Brilio.net - Memenuhi asupan nutrisi seimbang selama masa kehamilan adalah hal yang sangat krusial demi kesehatan ibu beserta janin. Rasa mual parah hingga hilangnya selera makan sama sekali tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi membahayakan kondisi kehamilan akibat malnutrisi.
Menariknya, penambahan MSG pada menu makanan sehari-hari rupanya bisa menjadi solusi jitu untuk mengembalikan nafsu makan ibu hamil yang hilang. Kok bisa?
Apa Itu MSG
Micin pada dasarnya adalah garam natrium dari asam glutamat. Asam amino non-esensial ini terbentuk secara alami di dalam tubuh. Asam glutamat alami juga berlimpah pada tomat, keju, daging, jamur, rumput laut, dan bahkan di dalam ASI. Pembuatan micin menggunakan proses fermentasi yang sangat mirip dengan cara membuat kecap atau yoghurt.
Bicara soal kualitas, Sasa MSG jelas menjadi pilihan micin terbaik saat ini. Sasa MSG terbuat dari apa? Dari tetes tebu alami. Proses fermentasinya berjalan higienis untuk menghasilkan protein glutamat alami. Keamanannya pun sudah sangat terjamin oleh berbagai lembaga. Ada Sertifikat HALAL MUI, MD-BPOM Kementerian Kesehatan, FDA-USA, hingga Sertifikat Kosher.
Konsumsi MSG Bagi Ibu Hamil
Sering beredar mitos bahwa konsumsi MSG saat hamil bisa membuat anak lahir menjadi bodoh. Anggapan tersebut sama sekali tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Riset Fernstrom pada tahun 2018 membuktikan fakta penting. MSG dari makanan tidak akan meningkatkan kadar glutamat di otak. Fungsinya juga tidak akan mengganggu kerja otak secara keseluruhan.
Tubuh manusia sudah dilengkapi sistem canggih berupa sawar darah otak. Sistem ini membatasi secara ketat masuknya glutamat dari darah menuju otak. Kecerdasan anak jauh lebih dipengaruhi oleh gizi selama hamil, stimulasi setelah lahir, dan lingkungan sekitar.
Foto: Shutterstock.com
Isu soal bahaya MSG bagi janin juga cuma mitos belaka. Tinjauan keamanan dari Walker dan Lupien pada tahun 2000 mempertegas hal ini. MSG tidak berkaitan dengan peningkatan kadar glutamat dalam ASI. Zat glutamat juga terbukti tidak mudah menembus plasenta menuju janin. Healthline dan FDA sepakat dengan temuan tersebut.
Konsumsi makanan ber-MSG dalam porsi normal saat hamil tidak mungkin membahayakan perkembangan bayi dalam kandungan. Selama respon tubuh normal dan tidak ada sensitivitas berlebih, ibu hamil tidak perlu merasa takut.
Manfaat MSG Bagi Ibu Hamil
Kelebihan utama micin ada pada kemampuannya menekan asupan garam dapur. MSG rupanya mengandung natrium yang jauh lebih sedikit ketimbang garam biasa. Perbandingannya berkisar 12 persen natrium pada MSG melawan 39 persen pada garam biasa. Menurut dr. Sonia Wibisono, MSG sangat membantu mengurangi konsumsi garam berlebih. Mengganti sebagian takaran garam dengan MSG adalah trik makan yang cerdas. Cara ini sangat ampuh untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah pembengkakan pada ibu hamil.
Foto: Shutterstock.com
Selain itu, rasa umami bisa menjadi solusi ampuh saat mual melanda. Ibu hamil sering mengalami perubahan rasa di mulut atau dysgeusia yang membuat makanan terasa hambar. Chef Martin Praja menyatakan bahwa MSG tidak mengubah rasa, justru memperkuat kelezatan aslinya. Rasa gurih yang kuat ini otomatis merangsang selera makan. Manfaat MSG juga bisa membuat Mulut dan lambung terangsang untuk memproduksi air liur serta cairan enzim pencernaan. Proses pencernaan menjadi sangat lancar dan nutrisi pun terserap maksimal ke dalam tubuh.
Batas Aman Konsumsi MSG Bagi Ibu Hamil
Walaupun WHO dan FDA menyatakan MSG aman sebagai bahan tambahan pangan, batas konsumsi MSG untuk ibu hamil harian tetap wajib diperhatikan. Ibu hamil sebaiknya membatasi jumlah asupan MSG agar tidak berlebihan. Batas maksimal yang disarankan adalah tidak lebih dari 1500 miligram per hari. Angka ini setara dengan takaran 1 sendok teh saja dalam sehari.
Cara Menjaga Gizi Ibu Hamil dan Makanan Yang Harus Dihindari
Makanan mentah atau setengah matang sangat berisiko membawa bakteri serta parasit berbahaya. Sushi dengan hidangan laut mentah, daging kurang matang, telur mentah, sampai susu yang tidak dipasteurisasi wajib dihindari agar tidak keracunan.
Ikan memang sangat bagus untuk asupan protein dan omega tiga. Namun, ikan tinggi merkuri seperti tuna sangat berbahaya dan harus dijauhi. FDA sangat menyarankan konsumsi 8 hingga 12 ons per minggu khusus untuk ikan rendah merkuri saja.
Foto: Shutterstock.com
Agar nutrisi tetap terjaga, perbanyaklah konsumsi makanan matang yang bergizi seimbang. Ubah jadwal makan menjadi 5 sampai 6 kali sehari dalam porsi serba kecil untuk menghindari mual.
Pilih juga makanan segar bersuhu sejuk seperti salad buah atau puding. Makanan dingin biasanya tidak memiliki aroma menyengat yang memicu mual. Apabila nasi terasa sulit dikunyah, ganti saja sumber karbohidratnya. Kentang, ubi, maupun roti bisa diandalkan sebagai pengganti energi yang lezat.