Brilio.net - Pemerintah melakukan penyesuaian mekanisme program makan bergizi gratis (MBG) menyambut bulan suci Ramadan 2026. Fokus utama perubahan ini menyasar pada siswa muslim di sekolah umum (SMA/Sederajat) yang menjalankan ibadah puasa. Alih-alih mendapatkan menu nasi hangat di siang hari, para siswa akan menerima paket makanan kering untuk dibawa pulang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa penyesuaian ini hanya berlaku bagi kelompok yang berpuasa.
"Untuk yang muslim yang berpuasa dikasih makanan kering. Hanya satu perubahan waktu, hanya SMA umum yang muslim itu ganti makanan kering," jelasnya pada Kamis (29/1) dikutip BrilioFood dari Liputan6, Jumat (30/1).
Sementara itu, kelompok balita dan ibu hamil tetap mendapatkan layanan makanan normal karena tidak diwajibkan berpuasa.
Mekanisme Distribusi dan Target Sasaran
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa paket makanan kering ini dibagikan pada siang hari saat jam sekolah berlangsung. Tujuannya adalah agar makanan tersebut dapat menjadi menu yang dibawa pulang dan disantap saat waktu berbuka tiba.
Berbeda dengan sekolah umum, bagi Satuan Pelayanan Gizi (SPG) di pondok pesantren, menu yang diberikan tetap berupa makanan normal (nasi dan lauk-pauk), namun waktu pelayanannya digeser ke sore hari menjelang buka puasa karena sifatnya yang menetap di lokasi.
Daftar Menu Paket Kering dan Manfaat Nutrisinya
Dadan Hindayana memberikan bocoran mengenai jenis makanan yang masuk dalam kategori paket kering ini. Pemilihan menu ini didasarkan pada ketahanan makanan serta nilai gizinya.
"Untuk yang puasa, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, ya kan, abon," urai Dadan Hindayana mengenai isi paket makanan kering tersebut.
Berikut adalah rinciannya beserta manfaat menu kering yang disebutkan Kepala BGN bagi tubuh saat berbuka puasa:
- Kurma: Mengandung gula alami (fruktosa dan glukosa) yang cepat diserap tubuh untuk mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa.
- Telur (Rebus, Asin, atau Pindang): Sumber protein berkualitas tinggi yang penting untuk perbaikan sel otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Pengolahan menjadi telur asin atau pindang juga membuat masa simpan lebih awet.
- Abon: Sumber protein hewani yang praktis dan tahan lama. Abon sangat efektif sebagai pendamping karbohidrat untuk mencukupi kebutuhan kalori harian.
- Susu: Menyediakan kalsium dan cairan untuk membantu rehidrasi tubuh serta menjaga kepadatan tulang.
- Buah: Memberikan asupan vitamin, mineral, dan serat yang mendukung kelancaran sistem pencernaan selama transisi makan saat Ramadan.