Brilio.net - Sudah bukan rahasia lagi kalau sayuran hijau adalah gudangnya serat. Selain bayam yang populer, ada daun kenikir yang nggak kalah sakti manfaatnya. Melansir dari WebMD, daun kenikir ternyata kaya akan protein, vitamin B, vitamin C, hingga kalsium. Sayang banget kan kalau sayuran bernutrisi ini dilewatkan begitu saja?
Daun kenikir bisa disulap jadi berbagai menu lezat, mulai dari oseng, urap, sampai gulai. Namun, tantangannya adalah proses perebusan. Kalau caranya salah, daun kenikir bisa berubah warna jadi kecokelatan yang kurang selera atau malah teksturnya alot saat dikunyah.
Supaya daun kenikir kamu tetap cantik dan empuk, kamu bisa menyontek trik dari pengguna YouTube Fau Fau. Cara ini dijamin bikin hasil rebusan tampak segar layaknya hidangan restoran.
Kunci Utama: Garam dan Alat Masak yang Tepat
Melalui kanal YouTube-nya, Fau Fau membagikan pengalamannya saat menyiapkan satu ikat daun kenikir untuk lalapan. Langkah pertamanya adalah mendidihkan sekitar 1 liter air dalam wajan.
foto: YouTube/Fau Fau
Begitu air sudah mendidih, tambahkan 1 sendok makan garam. Menariknya, kamu nggak perlu menunggu garam sampai larut. Segera masukkan daun kenikir yang sudah dicuci bersih. Ternyata, pemilihan alat masak juga memegang peranan penting dalam teknik ini.
"Menurut saya selain garam juga karena panci. Kalau pakai panci yang lebar akan lebih empuk dan hijau. Karena pemanasan apinya lebih sempurna dibanding dengan panci tinggi 😁," ungkap Fau Fau dalam videonya dikutip BrilioFood, Kamis (5/2/2026).
Proses Perebusan Singkat
Setelah daun masuk, tutup wajan dan biarkan selama kurang lebih 3 menit saja. Waktu yang singkat ini sudah cukup untuk membuat daun kenikir empuk tanpa merusak warnanya. Segera angkat dan tiriskan begitu waktu habis.
foto: YouTube/Fau Fau
Setelah suhunya turun, peras daun menggunakan tangan untuk membuang sisa airnya. Sekarang, daun kenikir hijau cerah siap dinikmati sebagai lalapan segar atau diolah lebih lanjut sesuai selera.
foto: YouTube/Fau Fau
foto: YouTube/Fau Fau
FAQ Merebus Kenikir
1. Mengapa harus menggunakan wajan atau panci yang permukaannya lebar?
Panci yang lebar memungkinkan persebaran panas api lebih merata dan membuat seluruh bagian daun terendam air secara bersamaan, sehingga kematangannya lebih konsisten dibandingkan panci yang tinggi dan sempit.
2. Apakah rasa daun kenikir akan menjadi terlalu asin karena tambahan garam?
Tidak, garam di sini berfungsi untuk mengunci warna klorofil dan melunakkan serat daun. Sisa rasa asin akan hilang saat daun ditiriskan dan diperas.
3. Bolehkah merebus daun kenikir lebih dari 3 menit?
Sangat tidak disarankan. Merebus terlalu lama akan membuat daun menjadi terlalu lembek (overcooked) dan warna hijaunya akan memudar menjadi gelap atau kecokelatan.
4. Apa fungsi memeras daun kenikir setelah dingin?
Memeras daun bertujuan untuk membuang kandungan air berlebih yang terserap saat perebusan. Hal ini penting agar saat dicampur bumbu urap atau oseng, masakan tidak menjadi berair dan bumbu lebih meresap.
5. Apakah nutrisi daun kenikir akan hilang jika direbus?
Perebusan singkat (3 menit) adalah cara terbaik untuk meminimalkan hilangnya vitamin larut air seperti vitamin C dan B, sekaligus membuang sebagian senyawa yang menyebabkan rasa pahit berlebih.