Brilio.net - Makanan yang digoreng memang sangat nikmat karena teksturnya yang renyah memberikan sensasi luar biasa saat makan. Makanan yang renyah biasanya digoreng dengan teknik deep frying, yaitu menggoreng dengan minyak yang banyak.

Teknik deep frying ini biasa digunakan untuk menghasilkan gorengan yang matang sempurna serta bertekstur renyah. Oleh karena ini, teknik menggoreng satu ini membutuhkan minyak yang banyak sampai makanan terendam secara keseluruhan.

Makanan yang biasanya digoreng dengan teknik deep frying ini adalah ayam, kentang, risoles, lumpia, dan masih banyak lagi. Rumah makan yang biasanya menyediakan makanan fast food juga kebanyakan menggunakan teknik memasak deep frying ini, bahkan alatnya pun khusus menggunakan deep fryer.

Dengan memerhatikan teknik dan langkah yang tepat, kamu pun bisa mempraktikan cara menggoreng deep frying sendiri di rumah. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Minggu (16/5), berikut tujuh cara menggoreng dengan teknik deep frying yang tepat.


1. Perhatikan jenis minyak yang digunakan.

foto: freepik.com

Saat menggoreng dengan teknik deep frying, harus menggunakan minyak goreng yang tahan dengan suhu tinggi. Kamu bisa menggunakan minyak sayur. Sebab, minyak sayur cenderung memiliki rasa yang netral dan tahan dengan suhu tinggi.

Ditambah lagi, harga minyak sayur juga relatif terjangkau. Sebaliknya, hindari menggunakan minyak jenis EVOO atau ekstra virgin oil. Karena minyak jenis ini lebih cocok untuk memasak tumisan ringan maupun digunakan untuk dressing salad.


2. Gunakan alat masak yang tepat.

foto: freepik.com

Untuk hasil deep frying yang baik, memang bisa menggunakan alat khusus yang dikenal dengan deep fryer. Namun, jika hanya untuk digunakan di rumah, alat ini harganya cenderung fantastis.

Namun, tidak perlu bingung, kamu tetap bisa memasak dengan teknik deep frying di rumah cukup dengan wajan atau panci yang besar. Usahakan wajan bisa menampung minyak dan makanan sampai terendam sempurna.


3. Siapkan adonan tepung yang masih segar.

foto: freepik.com

Sebaiknya selalu pastikan tepung yang akan digunakan dalam keadaan segar. Karena, jika menggunakan adonan tepung yang sudah dibiarkan berjam-jam, hasil gorengan akan menjadi kurang bagus. Kemudian, untuk adonan tepung basah, kamu bisa gunakan air dingin agar gorengan semakin renyah dan tahan lama nantinya.


4. Pastikan makanan kering.

foto: freepik.com

Memastikan makanan kering atau tidak mengandung air lagi sebelum digoreng penting untuk keamanan saat menggoreng. Misalnya, saat akan menggoreng tahu atau ikan, sebaiknya keringkan terlebih dahulu. Karena, saat digoreng dalam keadaan basah, minyak akan memercik ke mana-mana.


5. Perhatikan suhu minyak.

foto: freepik.com

Saat ingin menggoreng dengan teknik deep frying di rumah, kamu bisa menggunakan alat pengukur temperatur. Idealnya untuk deep frying, suhu yang dibutuhkan sekitar 190 sampai 204 derajat celcius.

Namun, jika tidak memiliki alat pengukur, kamu bisa gunakan sumpit atau sendok kayu. Caranya dengan mencelupkannya ke minyak, jika terlihat bergelembung, artinya minyak sudah cukup panas dan siap digunakan untuk menggoreng.


6. Jangan menggoreng sampai wajan penuh.

foto: freepik.com

Walaupun minyak yang digunakan saat menggoreng dengan teknik deep frying cukup banyak, makanan yang digoreng dalam satu wajan sebaiknya secukupnya saja, jangan sampai memenuhi wajan.

Hal ini bisa menyebabkan makanan tidak matang secara keseluruhan. Kamu bisa masukkan dan goreng makanan secara bergantian jika ingin memasak dalam jumlah banyak.


7. Tiriskan minyak.

foto: freepik.com

Penting untuk meniriskan minyak setelah makanan digoreng dengan teknik deep frying. Jika tidak ditiriskan, minyak yang menumpuk akan mempengaruhi tekstur, kualitas, dan rasa makanan. Selain dengan alat saring, kamu juga bisa menggunakan tisu agar sisa minyaknya dapat terserap lebih maksimal.