Brilio.net - Kutu beras sering muncul tanpa disadari dan membuat stok beras di rumah jadi terasa kurang nyaman digunakan. Biasanya kutu muncul karena beras disimpan terlalu lama, kondisi wadah terlalu lembap, atau tempat penyimpanan jarang dibersihkan. Kalau dibiarkan, kutu bisa berkembang biak dengan cepat dan membuat beras tampak kotor, berbau apek, bahkan menggumpal.

Banyak orang mencoba berbagai cara untuk mengatasi masalah ini, mulai dari menjemur beras hingga memindahkannya ke wadah baru. Namun ternyata ada bahan dapur sederhana yang cukup sering dipakai sebagai cara alami untuk membantu mengusir kutu beras, yaitu daun salam.

Aroma khas dari daun salam dipercaya tidak disukai kutu sehingga membantu menjaga beras tetap lebih bersih selama penyimpanan. Cara ini juga dianggap lebih praktis karena tidak membutuhkan bahan kimia tambahan yang berisiko mengenai bahan makanan.

Dikutip BrilioFood dari akun TikTok @mieconiaa, penggunaan daun salam cocok dicoba untuk membantu mengurangi kemunculan kutu beras di rumah. Selain mudah ditemukan di dapur, daun salam juga lebih aman digunakan untuk penyimpanan bahan makanan sehari-hari.

Kenapa Kutu Beras Bisa Muncul?

Sebelum mencoba mengusirnya, penting juga mengetahui penyebab kutu beras muncul agar masalah tidak terus berulang.

Beberapa penyebab paling umum antara lain:

- Beras disimpan terlalu lama tanpa sirkulasi udara baik
- Wadah penyimpanan lembap atau jarang dibersihkan
- Beras baru dicampur dengan stok lama
- Tutup wadah tidak rapat sehingga kutu mudah berkembang
- Ada telur kutu yang sudah terbawa sejak proses distribusi beras

Kutu beras sebenarnya bisa muncul meski beras terlihat bersih saat dibeli. Dalam kondisi hangat dan lembap, telur kutu dapat menetas lebih cepat.

Langkah Mengusir Kutu Beras dengan Daun Salam

Cara memakai daun salam untuk membantu mengusir kutu beras cukup mudah dan tidak memerlukan alat khusus. Berikut caranya dari TikTok @mieconiaa, dikutip BrilioFood, Jumat (15/5/2026).

1. Siapkan daun salam kering

Gunakan beberapa lembar daun salam yang bersih dan benar-benar kering. Hindari daun yang masih basah karena bisa menambah kelembapan di dalam wadah beras.

2. Pastikan wadah beras dalam kondisi kering

Sebelum digunakan, bersihkan wadah penyimpanan terlebih dahulu lalu lap sampai benar-benar kering. Wadah yang lembap bisa mempercepat munculnya kutu dan jamur.

3. Masukkan daun salam ke dalam beras

cara mengusir kutu beras
© 2026 /TikTok @mieconiaa

Selipkan daun salam di beberapa bagian wadah agar aromanya menyebar merata. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan kutu berkumpul di satu area tertentu.

4. Tutup wadah dengan rapat

cara mengusir kutu beras
© 2026 /TikTok @mieconiaa

Pastikan wadah penyimpanan tertutup rapat supaya udara lembap dan serangga dari luar tidak mudah masuk.

5. Ganti daun salam secara berkala

Aroma daun salam akan berkurang seiring waktu. Karena itu, sebaiknya ganti daun setiap 1 sampai 2 minggu agar efek aromanya tetap terasa.

6. Jemur beras jika kutu sudah terlalu banyak

Kalau kutu terlanjur banyak, jemur beras terlebih dahulu di bawah sinar matahari selama beberapa jam. Setelah itu simpan kembali bersama daun salam baru.

Tips Agar Beras Tidak Mudah Berkutu

Selain memakai daun salam, ada beberapa kebiasaan sederhana yang membantu menjaga beras tetap awet dan bebas kutu lebih lama.

