Brilio.net - Menjelang usia senja, mulai banyak penyakit yang menghampiri. Hal ini terjadi karena sistem tubuh yang bekerja tak efisien di usia produktif. Berbagai suplemen antibody pun kerap dikonsumsi agar tubuh tak mudah lemas. Apalagi jika pekerjaan sehari-hari kita menuntut energi yang lebih banyak dari yang kita siapkan.

Salah satu penyakit yang sering singgah ketika memasuki usia senja ialah penyakit sendi. Ada banyak penyakit sendi yang digolongkan menurut penyebabnya, tentu lebih baik mencegah daripada mengobati.

Bila menderita [enyakit sendi, salah satu alternatif pengobatan dengan mengonsumsi kerang hijau yang dipercaya mempunyai manfaat khusus untuk penyakit sendi. Apa itu kerang hijau? Perna Canaliculus atau kerang hijau berbibir berasal dari Selandia Baru. Namun sayangnya, kerang hijau tidak terkenal di negara aslinya. Namanya kian menonjol ketika di ekspor ke pasar makanan di Amerika. Berbagai penelitian pun dilakukan oleh ilmuwan tentang benda unik yang memiliki ciri khas garis hijau di kulitnya dan mempunyai bibir berwarna hijau.
 
Berbagai senyawa dengan sifat antioksidan, anti-hipertensi, bioadhesif dan anti-mikroba telah teridentifikasi dalam daging kerang. Fraksi lipid yang terkandung dalam kerang ini ternyata dapat melindungi perut kamu dari efek samping obat-obatan yang kamu konsumsi loh.

Bagaimana dengan manfaat kerang hijau pada penyakit sendi? Penelitian Coulson menuliskan hasil penelitiannya bahwa aktivitas anti-inflamasi dan kemampuan untuk memodulasi bakteri usus, membuat ekstrak kerang hijau ini bermanfaat untuk penyakit rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.

1. Memiliki Efek Anti Rematik

Berbagai penelitian pada kerang ini membuktilan bahwa efek anti rematik terkandung sangat kuat dalam daging kerang hijau. Selain itu, penghambatan enzim COX - enzim inflamasi adalah cara di mana kerang hijau bertindak untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Sebuah penelitian yang menyelidiki efek ekstrak hijau pada arthritis, melaporkan bahwa 75% pasien dengan rheumatoid arthritis atau osteoarthritis mengalami pengurangan rasa sakit dalam 1 bulan pengobatan.

Berbagai penelitian pada hewan dan uji klinis mengonfirmasi efek anti-rematik ekstrak kerang hijau berbibir. Ini menghambat peradangan dengan menghambat aktivitas enzim COX dan LOX dan juga melindungi perut dari bisul yang disebabkan oleh mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit yang digunakan untuk pengobatan arthritis.

2. Bekerja lebih baik daripada minyak ikan dalam mengurangi peradangan

Asam lemak omega 3 hadir dalam ekstrak lipid dari kerang hijau, terutama bertanggung jawab atas efek anti-inflamasi. Sebuah uji klinis dilakukan untuk membandingkan efek ekstrak kerang hijau dan minyak ikan pada osteoartritis-keduanya kaya akan sumber asam lemak omega 3.

Mereka yang menerima ekstrak kerang hijau berbibir menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang menerima minyak ikan. Mereka mengalami penurunan rasa sakit 89% dan peningkatan kualitas hidup 91%.

Dengan kata lain, penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kerang hijau memiliki efek antiinflamasi yang lebih kuat dibandingkan dengan minyak ikan yang kaya akan asam lemak omega 3. Juga terbukti bahwa Lyprinol, ekstrak yang dipatenkan dari kerang hijau lebih kuat daripada sumber kaya asam lemak omega 3 lainnya.


mgg/catarina lia