Brilio.net - Kangkung termasuk sayuran yang paling sering muncul di meja makan Indonesia — harganya terjangkau, mudah didapat, dan bisa diolah jadi berbagai hidangan. Di balik popularitasnya, kangkung juga menyimpan nutrisi yang tidak main-main. Sayuran berwarna hijau ini diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan sistem pencernaan, sekaligus melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung.
Sayangnya, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian saat menyiapkan kangkung: parasit yang bersarang di dalamnya.
Mengapa Kangkung Rentan Ditempati Ulat dan Serangga?
Kangkung adalah tanaman yang tumbuh di lingkungan lembap — baik di air maupun di tanah basah. Kondisi inilah yang membuatnya menjadi tempat yang nyaman bagi hama seperti ulat, lintah, cacing, hingga telur parasit. Ketika dipanen, hama-hama ini sering kali tidak ikut terbuang begitu saja.
Yang membuat situasinya lebih rumit, batang kangkung cenderung besar dan berongga. Bagian dalam batang inilah yang kerap menjadi tempat persembunyian ulat dan serangga kecil — tidak terlihat dari luar, tapi tetap ada.
Mengapa Garam Saja Belum Cukup?
Merendam kangkung dalam air garam memang sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Cara ini memang membantu, tapi tidak selalu menjangkau bagian terdalam batang kangkung yang berongga. Akibatnya, ada kemungkinan cacing atau parasit kecil tetap bersarang di sana meski sayuran sudah direndam cukup lama.
Solusinya? Tambahkan cuka makan ke dalam rendaman.
Sifat asam pada cuka bekerja dengan cara mengganggu sistem pernapasan serangga kecil dan meluruhkan lendir yang digunakan parasit untuk menempel pada serat sayuran. Kombinasi garam dan cuka menciptakan larutan yang jauh lebih agresif dalam mengusir hama dibanding garam saja.
"Agar bebas dari berbagai hewan kecil yang berbahaya, seperti cacing, lintah, telur cacing, dan parasit lainnya yang berbahaya bagi kesehatan," jelas pemilik kanal YouTube delicious foods feroyzi, dikutip BrilioFood, Kamis (2/4/2026).
Pilih Cuka yang Tepat
Tidak semua cuka memberikan hasil yang sama. Beberapa pilihan yang bisa digunakan:
- Cuka makan putih — paling umum tersedia dan cukup efektif
- Cuka apel — sedikit lebih lembut, cocok jika khawatir soal bau
- Hindari cuka sintetis berkualitas rendah — kadar asamnya tidak stabil dan bisa mempengaruhi rasa sayuran
Cara Membersihkan Kangkung dari Ulat dan Parasit
Bahan yang dibutuhkan:
- Kangkung secukupnya
- Air bersih 1,5 liter (sesuaikan dengan jumlah kangkung)
- 2–3 sdm garam kasar
- 2 sdm cuka makan
Langkah-langkahnya:
1. Siangi dan potong batang kangkung terlebih dahulu
foto: YouTube/delicious foods feroyzi
Petik bagian daun, lalu potong-potong batangnya. Memotong batang sebelum direndam sangat penting — potongan terbuka memudahkan larutan masuk ke bagian dalam dan mendorong parasit yang bersarang untuk keluar.
2. Buat larutan rendaman
foto: YouTube/delicious foods feroyzi
Masukkan kangkung ke dalam baskom. Tuang air bersih hingga seluruh kangkung terendam sempurna. Tambahkan 2–3 sendok makan garam kasar — pilih garam kasar karena kadar garamnya lebih tinggi dibanding garam halus. Lalu tambahkan 2 sendok makan cuka makan. Aduk perlahan hingga kedua bahan larut merata.
3. Rendam selama 15–20 menit
Biarkan kangkung terendam selama 15 hingga 20 menit. Semakin asam dan asin larutan rendamannya, semakin cepat kotoran dan parasit luruh ke air. Jangan terburu-buru mempersingkat waktu rendaman karena proses ini yang paling krusial.
