Brilio.net - Mengepel lantai menjadi rutinitas yang hampir dilakukan setiap hari untuk menjaga rumah tetap bersih dan nyaman. Namun, hasil mengepel terkadang justru kurang memuaskan. Alih-alih terasa kesat, permukaan lantai malah licin atau muncul aroma kurang sedap beberapa saat setelah dibersihkan.

Masalah tersebut ternyata tidak selalu disebabkan oleh lantai yang kotor. Cara mengepel, kondisi kain pel, hingga cairan pembersih yang dipakai juga berpengaruh terhadap hasil akhirnya. Bahkan, penggunaan sabun secara berlebihan bisa meninggalkan residu yang membuat lantai terasa licin ketika mengering.

Selain itu, bau amis setelah mengepel juga kerap muncul akibat air pel yang sudah kotor, kain pel yang jarang dicuci, atau sisa minyak dan kotoran yang belum benar-benar terangkat. Karena itu, bukan hanya teknik mengepel yang perlu diperhatikan, tetapi juga bahan yang digunakan.

Banyak orang menambahkan sabun cuci piring maupun air panas ke dalam ember pel karena dianggap mampu membuat lantai lebih kesat. Sayangnya, jika takarannya berlebihan, campuran tersebut justru berpotensi meninggalkan lapisan tipis yang membuat lantai tetap licin.

Sebagai alternatif, pengguna YouTube Sha Kha Homey membagikan cara sederhana menggunakan dua bahan dapur yang mudah ditemukan, yaitu garam dan lemon atau jeruk nipis.

Trik mengepel lantai tanpa air panas dan sabun

Dilansir BrilioFood dari YouTube Sha Kha Homey pada Kamis (18/6), bahan yang dipakai hanyalah garam serta lemon atau jeruk nipis.

Bahan dan alat yang dibutuhkan

- 1 ember air bersih
- 1-2 sdm garam
- 1 buah lemon atau jeruk nipis
- Kain pel yang sudah dicuci bersih

Gunakan air perasan lemon atau jeruk nipis beserta kulitnya agar aroma segarnya lebih kuat.

Cara membuat cairan pel alami

1. Campurkan semua bahan

Masukkan garam ke dalam ember berisi air, lalu tambahkan air perasan lemon atau jeruk nipis. Masukkan pula kulit buahnya ke dalam ember agar wanginya lebih tahan lama.

2. Aduk hingga tercampur

Aduk larutan beberapa saat sampai garam larut merata di dalam air.

3. Gunakan langsung untuk mengepel

Celupkan kain pel ke dalam larutan tersebut, peras hingga tidak terlalu basah, lalu pel lantai seperti biasa. Tidak perlu menambahkan sabun atau cairan pembersih lainnya.

Kenapa garam dan jeruk nipis bisa membuat lantai lebih kesat?

Menurut penjelasan dalam video, kandungan asam alami pada lemon atau jeruk nipis membantu mengangkat minyak serta mengurangi jumlah kuman di permukaan lantai. Sementara itu, garam membantu meminimalkan sisa kotoran dan residu yang masih menempel.

Kombinasi keduanya membuat lantai terasa lebih bersih, kesat, sekaligus memberikan aroma segar yang bertahan lebih lama. Dengan demikian, permukaan lantai juga tidak mudah licin sehingga lebih nyaman dan aman digunakan sehari-hari.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mencoba trik ini

Meski memakai bahan alami, campuran garam dan jeruk nipis tidak selalu cocok untuk semua jenis lantai.

- Hindari penggunaan terlalu sering pada lantai berbahan marmer atau batu alam karena sifat asam dari jeruk nipis dapat memengaruhi lapisan permukaannya jika digunakan berulang.
- Selalu gunakan kain pel yang bersih agar bakteri dan bau tidak berpindah kembali ke lantai.
- Ganti air pel jika sudah terlihat keruh, terutama saat membersihkan area rumah yang luas.
- Peras kain pel hingga lembap, bukan terlalu basah, supaya lantai lebih cepat kering dan tidak meninggalkan bekas air.

Tips tambahan ini membuat cara yang dibagikan tetap aman diterapkan sekaligus membantu hasil mengepel menjadi lebih maksimal.

FAQ

1. Apakah garam bisa menggantikan cairan pembersih lantai?

Garam membantu mengurangi residu dan membantu proses pembersihan ringan. Namun, untuk noda membandel atau lantai yang sangat kotor, tetap diperlukan pembersihan yang lebih menyeluruh.

2. Bolehkah memakai jeruk nipis atau lemon, mana yang lebih baik?

Keduanya bisa digunakan. Lemon biasanya menghasilkan aroma yang lebih lembut, sedangkan jeruk nipis lebih mudah ditemukan dan memiliki kandungan asam yang hampir serupa.

3. Apakah cairan ini aman dipakai setiap hari?

Umumnya aman untuk lantai keramik. Namun, pada lantai marmer atau batu alam, sebaiknya tidak digunakan terlalu sering karena kandungan asam dapat memengaruhi lapisan permukaan.

4. Kenapa lantai tetap licin meski sudah dipel?

Penyebabnya bisa berasal dari residu sabun, kain pel yang kotor, atau minyak yang belum benar-benar terangkat dari permukaan lantai.

5. Apakah kulit lemon perlu dibuang setelah selesai mengepel?

Ya. Setelah selesai digunakan, buang kulit lemon dan ganti larutan dengan yang baru agar tidak menjadi sumber bau jika disimpan terlalu lama.