenal kimpul

InformasiKeterangan
Nama ilmiahXanthosoma sagittifolium
Kelompok tanamanUmbi-umbian.
Masih satu kelompok denganTalas.
Nama lainTalas Belitung, cocoyam, dan tannia.
PemanfaatanDigunakan sebagai bahan pangan dan diolah menjadi berbagai jenis makanan.

 

Kandungan gizi kimpul

Kimpul dikenal sebagai sumber karbohidrat dengan kandungan pati yang cukup tinggi. Umbi ini juga mengandung serat pangan, vitamin B3, kalium, tembaga, serta berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid dan diosgenin.

Menurut Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Evy Damayanthi, talas kimpul merupakan sumber karbohidrat yang rendah lemak serta memiliki indeks glikemik yang relatif rendah. Kimpul juga mengandung pati resisten yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan usus.

Meski demikian, manfaat tersebut tetap dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan dan cara pengolahan makanan.

Tabel 2. Kandungan yang terdapat pada kimpul

KandunganPeran Umum
KarbohidratMenjadi salah satu sumber energi bagi tubuh.
Serat panganMendukung kesehatan sistem pencernaan dan membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
Vitamin B3Berperan dalam proses metabolisme energi di dalam tubuh.
KaliumMembantu menjaga fungsi otot dan sistem saraf tetap normal.
TembagaBerperan dalam berbagai proses metabolisme di dalam tubuh.
FlavonoidMerupakan senyawa bioaktif yang banyak diteliti karena potensinya bagi kesehatan.
Pati resistenMendukung kesehatan saluran cerna dan menjadi makanan bagi bakteri baik di usus.

Kenapa kimpul mulai dilirik?

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Selama ini kimpul lebih sering diolah menjadi makanan sederhana seperti direbus atau digoreng. Namun melalui media sosial, umbi ini mulai diperkenalkan sebagai pengganti kentang dalam berbagai hidangan modern.

Pendekatan tersebut membuat banyak orang menyadari bahwa bahan pangan lokal juga dapat digunakan untuk membuat menu yang tampilannya tidak kalah menarik. Selain memperkenalkan kimpul kepada generasi muda, tren ini juga membuka peluang pemanfaatan umbi lokal dengan cara yang lebih beragam.

Kimpul juga mudah dibudidayakan

kimpul adalah
© 2026 Wibowo Djatmiko (Wie146) via id.wikipedia.org

Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan, kimpul dikenal relatif mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh di lahan yang agak teduh maupun pekarangan rumah dengan perawatan yang tidak terlalu rumit.

Umbinya tumbuh mengelilingi pangkal batang secara bertingkat. Dalam kondisi budidaya yang baik, tanaman ini dapat menghasilkan panen dalam waktu sekitar delapan bulan.

Karena dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, kimpul dinilai memiliki potensi sebagai salah satu tanaman pangan lokal yang dapat dikembangkan.

Tabel 3. Fakta singkat tentang budidaya kimpul

AspekKeterangan
Lokasi tanamDapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan terbuka.
Kondisi yang disukaiTumbuh baik pada area yang agak teduh dengan kelembapan yang cukup.
Masa panenUmumnya dapat dipanen setelah sekitar 8 bulan sejak ditanam.
Bagian yang dimanfaatkanUmbi menjadi bagian utama yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
PotensiMemiliki potensi sebagai salah satu sumber pangan alternatif.

Kimpul dan diversifikasi pangan

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Diversifikasi pangan berarti memperluas pilihan sumber makanan, bukan hanya bergantung pada satu jenis bahan pangan. Dalam konteks ini, kimpul menjadi salah satu contoh umbi lokal yang memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai menu.

Konten kreator yang mengolah kimpul menjadi mashed potato, lasagna, atau potato wedges menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat digunakan dalam berbagai kreasi masakan. Pendekatan seperti ini turut memperkenalkan kembali kimpul kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dengan tren kuliner saat ini.

FAQ

1. Apakah kimpul sama dengan talas?

Kimpul masih satu kelompok dengan talas, tetapi bukan berarti semua talas adalah kimpul. Kimpul memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium dan di beberapa daerah dikenal sebagai talas Belitung. Meski mirip, terdapat perbedaan pada jenis tanaman, bentuk umbi, maupun karakter pertumbuhannya.

2. Kenapa kimpul sering digunakan sebagai pengganti kentang?

Kimpul memiliki tekstur yang lembut setelah dimasak sehingga dapat diolah menjadi berbagai menu yang biasanya menggunakan kentang, seperti mashed potato, potato wedges, hingga lasagna. Namun, rasa dan teksturnya tetap memiliki karakter yang berbeda sehingga hasil akhirnya tidak akan sepenuhnya sama dengan kentang.

3. Apakah kimpul bisa langsung diolah setelah dikupas?

Kimpul umumnya perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Beberapa orang juga memilih merendam atau mencucinya setelah dikupas sesuai kebutuhan resep untuk membantu membersihkan getah yang mungkin masih menempel pada permukaan umbi.

4. Bagaimana cara menyimpan kimpul agar lebih awet?

Kimpul sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan umbi dalam kondisi lembap atau terkena sinar matahari langsung karena dapat mempercepat penurunan kualitasnya.

5. Selain dijadikan menu kekinian, kimpul bisa diolah menjadi apa saja?

Selain diolah menjadi mashed potato atau lasagna, kimpul juga dapat direbus, dikukus, digoreng, dijadikan keripik, kolak, campuran sayur, hingga diolah menjadi tepung untuk berbagai produk pangan.