Brilio.net - Saringan tudung saji berbahan stainless steel memang membantu melindungi makanan dari lalat dan debu. Namun karena sering diletakkan di dekat area memasak atau dipakai menutup makanan yang masih hangat, bagian jaringnya lama-kelamaan bisa dipenuhi lapisan minyak tipis yang bercampur debu.
Lapisan tersebut awalnya hampir tidak terlihat. Semakin lama dibiarkan, minyak akan mengering lalu berubah menjadi kerak lengket yang menempel di sela-sela jaring. Kondisi inilah yang sering membuat banyak orang langsung menyikatnya sekuat tenaga, padahal cara tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik.
Kenapa Saringan Tudung Saji Bisa Berminyak dan Berkerak?
Kerak pada saringan tudung saji sebenarnya bukan berasal dari satu jenis kotoran saja.
Setiap kali menggoreng atau menumis, uap minyak akan beterbangan dan menempel pada permukaan logam. Saat tudung saji dibiarkan di dapur, lapisan minyak tersebut kemudian bercampur dengan debu, asap, dan partikel makanan berukuran sangat kecil.
Seiring waktu, campuran ini akan mengeras sehingga permukaan saringan terasa lengket, tampak kusam, bahkan kadang menimbulkan bau minyak yang tengik.
Sebelum mulai membersihkannya, kenali dulu jenis noda yang paling sering menempel berikut ini.
Tabel Penyebab Kerak pada Saringan Tudung Saji
| Jenis Kotoran | Terbentuk karena | Penanganan yang Disarankan |
|---|---|---|
| Lapisan minyak tipis | Uap dari proses menggoreng atau menumis. | Gunakan air hangat (sekitar 50–60°C) dan sabun cuci piring. |
| Debu berminyak | Debu bercampur minyak yang mengering. | Rendam terlebih dahulu sebelum dibersihkan. |
| Kerak minyak lama | Minyak yang menumpuk selama berminggu-minggu. | Tambahkan baking soda atau sedikit asam sitrat (sitrun) bila diperlukan. |
| Bau tengik | Sisa minyak yang lama menempel. | Cuci hingga bersih lalu keringkan sempurna sebelum disimpan. |
| Permukaan kusam | Lapisan lemak yang belum dibersihkan. | Bersihkan secara rutin agar kerak tidak semakin tebal. |
Setelah mengetahui penyebabnya, proses membersihkan saringan tidak perlu dilakukan dengan tenaga berlebihan. Yang lebih penting adalah membantu melonggarkan lapisan minyak terlebih dahulu agar lebih mudah terangkat.
Hack Membersihkan Saringan Tudung Saji
Trik ini lebih cocok diterapkan pada tudung saji berbahan stainless steel atau logam sejenis. Jika menggunakan tudung saji lipat berbahan jaring nilon atau polyester, gunakan air hangat saja dan hindari air yang terlalu panas agar serat jaring tidak berubah bentuk.
Bahan/alat
- Air hangat sekitar 50–60°C (cukup panas saat disentuh, tetapi bukan air mendidih)
- Sabun cuci piring
- 1–2 sdm baking soda (opsional jika kerak cukup tebal)
- Spons lembut atau sikat berbulu halus
- Lap kering
Langkah
1. Lepaskan bagian saringan jika desain tudung saji memungkinkan. Jika tidak bisa dilepas, letakkan tudung saji di dalam wadah yang cukup besar.
2. Campurkan air hangat dengan sabun cuci piring. Untuk kerak yang lebih tebal, tambahkan baking soda lalu aduk hingga larut.
3. Rendam bagian saringan selama sekitar 10–15 menit - agar lapisan minyak mulai melunak.
4. Gosok perlahan menggunakan spons atau sikat berbulu halus mengikuti arah jaring. Hindari menyikat terlalu keras karena sambungan kawat bisa berubah bentuk.
5. Bilas menggunakan air bersih hingga tidak ada sisa sabun maupun baking soda.
6. Lap hingga kering atau angin-anginkan sebelum digunakan kembali agar tidak menyisakan kelembapan.
Kenapa Tidak Perlu Disikat Terlalu Keras?
Banyak yang mengira kerak hanya bisa hilang jika digosok kuat-kuat. Padahal, lapisan yang menempel pada saringan sebagian besar terdiri dari lemak yang sudah mengering.
Air hangat membantu membuat minyak menjadi lebih encer, sedangkan sabun cuci piring bekerja mengikat lemak agar lebih mudah terangkat saat dibilas. Jika kerak sudah lebih lunak, spons atau sikat hanya berfungsi membantu melepaskan sisa kotoran, bukan mengikis permukaan logam.
Dengan cara ini, risiko jaring penyok atau sambungan kawat longgar juga bisa dikurangi.
Tips agar Tudung Saji Tidak Cepat Berminyak
Membersihkan tudung saji akan lebih mudah jika kerak belum sempat menumpuk.
- Bersihkan permukaan saringan setidaknya seminggu sekali jika sering dipakai.
- Jangan menyimpan tudung saji dalam keadaan masih basah.
- Jika terkena cipratan minyak saat memasak, segera lap setelah permukaannya dingin.
- Simpan di tempat yang kering agar tidak mudah muncul bau tengik maupun jamur.
FAQ
1. Apakah baking soda wajib digunakan saat membersihkan saringan tudung saji?
Tidak wajib. Untuk noda minyak ringan, air hangat dan sabun cuci piring biasanya sudah cukup. Baking soda lebih membantu jika kerak minyak sudah menumpuk dan sulit terangkat.
2. Bolehkah menggunakan air mendidih agar kerak lebih cepat hilang?
Sebaiknya tidak perlu. Air hangat sekitar 50–60°C umumnya sudah cukup membantu melunakkan lapisan minyak. Air mendidih berisiko membuat tangan terkena cipratan panas dan tidak memberikan perbedaan yang terlalu besar untuk kerak ringan.
3. Apakah saringan tudung saji stainless steel bisa dicuci dengan cuka?
Bisa, tetapi gunakan secukupnya dan jangan direndam terlalu lama. Cuka dapat membantu mengurangi bau minyak dan meluruhkan noda ringan, lalu bilas hingga bersih setelah digunakan.
4. Kenapa saringan cepat berminyak meski jarang dipakai menutup makanan?
Uap minyak dari proses menggoreng atau menumis bisa menyebar ke berbagai permukaan dapur, termasuk tudung saji yang berada di dekat kompor. Karena itu, lapisan minyak tetap dapat terbentuk meski tudung saji tidak digunakan setiap saat.
5. Seberapa sering saringan tudung saji perlu dibersihkan?
Jika digunakan hampir setiap hari, pembersihan ringan seminggu sekali sudah cukup untuk mencegah kerak menumpuk. Dengan begitu, proses membersihkannya akan jauh lebih mudah dibanding menunggu noda menjadi tebal dan lengket.