Brilio.net - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membagikan pengalaman personal dari masa kecilnya saat tumbuh di wilayah pedesaan Kabupaten Grobogan. Pengalaman tersebut dijadikan cerminan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini serta latar belakang dorongan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengalaman Masa Kecil di Grobogan dan Konsumsi Telur

Sudaryono menceritakan latar belakang keluarganya yang terbiasa memanfaatkan hasil ternak sendiri di rumah. Ketersediaan ayam peliharaan sang ibu membuat pasokan telur selalu ada untuk dikonsumsi harian, meskipun akses terhadap jenis protein lain seperti ikan terbilang terbatas karena kondisi geografis wilayahnya.

Ia mengungkapkan pengalamannya secara langsung setelah resmi dilantik menjadi Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026) lalu.

"Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi. Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara ayam di rumah, sehingga memang gizi itu penting. Ya, gizi itu penting,” terang Sudaryono, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/7/2026). Hal ini ia sampaikan saat jumpa pers pasca pelantikan untuk menjelaskan perihal pentingnya pemenuhan gizi pada anak yang salah satunya bisa dipenuhi lewat konsumsi telur.

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

 

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden


Sudaryono melanjutkan, konsumsi telur dalam jumlah banyak tersebut sempat memberikan dampak fisik berupa timbulnya bisul sewaktu kecil. Meski demikian, ia menilai asupan rutin tersebut menjadi faktor utama pembentuk tumbuh kembang fisiknya hingga dewasa.

"Saya sendiri sekali lagi saya anak dari desa, yang kemudian ya ibu saya pelihara ayam di pojok-pojok rumah dan saya selalu makan itu sampai mohon maaf, sampai bisulan di mana-mana. Ya, dan saya merasa saya ini anak tumbuh kembang karena telur, ya. Karena ikan, ikan jarang lah ya, karena memang kita di Grobogan ini kan daerah jauh dari pantai. Itu sih kira-kira,” ujarnya kepada awak media.

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

 

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Pentingnya Intervensi Langsung Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Berdasarkan pengalaman hidupnya, Sudaryono menekankan bahwa upaya pemenuhan gizi masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan bentuk imbauan atau sosialisasi semata. Pemerintah perlu hadir secara nyata melalui tindakan langsung di lapangan, salah satunya lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, setiap keluarga memiliki tingkat kemampuan finansial yang berbeda-beda dalam menyediakan pangan bergizi, sehingga negara harus memfasilitasi kebutuhan nutrisi tersebut secara langsung.

"Kadang-kadang orang itu melihat kenyangnya karena memang kemampuannya, dan di sini adalah program MBG ini adalah sentuhan langsung program pemerintah yang langsung orang lapar dikasih makan, orang butuh gizi dikasih gizi, kan gitu. Tidak bisa kemudian hanya dikasih imbauan-imbauan gitu,” paparnya dalam kesempatan yang sama.

Dampak Program MBG Terhadap Pemulihan Ekonomi Lokal

Selain memberikan jaminan pemenuhan nutrisi bagi anak-anak, program MBG dirancang untuk memberikan dampak berantai (multiplier effect) terhadap perekonomian di tingkat daerah. Pengadaan pasokan bahan pangan secara masif diyakini bakal menyerap hasil produksi pangan lokal secara optimal.

Sektor peternakan, perikanan, hingga pertanian di daerah diperkirakan menjadi pihak utama yang menerima manfaat dari rantai pasok program ini.

“… efeknya adalah dengan memberikan gizi, tapi efeknya adalah meng-absorb ekonomi lokal lah khususnya peternak, khususnya nelayan, khususnya kemudian petani kita di daerah,” terang pria kelahiran 1985 itu saat ditanya gambaran besar dan singkatnya tentang MBG di bawah kepemimpinannya ke depan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa tugas utama Badan Gizi Nasional (BGN)?

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan lembaga pemerintah yang dibentuk untuk mengoordinasikan, merumuskan, serta memimpin pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional di Indonesia.

2. Mengapa telur menjadi salah satu sumber protein utama yang direkomendasikan untuk anak?

Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah didapat dan kaya akan nutrisi penting seperti asam amino lengkap, vitamin A, D, B12, serta kolin yang berperan besar dalam mendukung perkembangan otak dan jaringan tubuh anak.

3. Bagaimana skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam memberdayakan ekonomi lokal?

Program MBG memanfaatkan bahan baku pangan seperti beras, telur, sayuran, daging, dan ikan yang dibeli langsung dari petani, peternak, serta nelayan lokal di sekitar area distribusi program.

4. Apakah mengonsumsi telur dalam jumlah banyak dapat menyebabkan bisulan?

Secara medis, bisulan disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Namun, individu yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadap protein telur dapat mengalami reaksi gatal pada kulit, yang jika digaruk berisiko menimbulkan infeksi sekunder.

5. Siapa saja kelompok masyarakat yang menjadi target sasaran Program Makan Bergizi Gratis?

Sasaran utama program MBG meliputi anak-anak sekolah (jenjang PAUD hingga SMA/sederajat), balita, ibu hamil, serta ibu menyusui guna menekan angka masalah kurang gizi dan tengkes (stunting).