Brilio.net - Jamur kancing adalah salah satu bahan masakan yang paling serbaguna. Teksturnya kenyal, rasanya gurih, dan bisa masuk ke hampir semua jenis masakan — mulai dari tumisan rumahan, sup krim, pasta, hingga topping pizza. Tak heran kalau jamur ini juga jadi favorit para vegetarian sebagai pengganti daging.

Tapi sebelum jamur kancing sampai ke wajan, ada satu tahap yang sering dilakukan dengan cara yang kurang tepat: proses membersihkannya.

Banyak orang berpikir jamur perlu dikupas dulu sebelum dicuci, mirip seperti kentang atau wortel. Ada juga yang merendamnya lama-lama dalam air supaya "benar-benar bersih". Padahal kedua kebiasaan ini justru bisa merusak kualitas jamur sebelum sempat dimasak.

Mengapa Jamur Kancing Tidak Boleh Dikupas?

foto: TikTok/@queerkunoichi

Lapisan luar jamur kancing bukan sekadar kulit biasa. Di sinilah tersimpan sebagian besar rasa umami alami dan senyawa antioksidan bernama ergothioneine yang baik untuk tubuh. Begitu dikupas, rasa jamur ikut berkurang dan teksturnya pun jadi lebih mudah hancur saat dimasak.

Selain itu, jamur kancing mengandung sekitar 90% air di dalam selnya. Ini yang membuat jamur sangat mudah menyerap cairan dari luar — termasuk air cucian. Kalau terlalu lama kontak dengan air, sel-sel jamur mulai pecah dari luar dan hasilnya jamur jadi lembek bahkan sebelum masuk ke wajan.

Cara Tepat Membersihkan Jamur Kancing

Ada dua metode yang bisa dipilih tergantung kondisi jamur yang dibeli. Berikut penjelasannya, dikutip dari TikTok @queerkunoichi.

Langkah 1 — Cek kondisi jamur terlebih dahulu

Kalau jamur kancing dibeli di supermarket, kondisinya biasanya sudah cukup bersih karena sudah melalui proses pengemasan. Kotoran yang menempel pun biasanya hanya debu tipis atau sedikit tanah.

Langkah 2a — Bersihkan dengan tisu dapur (untuk jamur yang sudah bersih)

foto: TikTok/@queerkunoichi

Cukup lap permukaan jamur menggunakan tisu dapur secara perlahan dan merata. Cara ini efektif mengangkat kotoran ringan sekaligus menjaga kualitas jamur tetap prima karena tidak ada air yang terserap sama sekali.

Langkah 2b — Cuci dengan air jika diperlukan (untuk jamur yang lebih kotor)

foto: TikTok/@queerkunoichi

Siapkan semangkuk air bersih, masukkan jamur, lalu usap-usap bagian kulitnya secara perlahan. Bisa juga dibilas sebentar di bawah air mengalir untuk memastikan tidak ada tanah yang tersisa. Yang penting, jangan direndam dan jangan terlalu lama.

Langkah 3 — Keringkan segera

foto: TikTok/@queerkunoichi

Setelah dicuci, langsung keringkan jamur menggunakan tisu dapur. Jangan dibiarkan basah terlalu lama di suhu ruang.

Langkah 4 — Langsung masak, jangan ditunda

Ini bagian yang paling sering diabaikan. Jamur yang sudah dicuci harus segera dimasak.

"JANGAN mencuci jamur kalau masaknya masih besok-besoknya/disimpen dulu di kulkas. Abis cuci harus lgsg masak yaa," jelas akun TikTok @queerkunoichi dalam kolom komentarnya.

Menyimpan jamur dalam kondisi basah — bahkan di kulkas sekalipun — mempercepat proses pembusukan, membuat teksturnya makin lembek, dan warnanya bisa berubah menghitam.

Tips Menyimpan Jamur Kancing agar Tahan Lebih Lama

Kalau jamur belum akan dimasak dalam waktu dekat, simpan dalam kondisi kering dan belum dicuci. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

- Simpan dalam kantong kertas, bukan plastik. Kantong kertas menyerap kelembapan berlebih sehingga jamur tidak cepat lembab
- Jauhkan dari bahan makanan berbau kuat seperti bawang atau durian — jamur mudah menyerap aroma di sekitarnya
- Gunakan dalam 3–5 hari setelah dibeli untuk hasil terbaik
- Cuci baru sesaat sebelum jamur siap dimasak

Tips Memasak Jamur Kancing agar Tidak Lembek dan Berair

Membersihkan dengan benar saja belum cukup kalau cara memasaknya juga kurang tepat. Ini beberapa hal yang perlu diperhatikan di dapur:

- Pastikan wajan sudah benar-benar panas sebelum jamur masuk. Wajan yang panas langsung menciptakan reaksi karamelisasi dan mencegah jamur mengeluarkan terlalu banyak air
- Jangan memasukkan jamur terlalu banyak sekaligus — wajan yang terlalu penuh menurunkan suhu dan membuat jamur justru "direbus" di dalam airnya sendiri
- Tambahkan garam di akhir proses memasak, bukan di awal. Garam yang ditambahkan terlalu dini akan menarik air dari dalam jamur lebih cepat

FAQ

1. Apakah jamur kancing yang dibeli di pasar tradisional perlu perlakuan berbeda dibanding yang dari supermarket?

Ya. Jamur dari pasar tradisional biasanya lebih kotor karena penanganannya kurang steril. Metode cuci dengan air mengalir lebih disarankan, tapi tetap dilakukan cepat dan segera dikeringkan setelahnya.

2. Bolehkah jamur kancing direndam dalam air garam untuk membunuh bakteri?

Sebaiknya tidak. Selain merusak tekstur karena menyerap terlalu banyak air, garam juga akan mengubah rasa alami jamur. Cukup bilas singkat dengan air bersih jika ingin lebih higienis.

3. Kenapa jamur kancing berubah warna jadi hitam atau kecokelatan setelah disimpan?

Perubahan warna ini terjadi akibat oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme, terutama jika jamur disimpan dalam kondisi lembap. Gunakan kantong kertas dan pastikan jamur kering sebelum disimpan.

4. Apakah jamur kancing yang sudah mulai menghitam masih aman dimakan?

Tergantung tingkatannya. Kalau hanya sedikit kecokelatan di bagian tepi, masih bisa digunakan asalkan tidak berbau. Tapi kalau sudah berlendir, berbau tidak sedap, atau menghitam merata, sebaiknya tidak dikonsumsi.

5. Apakah perlu membuang bagian batang jamur kancing sebelum dimasak?

Tidak perlu dibuang seluruhnya. Bagian ujung bawah batang yang sedikit kering atau mengeras bisa dipotong tipis, tapi batang jamur tetap bisa dimakan dan memiliki rasa yang sama dengan tudungnya.