Brilio.net - Buat sebagian orang, petai jadi bahan yang bisa bikin masakan terasa lebih menggugah selera berkat aromanya yang khas. Selain dijadikan campuran tumisan atau sambal goreng, petai juga sering disantap langsung sebagai lalapan bersama sambal. Sayangnya, di balik cita rasanya yang digemari, petai termasuk bahan makanan yang gampang rusak kalau tidak disimpan dengan tepat. Kalau cuma diletakkan begitu saja di suhu ruang, petai bisa membusuk dan berulat hanya dalam waktu sekitar tiga hari.
Supaya petai kesayangan tidak cepat terbuang sia-sia, kamu bisa mencoba cara penyimpanan yang pernah dibagikan oleh kreator YouTube Easy Cooking. Lewat salah satu videonya, dia menunjukkan trik menyimpan petai kupas agar tetap segar meski tidak dimasukkan ke kulkas. Menariknya, cara ini diklaim bisa membuat petai tetap awet lebih dari seminggu, bahkan bisa mencapai dua minggu kalau dilakukan dengan benar.
Pastikan Petai Masih Segar Sebelum Disimpan
Sebelum masuk ke proses penyimpanan, kualitas petai yang dipakai juga menentukan seberapa lama hasilnya bisa bertahan. Petai yang masih segar biasanya punya kulit berwarna hijau cerah, dan seluruh bijinya tertutup rapat tanpa ada lubang sedikit pun. Kalau sudah ada bagian yang berlubang, kemungkinan besar sudah ada ulat di dalamnya, dan ini bisa memengaruhi petai lain yang disimpan bersamaan.
"Jika dibiarkan pete akan membusuk. Apalagi jika ada satu pete yang ada ulatnya, maka ulat akan segera menyebar memakan semua daging pete," terang YouTube Easy Cooking dikutip BrilioFood, Minggu (12/7/2026).
Karena itu, petai sebaiknya tidak disimpan bersama kulitnya. Selain mempercepat proses pembusukan, kulit yang masih menempel juga membuat teksturnya lebih mudah layu dan lembek.
Perbandingan Metode Penyimpanan Petai Kupas
Berikut gambaran umum daya tahan petai kupas berdasarkan cara penyimpanannya. Perkiraan ini sifatnya umum dan bisa berbeda tergantung kesegaran petai saat awal disimpan serta kondisi lingkungan sekitar.
| Metode Penyimpanan | Kondisi Penyimpanan | Risiko yang Mungkin Muncul | Perkiraan Daya Tahan |
|---|---|---|---|
| 🌡️ Suhu ruang, tanpa perlakuan khusus | Disimpan terbuka dan terkena udara bebas. | Petai lebih cepat busuk dan berisiko muncul ulat. | Sekitar 3 hari |
| 🧊 Kulkas biasa | Disimpan pada suhu dingin. | Aroma petai dapat menyebar ke bahan makanan lain dan mengurangi ruang penyimpanan. | Beberapa hari hingga sekitar 1 minggu |
| 🫙 Direndam minyak dalam wadah kedap udara (suhu ruang) | Petai terendam minyak dengan paparan udara yang sangat minim. | Gunakan wadah yang benar-benar bersih dan kering agar hasil penyimpanan lebih optimal. | Bisa lebih dari 1 minggu, bahkan hingga sekitar 2 minggu (sesuai pengalaman yang dibagikan) |
Cara Menyimpan Petai Kupas Tanpa Kulkas
1. Kupas Petai dan Siapkan Wadah Kedap Udara
foto: YouTube/Easy Cooking
Kupas seluruh kulit petai, lalu belah biji petai satu per satu. Masukkan petai yang sudah dibelah ke dalam wadah kedap udara yang juga tahan panas, lalu sisihkan terlebih dahulu.
2. Hangatkan Minyak Goreng dan Tuang ke Wadah Kaca
foto: YouTube/Easy Cooking
Hangatkan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak. Tidak perlu sampai mendidih, cukup sampai terasa hangat saja. Setelah itu, tuang minyak ke dalam wadah atau toples tebal berbahan kaca.
3. Rendam Petai hingga Terendam Sempurna, lalu Tutup Rapat
foto: YouTube/Easy Cooking
Pindahkan petai yang sudah dikupas ke dalam wadah berisi minyak hangat tadi, pastikan semua bagian petai terendam sempurna. Biarkan suhu minyak turun sampai benar-benar dingin, baru kemudian tutup wadah atau toplesnya dengan rapat.
Petai yang sudah direndam minyak ini bisa langsung diletakkan di suhu ruang tanpa perlu dimasukkan kulkas. Lapisan minyak yang membungkus petai membantu meminimalkan kontak langsung dengan udara, sehingga proses oksidasi bisa berjalan lebih lambat dan pertumbuhan mikroorganisme di permukaan petai turut lebih terhambat dibanding disimpan terbuka begitu saja. Dengan begitu, petai berpotensi tetap awet dan tidak mudah busuk hingga sekitar dua minggu.
Kapan Cara Ini Paling Cocok Digunakan?
- saat kondisi kulkas sedang penuh dan sulit menyisakan ruang khusus untuk petai
- kalau kamu ingin menghindari aroma petai menyebar dan menempel ke bahan makanan lain di kulkas
- ketika ingin menyetok petai lebih banyak tapi tetap bisa dipakai sewaktu-waktu
- saat sering memasak menu berbahan petai dan ingin proses penyimpanannya lebih praktis
FAQ
Apakah minyak bekas rendaman petai masih bisa dipakai untuk memasak?
Sebaiknya minyak ini digunakan khusus untuk merendam petai saja, bukan untuk keperluan memasak lain. Minyak yang sudah dipakai merendam bahan makanan mentah dalam waktu lama berisiko menurun kualitasnya kalau dipanaskan ulang.
Apakah wadah plastik bisa dipakai sebagai pengganti toples kaca?
Wadah kaca lebih disarankan karena lebih tahan terhadap panas saat minyak dituangkan dan cenderung lebih mudah dijaga kebersihannya dibanding plastik, yang bisa saja bereaksi terhadap suhu panas tertentu.
Bagaimana ciri petai yang sudah tidak layak dikonsumsi meski disimpan dengan cara ini?
Kalau muncul aroma tidak sedap yang berbeda dari aroma khas petai, teksturnya berubah sangat lembek, atau warnanya berubah signifikan menjadi kecokelatan, sebaiknya petai tidak digunakan lagi.
Apakah cara ini bisa diterapkan untuk petai yang belum dikupas?
Cara ini lebih optimal diterapkan pada petai yang sudah dikupas dan dibelah, karena kulit petai yang masih menempel justru bisa mempercepat proses pembusukan meski sudah direndam minyak.
Apakah rasa petai akan berubah setelah direndam minyak dalam waktu lama?
Ada kemungkinan petai sedikit menyerap aroma minyak yang digunakan, tapi secara umum rasa khas petai masih tetap terasa saat diolah kembali menjadi masakan.