Brilio.net - Memasak dalam porsi besar sering kali jadi pilihan bagi orang-orang dengan segudang kesibukan. Selain praktis, cara ini dianggap efektif untuk menghemat biaya belanja dan waktu dapur. Masakan cukup disimpan di kulkas dan dipanaskan kembali saat jam makan tiba.

Namun, ada kalanya kita lalai dan lupa memasukkan masakan tersebut ke dalam kulkas. Hasilnya, sayur yang tadinya segar berubah aroma menjadi kurang sedap, berbusa, bahkan rasanya mulai sedikit asam. Kalau sudah begini, rasanya sayang jika harus dibuang begitu saja.

Ternyata, masakan yang baru menunjukkan gejala awal basi masih bisa diselamatkan. Sebuah tips bermanfaat dibagikan oleh pengguna Facebook Dapoernya Linda yang bisa dipraktikkan di rumah.

"Bunda pasti sering menemukan masakan yang hampir basi. Eits jangan dibuang dulu bun, kita selamatkan dengan cara ini," ungkap pemilik video tersebut.

Cara menyelamatkan masakan hampir basi agar aman dikonsumsi
foto: Facebook/@Dapoernya Linda

Langkah Menyelamatkan Masakan Berbusa

Caranya ternyata sangat sederhana. Kamu hanya perlu menyiapkan satu siung bawang putih yang telah dikupas dan dicuci bersih. Masukkan bawang tersebut ke dalam sayur yang sedang dipanaskan.

Cara menyelamatkan masakan hampir basi agar aman dikonsumsi
foto: Facebook/@Dapoernya Linda

Bawang putih sendiri dikenal memiliki sifat antimikroba alami yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri serta virus. Hal inilah yang membuatnya bisa berfungsi sebagai pengawet darurat bagi makanan.

Cara menyelamatkan masakan hampir basi agar aman dikonsumsi
foto: Facebook/@Dapoernya Linda

Proses pemanasannya cukup dilakukan selama kurang lebih 10 menit. Aduk masakan sesekali dan matikan api setelah mendidih sempurna. Hasilnya, busa pada masakan akan hilang dan sayur pun siap untuk dikonsumsi kembali.

Cara menyelamatkan masakan hampir basi agar aman dikonsumsi
foto: Facebook/@Dapoernya Linda

Catatan Keamanan Konsumsi

Meskipun rasa dan tekstur makanan yang hampir basi mungkin mengalami sedikit perubahan, selama tidak menimbulkan masalah kesehatan setelah dicicipi, makanan tersebut umumnya masih boleh dikonsumsi. Namun, harus diingat bahwa jika makanan sudah menunjukkan tanda pembusukan yang jelas seperti munculnya jamur, maka makanan tersebut wajib segera dibuang.

Selain bantuan bawang putih, proses pemanasan kembali juga menjadi kunci penting. Makanan yang mulai basi bisa dipulihkan dengan pemanasan pada suhu sekitar 140 derajat selama 30 detik hingga beberapa menit untuk membunuh bakteri.

FAQ Menyelematkan Makanan Hampir Basi

1. Apakah trik bawang putih ini efektif untuk semua jenis masakan?

Trik ini paling efektif untuk masakan berkuah atau tumisan yang baru menunjukkan gejala awal basi (berbusa tipis atau sedikit bau asam). Namun, untuk makanan bersantan kental yang sudah menggumpal parah, efektivitasnya mungkin berkurang.

2. Apakah rasa masakan akan berubah menjadi aroma bawang putih yang tajam?

Karena hanya menggunakan satu siung bawang putih utuh, aroma aslinya biasanya tidak akan berubah secara mencolok. Bawang putih utuh lebih berfungsi sebagai penahan pertumbuhan mikroba tanpa merusak profil rasa bumbu asli masakan.

3. Berapa kali masakan yang hampir basi boleh dipanaskan ulang?

Disarankan hanya memulihkan masakan hampir basi sebanyak satu kali saja. Memanaskan makanan berulang-ulang secara berlebihan justru akan merusak kandungan gizi dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri jika tidak segera habis dikonsumsi.

4. Mengapa sayur bisa berbusa saat akan basi?

Busa pada masakan merupakan hasil dari proses fermentasi oleh bakteri. Bakteri memecah kandungan karbohidrat atau protein dalam masakan dan menghasilkan gas karbondioksida, yang kemudian muncul sebagai buih atau busa di permukaan.

5. Kapan waktu yang tepat untuk menyerah dan benar-benar membuang masakan tersebut?

Segera buang jika masakan sudah berlendir parah, berubah warna secara drastis (misal kuah bening jadi keruh kental), muncul bintik jamur, atau mengeluarkan aroma busuk yang menyengat meskipun sudah coba dipanaskan.