Brilio.net - Formalin sejatinya merupakan zat kimia yang diperuntukkan sebagai pengawet kayu, campuran disinfektan, hingga obat kutil. Namun sayangnya, zat ini kerap disalahgunakan oleh oknum pedagang nakal sebagai pengawet ikan segar agar tidak cepat busuk meskipun sudah mati selama berminggu-minggu. Formalin bekerja efektif menghambat mikroba pembusuk, sehingga ikan tetap terlihat segar dalam waktu lama.

Padahal, paparan formalin dalam jangka panjang sangat berbahaya bagi organ vital seperti hati, ginjal, otak, hingga jantung. Berdasarkan PERMENKES RI No.033 Tahun 2012, formalin bersifat karsinogenik yang dapat memicu risiko kanker.

Untuk mengantisipasi bahaya tersebut, proses deformalisasi atau pembersihan residu kimia sangat disarankan sebelum ikan dimasak. Menariknya, pembersihan ini bisa dilakukan hanya dengan satu bahan dapur yang sangat terjangkau.

Berdasarkan tutorial dari kanal YouTube Bunda Kabari, terdapat cara praktis membersihkan residu pengawet pada ikan laut.

"Biasanya ikan laut itu sudah dalam kondisi mati, ya. Walaupun sudah di es, ikan laut ini sering dikasih formalin oleh pedagang. Karena ikan laut sudah berminggu-minggu berada di nelayan dan sering di es dan juga diberi formalin agar tetap kenyal dan tetap segar sampai di tangan konsumen," terang Bunda Kabari, dikutip BrilioFood, Senin (26/1).

foto: YouTube/Bunda Kabari

Langkah Pembersihan Menggunakan Cuka Masak

Bahan utama yang dibutuhkan hanyalah cuka masak. Berikut urutan prosesnya:

1. Siapkan wadah berisi sekitar 500 ml air bersih.
2. Tambahkan 1 hingga 2 sendok makan cuka masak ke dalam air tersebut, lalu aduk hingga rata.

foto: YouTube/Bunda Kabari


3. Masukkan ikan yang sudah dicuci bersih dan dikeluarkan isi perutnya ke dalam larutan.
4. Rendam ikan selama kurang lebih 30 menit. Bunda Kabari menjelaskan, rendaman ini bertujuan untuk menghilangkan formalin di dalam ikan, jika ikan ini mengandung formalin.

foto: YouTube/Bunda Kabari


5. Setelah selesai, tiriskan ikan dan bilas kembali di bawah air mengalir untuk membuang sisa residu cuka dan pengawet.

foto: YouTube/Bunda Kabari

Metode ini tidak akan merusak rasa atau membuat daging ikan menjadi asam. Keampuhan teknik ini juga didukung oleh data ilmiah dari laman resmi ITS Surabaya yang menyebutkan bahwa larutan cuka mampu mereduksi kadar formalin pada ikan hingga mencapai 99,83 persen. Hal ini terjadi karena kandungan asam pada cuka mampu mengikat dan menarik zat formalin keluar dari jaringan daging ikan.

FAQ Membersihkan Formalin Ikan

1. Apakah suhu air memengaruhi efektivitas cuka saat merendam ikan?

Menggunakan air suhu ruang sudah cukup efektif untuk proses perendaman bersama cuka agar struktur daging tidak rusak.

2. Bisakah bahan alami lain seperti jeruk nipis menggantikan fungsi cuka?

Meskipun jeruk nipis memiliki kandungan asam, data penelitian lebih spesifik menonjolkan efektivitas asam asetat pada cuka masak dalam mereduksi formalin hingga 99,83 persen.

3. Berapa lama ikan laut bisa bertahan segar tanpa formalin jika hanya menggunakan es?

Ikan laut segar umumnya hanya bertahan 2-3 hari di dalam es biasa sebelum kualitas teksturnya menurun drastis.

4. Apakah ciri ikan berformalin yang tidak dihinggapi lalat selalu akurat?

Sangat akurat, karena formalin merupakan antiseptik kuat yang aromanya sangat dihindari oleh serangga dan lalat.

5. Setelah direndam cuka, apakah ikan harus segera dimasak?

Ya, disarankan segera dimasak setelah dibilas agar kesegarannya terjaga setelah melalui proses pembersihan residu kimia.