Brilio.net - Lap dapur yang dipakai mengelap minyak goreng atau sisa makanan bisa menyimpan aroma meski sudah masuk cucian. Kadang kain memang terlihat bersih setelah dicuci, tetapi saat sudah kering atau kembali digunakan, bau minyak masih terasa.

Kondisi ini tidak selalu berarti lap perlu diberi lebih banyak pewangi. Bisa jadi masih ada sisa minyak yang tertinggal di serat kain, atau cara mencuci dan mengeringkannya membuat residu tersebut belum terangkat dengan baik.

Kenapa lap dapur masih bau minyak setelah dicuci?

Minyak yang masuk ke serat kain tidak selalu langsung hilang hanya dengan dibilas menggunakan air. Lap yang sangat berminyak juga bisa membutuhkan perlakuan awal sebelum masuk ke pencucian utama.

Selain sisa minyak, kelembapan yang tertinggal setelah mencuci bisa membuat aroma pada kain semakin terasa. Karena itu, sumber bau sebaiknya dicari terlebih dahulu daripada hanya menutupinya dengan pewangi.

5 Penyebab lap dapur masih bau minyak setelah dicuci

1. Lap langsung dicuci saat masih sangat berminyak

Lap yang digunakan untuk menyerap minyak dalam jumlah banyak sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke mesin cuci. Minyak berlebih yang masih menempel bisa membuat proses pencucian lebih berat.

Sisa minyak juga bisa berpindah ke bagian kain lain selama proses pencucian. Sebelum dicuci, singkirkan dulu minyak yang masih terlihat atau terasa pada permukaan lap.

2. Residu minyak masih tertinggal di serat

Kain bisa terlihat bersih tetapi masih menyimpan sedikit residu minyak di dalam serat. Residu tersebut dapat membuat aroma minyak muncul kembali setelah kain kering.

Karena itu, lap yang sudah dicuci tetapi masih berbau perlu mendapat perhatian pada bagian yang sebelumnya terkena banyak minyak. Jangan hanya mengandalkan pewangi untuk mengatasi aroma tersebut.

3. Lap dicuci terlalu penuh dalam satu waktu

Terlalu banyak kain dalam satu cucian membuat ruang gerak air dan larutan pencuci menjadi lebih terbatas. Kondisi ini bisa membuat proses pencucian kurang optimal, terutama jika lap yang dicuci memiliki banyak sisa minyak.

Pisahkan lap yang sangat berminyak dari kain dapur yang hanya terkena kotoran ringan. Lap dapur yang kotor juga sebaiknya tidak dicampur begitu saja dengan pakaian.

4. Lap tidak dibilas dan dikeringkan dengan baik

Lap yang selesai dicuci tetapi masih lembap bisa menyimpan aroma yang kurang segar. Sisa minyak, kelembapan, atau residu dari proses pencucian dapat membuat bau kembali terasa.

Setelah dicuci, pastikan lap benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Jangan menumpuk lap dalam kondisi masih lembap.

5. Residu sudah terlalu lama menumpuk

Lap yang digunakan berulang kali tanpa dicuci dengan baik bisa menyimpan residu dari minyak dan makanan. Semakin lama residu tertinggal, semakin sulit kain dibersihkan hanya dengan pencucian biasa.

Jika bau terus kembali setelah beberapa kali dicuci dengan benar, kondisi kain juga perlu diperhatikan. Bisa jadi lap sudah terlalu sulit dibersihkan dan lebih baik diganti.

Bedakan bau minyak, tengik, dan apek pada lap

Bau yang muncul pada lap dapur tidak selalu sama. Mengenali karakter aromanya bisa membantu menentukan bagian mana dari proses pencucian yang perlu diperbaiki.

Bau yang TerasaKemungkinan PenyebabFokus Penanganan
Seperti minyak gorengResidu minyak masih tertinggalKurangi minyak sebelum dicuci
Bau tengikResidu minyak atau makanan sudah lama menempelCuci lebih menyeluruh dan jangan simpan dalam kondisi lembap
Bau apekLap terlalu lama dalam kondisi lembapBilas dan keringkan sampai tuntas
Bau detergen menyengatResidu produk pencuci atau pewangiPerhatikan takaran dan proses pembilasan
Bau kembali setelah beberapa kali dicuciResidu sudah menumpuk atau kondisi kain mulai menurunPertimbangkan mengganti lap

 

Cara mencuci ulang lap dapur yang masih bau minyak

Kalau lap sudah dicuci tetapi aroma minyak masih terasa, tidak perlu langsung menggunakan banyak bahan tambahan. Coba ulang proses pencucian dengan fokus mengurangi minyak terlebih dahulu.

1. Pisahkan lap yang paling berminyak

Kelompokkan lap berdasarkan tingkat kotornya. Lap yang digunakan untuk menyerap banyak minyak sebaiknya dipisahkan dari lap yang hanya digunakan untuk mengelap permukaan atau tangan.