- Simpan di tempat kering

Hindari menaruh wadah beras dekat area lembap seperti bawah wastafel atau dekat kompor.

- Gunakan wadah kedap udara

Wadah tertutup rapat membantu menghambat perkembangan kutu dan menjaga kualitas beras.

- Jangan mencampur beras lama dan baru

Mencampur stok lama dengan baru bisa mempercepat penyebaran kutu jika beras lama sudah terkontaminasi.

- Bersihkan wadah secara rutin

Sisa beras yang menempel di sudut wadah bisa menjadi tempat berkembangnya telur kutu.

- Gunakan centong yang kering

Centong basah dapat meningkatkan kelembapan di dalam wadah penyimpanan.

- Tambahan penting

Untuk stok beras dalam jumlah banyak, sebaiknya beli secukupnya saja untuk pemakaian 1–2 bulan. Semakin lama beras disimpan, risiko munculnya kutu biasanya semakin tinggi.

Apakah Cara Ini Benar-Benar Efektif?

Daun salam memang cukup sering digunakan sebagai pengusir serangga alami karena aromanya yang kuat. Meski begitu, cara ini lebih efektif untuk membantu mencegah dan mengurangi kutu, bukan membasmi total dalam jumlah besar.

Kalau infestasi kutu sudah parah, membersihkan wadah, menjemur beras, dan memilah beras tetap perlu dilakukan agar hasilnya lebih maksimal.

Metode alami seperti ini cocok dipakai sebagai langkah perawatan rutin supaya beras lebih awet selama penyimpanan.

FAQ

1. Kenapa daun salam bisa membantu mengusir kutu beras?

Daun salam memiliki aroma alami yang cukup kuat dan tidak disukai kutu sehingga membantu mengurangi keberadaannya di tempat penyimpanan beras.

2. Apakah aroma daun salam memengaruhi rasa nasi?

Biasanya tidak. Aroma daun salam cenderung ringan dan tidak terlalu memengaruhi rasa nasi setelah dimasak.

3. Berapa banyak daun salam yang dibutuhkan?

Sekitar 3 sampai 5 lembar daun salam untuk wadah beras ukuran sedang sudah cukup membantu.

4. Apakah daun salam bisa langsung membunuh kutu?

Tidak secara langsung. Daun salam lebih berfungsi membantu mengusir dan mencegah kutu datang kembali.

5. Bolehkah memakai daun salam segar?

Sebaiknya gunakan daun salam kering agar tidak menambah kelembapan di dalam wadah penyimpanan.

6. Apakah beras berkutu masih aman dimakan?

Selama tidak berbau menyengat, tidak berjamur, dan masih dalam kondisi baik, beras umumnya masih bisa digunakan setelah kutunya dibersihkan.

7. Kenapa kutu tetap muncul meski wadah sudah tertutup?

Kemungkinan telur kutu sudah ada sejak awal pada beras yang dibeli sehingga tetap bisa menetas saat disimpan.

8. Selain daun salam, bahan alami apa yang sering dipakai?

Sebagian orang juga memakai bawang putih, cengkeh, atau daun jeruk untuk membantu mengurangi kutu beras secara alami.

9. Apakah beras perlu disimpan di kulkas?

Untuk stok kecil, menyimpan beras di kulkas bisa membantu memperlambat perkembangan kutu karena suhu dingin kurang disukai serangga.

10. Kapan wadah beras perlu dicuci total?

Idealnya setiap stok beras habis atau minimal sebulan sekali agar sisa kutu dan debu tidak menumpuk.


Penulis: Anggita Cahya Rosdiana

Bio: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang yang memiliki pengalaman dalam penulisan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan, serta aktif menulis artikel blog pribadi. Beberapa tulisan mengangkat topik kopi, seperti robusta dan arabika, sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, tertarik mengembangkan penulisan pada topik kuliner dan lifestyle, serta memiliki ketertarikan pada bidang komunikasi digital.