Brilio.net - Wajan yang dipakai menggoreng ikan, memasak seafood, atau mengolah bahan makanan berbau kuat kadang masih menyisakan aroma meski sudah dicuci. Kondisi ini bisa terjadi karena sisa minyak dan residu makanan belum benar-benar terangkat dari permukaan wajan.

Cara membersihkannya juga tidak bisa disamakan untuk semua wajan. Wajan antilengket, stainless steel, aluminium, besi cor, dan enamel punya permukaan yang berbeda sehingga alat serta cara menggosoknya perlu disesuaikan.

Kenapa wajan masih bau amis setelah dicuci?

Bau amis bisa tertinggal ketika minyak dan sisa makanan masih menempel di permukaan wajan. Air saja juga tidak cukup untuk mengangkat lemak karena minyak tidak mudah bercampur dengan air.

Selain wajan, spons cuci piring juga bisa menjadi sumber aroma. Jika spons sudah menyimpan minyak atau sisa makanan, bau tersebut dapat berpindah lagi ke permukaan wajan saat dicuci.

Jenis wajan menentukan cara mencucinya

Sebelum mencoba bahan tambahan untuk mengurangi bau, kenali dulu material wajannya. Perlakuan yang aman untuk stainless steel belum tentu cocok untuk lapisan antilengket atau enamel.

Jenis WajanCara MembersihkanYang Sebaiknya Dihindari
AntilengketSabun cuci piring dan spons lembutSpons kawat, benda tajam, menggosok terlalu keras
Stainless steelSabun cuci piring dan spons; noda membandel bisa dibersihkan dengan metode yang sesuaiMenggosok berlebihan dengan bahan abrasif
Besi corBersihkan sisa makanan, bilas seperlunya, lalu segera keringkanMerendam terlalu lama dan menyimpan dalam kondisi basah
AluminiumSabun cuci piring dan spons lembutPembersih yang terlalu keras atau perlakuan kasar
EnamelSabun cuci piring dan spons lembutBenda tajam dan gosokan yang bisa merusak permukaan

 

Cara mencuci wajan antilengket agar bau amis tidak tertinggal

Wajan antilengket punya lapisan yang perlu dijaga agar tidak tergores. Karena itu, fokus utama saat membersihkannya adalah mengangkat minyak dan sisa makanan tanpa menggunakan alat yang kasar.

Tidak perlu menggosok permukaan dengan tenaga besar. Spons lembut dan sabun cuci piring sudah cukup untuk membersihkan residu setelah digunakan memasak.

Langkah:

1. Biarkan wajan cukup dingin sebelum dicuci.
2. Buang sisa makanan dan minyak yang masih ada di dalam wajan.
3. Basahi permukaan wajan dengan air.
4. Tuangkan sedikit sabun cuci piring pada spons lembut yang sudah dibasahi.
5. Gosok seluruh permukaan wajan secara perlahan, termasuk bagian sisi dan area dekat gagang.
6. Bilas sampai tidak ada sisa sabun maupun minyak.
7. Keringkan dengan kain bersih atau biarkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

Cara membersihkan wajan stainless steel yang masih bau amis

Stainless steel tidak memiliki lapisan antilengket seperti Teflon, tetapi permukaannya tetap perlu dibersihkan dengan cara yang sesuai. Sisa minyak dan makanan yang menempel sebaiknya diangkat terlebih dahulu sebelum mencoba bahan pembersih tambahan.

Untuk noda yang lebih sulit, pembersihan bisa dilakukan bertahap daripada langsung menggosok permukaan dengan alat yang sangat kasar.

Langkah:

1. Singkirkan sisa makanan dan minyak dari wajan.
2. Bilas permukaan dengan air.
3. Gunakan sabun cuci piring dan spons untuk membersihkan seluruh bagian wajan.
4. Jika masih ada residu yang menempel, rendam sebentar dengan air hangat agar sisa makanan lebih mudah terlepas.
5. Gosok bagian yang masih kotor menggunakan spons yang sesuai dengan kondisi permukaan wajan.
6. Bilas sampai bersih.
7. Keringkan wajan sebelum disimpan agar tidak meninggalkan kelembapan dan aroma dari sisa pencucian.

Cara mencuci wajan besi cor agar tidak menyimpan bau

Wajan besi cor perlu mendapat perhatian lebih setelah dicuci karena kelembapan yang tertinggal dapat memicu karat. Pembersihan sebaiknya dilakukan secukupnya untuk mengangkat sisa makanan dan minyak.

Setelah dibilas, bagian permukaan perlu segera dikeringkan. Jangan membiarkan wajan besi cor dalam kondisi basah terlalu lama.

Langkah:

1. Singkirkan sisa makanan dari permukaan wajan.
2. Cuci dengan air dan alat pembersih yang sesuai.
3. Bilas sampai sisa makanan dan sabun tidak tertinggal.
4. Segera keringkan seluruh permukaan wajan.
5. Pastikan bagian dalam dan luar wajan tidak menyimpan air sebelum disimpan.
6. Jika wajan memang menggunakan lapisan seasoning, rawat kembali sesuai kebutuhan setelah proses pencucian.