2. Singkirkan minyak berlebih

Buang atau serap minyak yang masih terlihat pada lap sebelum dicuci. Langkah ini membantu mengurangi jumlah minyak yang harus diangkat saat proses pencucian.

Jangan membilas minyak dalam jumlah banyak langsung ke saluran air jika masih bisa diserap atau dibuang terlebih dahulu.

3. Beri perlakuan awal pada bagian berminyak

Untuk bagian yang terkena minyak, gunakan sedikit sabun cuci piring sebagai perlakuan awal. Oleskan pada area tersebut, gosok perlahan, lalu bilas sebelum lap dicuci menggunakan detergen.

Sabun cuci piring cukup digunakan pada bagian yang membutuhkan perlakuan awal. Jangan menuangkannya dalam jumlah banyak langsung ke mesin cuci karena busanya bisa berlebihan.

4. Cuci menggunakan detergen

Masukkan lap ke dalam cucian setelah minyak berlebih dan perlakuan awal sudah ditangani. Gunakan detergen sesuai petunjuk pada kemasan dan pilih suhu air berdasarkan petunjuk perawatan kain.

Untuk lap yang memang tahan pencucian dengan air lebih panas, pilihan tersebut bisa digunakan sesuai label kain. Tidak semua bahan kain cocok dicuci dengan suhu tinggi.

5. Bilas sampai bersih

Pastikan tidak ada sisa detergen atau rasa licin pada kain setelah pencucian. Jika masih terasa licin atau aromanya terlalu kuat, perhatikan kembali takaran produk pencuci yang digunakan.

6. Keringkan sampai benar-benar kering

Segera keringkan lap setelah selesai dicuci. Jangan melipat atau menyimpannya ketika kain masih lembap.

Lap yang sudah benar-benar kering bisa disimpan di tempat yang bersih dan tidak terlalu lembap agar tidak mudah berbau.

Jangan lakukan ini saat mencuci lap yang bau minyak

Beberapa kebiasaan justru bisa membuat proses membersihkan lap menjadi kurang efektif. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum mencuci ulang.

KebiasaanKenapa Sebaiknya Dihindari
Langsung memasukkan lap yang sangat berminyak ke mesinMinyak berlebih ikut masuk ke proses pencucian
Menuangkan banyak sabun cuci piring ke mesinBisa menghasilkan busa berlebihan
Menambahkan pewangi terus-menerusPewangi tidak menghilangkan sumber residu minyak
Mencuci lap sangat kotor bersama pakaianMinyak dan kotoran bisa berpindah ke cucian lain
Melipat lap sebelum benar-benar keringKelembapan dapat membuat aroma kurang segar
Menggunakan air sangat panas tanpa melihat label kainSuhu tinggi tidak cocok untuk semua jenis kain

 

Kapan lap dapur sebaiknya diganti?

Tidak ada patokan waktu yang sama untuk semua lap dapur. Kondisi kain dan seberapa sering digunakan lebih penting untuk diperhatikan.

Lap sebaiknya mulai dipertimbangkan untuk diganti jika bau tetap kembali setelah dicuci dengan benar, serat terasa licin atau berminyak, kain mulai rusak, daya serap menurun, atau noda dan residunya sudah sulit dibersihkan.

Lap yang digunakan untuk membersihkan sisa makanan juga sebaiknya dicuci secara rutin. Jangan menunggu kain sampai berbau kuat sebelum dicuci dan dikeringkan.

FAQ

Apakah lap dapur yang bau minyak harus direndam semalaman?

Tidak selalu. Perlakuan awal pada bagian berminyak kemudian dilanjutkan dengan pencucian menggunakan detergen sudah bisa menjadi pilihan. Lama perendaman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kain dan petunjuk perawatannya.

Apakah sabun cuci piring bisa dipakai untuk mencuci lap dapur?

Sabun cuci piring bisa digunakan dalam jumlah sedikit sebagai perlakuan awal pada bagian yang terkena minyak. Namun, jangan menuangkannya dalam jumlah banyak ke mesin cuci karena dapat menghasilkan busa berlebihan.

Kenapa lap sudah wangi setelah dicuci tetapi beberapa jam kemudian kembali bau?

Kemungkinan masih ada residu yang tertinggal di serat kain. Pewangi dapat mengubah aroma untuk sementara, tetapi sumber bau tetap perlu dibersihkan.

Bolehkah lap dapur dicuci bersama pakaian?

Untuk lap yang sangat berminyak atau digunakan membersihkan sisa makanan, sebaiknya dicuci terpisah. Cara ini membantu mengurangi risiko minyak dan kotoran berpindah ke pakaian atau cucian lain.

Kapan lap dapur sebaiknya dibuang?

Lap bisa diganti jika sudah sulit dibersihkan, bau terus kembali meski sudah dicuci dengan baik, seratnya rusak, atau tidak lagi menyerap dengan baik. Kondisi kain lebih penting dijadikan patokan daripada menetapkan batas waktu tertentu.