"Jadi proses perendaman ini gunanya untuk membunuh segala jenis parasit yang terdapat pada sayur kangkung," jelasnya.
4. Bilas di bawah air mengalir
foto: YouTube/delicious foods feroyzi
Setelah direndam, angkat kangkung dan bilas satu per satu di bawah air mengalir. Bilas dengan teliti agar sisa kotoran, ulat, maupun larutan garam-cuka benar-benar hilang. Tiriskan menggunakan saringan.
5. Perhatikan air bekas rendaman
foto: YouTube/delicious foods feroyzi
Ini bagian yang cukup mengejutkan sekaligus membuktikan efektivitas cara ini: air sisa rendaman akan tampak keruh dan kotor, bahkan di bagian dasarnya bisa ditemukan endapan ulat dan cacing kecil yang sudah keluar dari batang kangkung.
Tips Memilih Kangkung yang Lebih Aman Sejak Awal
Proses membersihkan kangkung bisa lebih ringan jika memilih sayuran yang tepat saat berbelanja:
- Pilih kangkung dengan batang yang tidak terlalu tebal dan besar, karena batang lebih kecil memiliki rongga lebih sempit sehingga lebih sedikit ruang untuk hama bersarang
- Perhatikan bagian ujung batang — jika ada lubang kecil atau bekas gigitan, kemungkinan besar ada serangga di dalamnya
- Kangkung yang daunnya terlalu berlubang atau compang-camping biasanya sudah lama terpapar hama
Berapa Lama Kangkung Bisa Disimpan Setelah Dibersihkan?
Kangkung yang sudah dibersihkan sebaiknya langsung diolah. Jika ingin disimpan, masukkan ke dalam wadah tertutup atau bungkus dengan kain lembap, lalu simpan di lemari pendingin. Dalam kondisi seperti ini, kangkung masih layak dikonsumsi dalam waktu 1–2 hari. Lebih dari itu, tekstur dan kualitas gizinya mulai menurun.
FAQ Membersihkan Kangkung
1. Apakah kangkung yang sudah direndam garam dan cuka masih perlu dicuci lagi dengan air matang sebelum dimakan?
Jika kangkung akan dimasak hingga matang, bilasan dengan air mengalir sudah cukup. Namun jika kangkung akan dikonsumsi mentah (misalnya untuk lalapan), bilas ekstra dengan air matang untuk memastikan tidak ada sisa cuka atau kotoran yang tertinggal.
2. Apakah cara ini juga bisa digunakan untuk sayuran lain selain kangkung?
Ya, metode rendaman garam dan cuka ini cukup fleksibel. Sayuran berdaun lebar seperti bayam, sawi, dan selada yang juga rentan terhadap parasit bisa dibersihkan dengan cara serupa. Sesuaikan takaran dengan jumlah sayuran yang direndam.
3. Apakah cuka makan berpengaruh pada rasa kangkung setelah dimasak?
Tidak, selama kangkung dibilas bersih di bawah air mengalir, sisa rasa asam dari cuka tidak akan terasa saat kangkung dimasak. Pemasakan dengan suhu tinggi juga menghilangkan sisa aroma cuka sepenuhnya.
4. Bagaimana jika tidak punya cuka? Apakah ada bahan pengganti yang sama efektifnya?
Air perasan jeruk nipis bisa menjadi alternatif karena mengandung asam sitrat yang bekerja dengan prinsip serupa. Gunakan perasan 2–3 buah jeruk nipis sebagai pengganti 2 sendok makan cuka. Efektivitasnya tidak jauh berbeda dan tidak meninggalkan bau menyengat.
5. Apakah merendam kangkung terlalu lama (lebih dari 20 menit) bisa merusak kualitasnya?
Perendaman terlalu lama justru bisa membuat tekstur kangkung menjadi lembek dan layu sebelum dimasak, serta berpotensi mengurangi kandungan vitamin yang larut dalam air. Rentang 15–20 menit adalah waktu yang sudah optimal — cukup untuk membunuh parasit tanpa mengorbankan kualitas sayurannya.