Cara membersihkan wajan aluminium yang masih bau amis

Aluminium lebih mudah mengalami perubahan tampilan jika terkena bahan atau perlakuan yang terlalu keras. Karena itu, pembersihan sebaiknya dimulai dengan sabun cuci piring dan spons yang lembut.

Sisa minyak biasanya lebih penting untuk diangkat daripada menggosok permukaan sampai terlihat sangat mengilap. Hindari penggunaan alat yang bisa membuat permukaan tergores.

Langkah:

1. Buang sisa makanan dan minyak dari wajan.
2. Basahi permukaan dengan air.
3. Gunakan sabun cuci piring dan spons lembut.
4. Gosok bagian dalam dan luar wajan secara perlahan.
5. Periksa bagian yang masih terasa licin atau berminyak.
6. Bilas sampai tidak ada sisa sabun dan minyak.
7. Keringkan sebelum wajan disimpan.

Cara mencuci wajan enamel agar bau makanan tidak tertinggal

Wajan enamel memiliki permukaan berlapis yang perlu dijaga dari benturan dan goresan. Sisa makanan sebaiknya dilunakkan lebih dulu jika sudah mengering sehingga tidak perlu mengikisnya dengan benda tajam.

Gunakan spons yang lembut dan hindari alat yang berpotensi merusak lapisan enamel. Setelah dicuci, bilas sampai bersih agar tidak ada sisa sabun yang tertinggal.

Langkah:

1. Singkirkan sisa makanan dari wajan.
2. Jika ada makanan yang mengering, basahi dengan air terlebih dahulu agar lebih mudah terlepas.
3. Gunakan sabun cuci piring dan spons lembut.
4. Bersihkan seluruh permukaan secara perlahan.
5. Jangan mengikis noda dengan pisau atau benda tajam.
6. Bilas sampai permukaan tidak lagi terasa licin karena sabun.
7. Keringkan sebelum disimpan.

Jangan lupa bersihkan spons cuci piring

Wajan yang sudah bersih bisa kembali berbau jika dicuci menggunakan spons yang menyimpan sisa minyak dan makanan. Spons yang lembap juga perlu dirawat karena terus digunakan dalam kondisi basah.

Karena itu, sumber bau tidak selalu berasal dari wajan. Perhatikan juga kondisi spons, terutama jika aromanya sudah tidak sedap meski sudah dibilas.

Langkah:

1. Bilas spons setelah selesai digunakan sampai sisa makanan dan minyak terangkat.
2. Peras spons agar tidak terus menyimpan air.
3. Letakkan di tempat yang memungkinkan spons cepat kering.
4. Pisahkan spons yang digunakan untuk mencuci peralatan sangat berminyak jika memungkinkan.
5. Ganti spons ketika sudah berbau, berubah bentuk, sulit dibersihkan, atau kondisinya mulai rusak.

Kalau wajan masih bau, periksa bagian yang sering terlewat

Bau tidak selalu berasal dari bagian tengah wajan. Area di sekitar bibir, sambungan gagang, bagian luar, dan celah tertentu juga bisa terkena cipratan minyak atau sisa makanan.

Sebelum memakai bahan tambahan, periksa kembali seluruh permukaan wajan. Cara ini membantu menemukan sumber bau tanpa perlu menggunakan banyak bahan pembersih.

Langkah:

1. Cium permukaan bagian dalam setelah wajan selesai dibilas.
2. Periksa bagian bibir dan sisi luar wajan.
3. Perhatikan area sambungan antara badan wajan dan gagang.
4. Bersihkan bagian yang masih terasa berminyak menggunakan metode yang sesuai dengan material wajan.
5. Bilas kembali sampai bersih.
6. Keringkan seluruh permukaan sebelum disimpan.

FAQ

Apakah air panas bisa menghilangkan bau amis pada wajan?

Air panas dapat membantu melunakkan dan mengangkat sisa minyak sehingga proses pencucian lebih mudah. Namun, air panas tetap perlu dipadukan dengan sabun cuci piring untuk membersihkan lemak secara lebih efektif.

Kenapa bau amis lebih terasa setelah wajan disimpan?

Aroma yang masih tersisa bisa menjadi lebih mudah tercium ketika wajan disimpan dalam kondisi tertutup atau tidak benar-benar kering. Sisa minyak atau makanan yang tertinggal juga bisa menjadi sumber aroma.

Apakah semua wajan boleh direndam semalaman?

Tidak. Lama perendaman perlu disesuaikan dengan material wajan, terutama untuk wajan besi cor yang tidak sebaiknya dibiarkan lama dalam kondisi basah.

Apakah wajan yang bau amis berarti tidak higienis?

Bau saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah wajan higienis atau tidak. Yang lebih penting adalah memastikan sisa makanan, minyak, dan sabun sudah dibersihkan dengan baik serta wajan dikeringkan sebelum disimpan.

Kenapa bau amis bisa kembali meski wajan sudah dibilas berkali-kali?

Berkali-kali membilas belum tentu mengangkat minyak yang menempel. Jika residu lemak masih ada, aroma makanan bisa tetap tertinggal meski wajan terlihat sudah bersih.