Brilio.net - Spons cuci piring sudah dibilas dan dicuci dengan sabun, tetapi saat dipakai lagi masih tercium bau amis. Kondisi ini cukup mungkin terjadi karena spons memiliki banyak celah yang dapat menahan air, sisa makanan, dan lemak dari piring atau alat masak.
Bau amis juga tidak selalu berarti spons terlihat kotor. Sisa protein dari ikan, udang, ayam, atau telur bisa tertinggal di dalam spons, sementara kondisi yang terus lembap membuat bau lebih mudah bertahan. Karena itu, membersihkan spons bukan cuma soal menghilangkan bau, tetapi juga mengeluarkan sisa makanan dan membuatnya cepat kering.
Kenapa spons cuci piring bisa tetap bau amis?
Ada beberapa hal yang bisa membuat bau amis bertahan meski spons sudah dicuci. Perhatikan kondisi spons sebelum mencoba berbagai bahan tambahan untuk menghilangkan baunya.
1. Sisa makanan masih tertinggal di dalam spons
Spons yang berpori dapat menahan partikel makanan di bagian dalam. Sisa ikan, udang, ayam, telur, atau makanan berlemak bisa sulit keluar jika spons hanya dibilas sebentar.
Bau terkadang tidak terlalu terasa ketika spons masih basah. Setelah beberapa waktu, terutama saat spons mulai mengering, bau bisa kembali tercium.
2. Lemak menempel pada spons
Lemak dari piring, wajan, dan alat masak bisa ikut terserap ke dalam spons. Jika sabun yang digunakan terlalu sedikit atau pembilasannya kurang, sebagian residu dapat tetap tertinggal.
Akibatnya, spons terlihat bersih dari luar tetapi masih terasa licin atau mengeluarkan bau ketika digunakan kembali.
3. Spons terlalu lama dalam kondisi lembap
Spons yang terus basah membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang berkontribusi pada munculnya bau tidak sedap.
Itulah sebabnya spons sebaiknya tidak dibiarkan terendam atau berada di tempat yang membuat air sulit keluar setelah digunakan.
4. Spons belum dibilas sampai bersih
Membilas spons hanya dengan mengalirkannya sebentar di bawah keran belum tentu cukup. Sisa sabun dan kotoran bisa tertahan di bagian dalam spons.
Spons perlu diremas beberapa kali sambil dibilas agar air bisa melewati bagian dalam dan membawa keluar sisa makanan maupun residu.
5. Kondisi spons sudah terlalu aus
Spons yang sudah berubah bentuk, rusak, atau mudah hancur biasanya lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh. Kotoran dan bau juga bisa lebih mudah tertahan pada bagian yang sudah aus.
Jadi, jika bau terus muncul meski spons sudah dibersihkan dengan benar, perhatikan juga kondisi fisiknya.
Bedakan penyebab bau amis dari kondisi spons
Bau saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya. Perhatikan beberapa tanda berikut sebelum menentukan langkah yang perlu dilakukan.
| Kondisi spons | Kemungkinan penyebab | Tanda yang bisa diperhatikan | Tindakan awal |
|---|---|---|---|
| Bau amis setelah mencuci piring ikan | Sisa protein atau lemak | Bau terasa setelah spons digunakan | Bilas dan cuci spons secara menyeluruh |
| Bau makin kuat saat spons lembap | Spons terlalu lama basah | Spons jarang benar-benar kering | Peras dan letakkan di tempat berventilasi |
| Bau tetap ada setelah dibilas | Residu makanan masih tertinggal | Air perasan masih keruh atau berminyak | Bilas berulang sambil diremas |
| Spons terasa licin | Lemak atau residu sabun | Teksturnya berbeda dari biasanya | Cuci kembali dengan sabun dan bilas |
| Bau tidak hilang dan spons berubah bentuk | Spons sudah aus | Tekstur rusak atau mudah hancur | Pertimbangkan mengganti spons |
Langkah membersihkan spons cuci piring yang bau amis
Tidak perlu langsung menggunakan berbagai bahan dapur untuk mengatasi bau. Mulai dengan membersihkan bagian dalam spons dan memastikan tidak ada sisa makanan atau lemak yang tertinggal.
1. Bilas spons di bawah air mengalir
Alirkan air ke seluruh permukaan spons, lalu remas beberapa kali. Cara ini membantu mengeluarkan sisa makanan yang masuk ke bagian dalam spons.
Perhatikan air yang keluar dari spons. Jika masih terlihat keruh atau membawa sisa makanan, lanjutkan pembilasan.
2. Cuci menggunakan sabun cuci piring
Tuangkan sedikit sabun cuci piring ke spons. Remas dan tekan spons berulang kali agar sabun masuk ke bagian dalam.
Fokuskan pembersihan pada bagian yang sering digunakan untuk mengangkat minyak atau sisa makanan.
3. Bilas sambil terus diremas
Bilas spons di bawah air mengalir sambil diremas beberapa kali. Lakukan sampai tidak ada lagi sisa makanan yang keluar dan spons tidak terasa licin karena sabun.
Jangan hanya membilas permukaan luarnya karena residu bisa tetap berada di bagian dalam.
4. Peras sampai airnya berkurang
Setelah selesai dibilas, peras spons beberapa kali untuk mengeluarkan air sebanyak mungkin. Spons yang menyimpan banyak air akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.
5. Letakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara
Simpan spons di tempat yang memungkinkan air mengalir keluar dan udara bergerak di sekitarnya. Hindari meletakkannya di dalam genangan air dekat wastafel.
Spons yang lebih cepat kering tidak terus berada dalam kondisi lembap.
Perlukah menggunakan bahan dapur untuk menghilangkan bau spons?
Bahan dapur tidak selalu diperlukan untuk mengatasi spons yang bau amis. Langkah yang lebih penting adalah mengeluarkan sisa makanan dan lemak, membilas spons dengan baik, lalu mengeringkannya.
Jika ingin menggunakan bahan tambahan, jangan mencampurkan berbagai bahan pembersih sekaligus. Bahan tertentu mungkin membantu mengurangi bau, tetapi tidak otomatis membuat spons menjadi bersih atau higienis.
Jadi, jangan hanya mengejar spons yang sudah tidak bau. Sumber bau tetap perlu dibersihkan dari dalam spons.
Kesalahan yang bikin spons kembali bau
Beberapa kebiasaan setelah mencuci bisa membuat spons lebih mudah menyimpan bau.
| Kebiasaan | Dampaknya | Yang sebaiknya dilakukan |
|---|---|---|
| Hanya membilas sebentar | Residu bisa tertinggal di dalam spons | Remas sambil dibilas |
| Spons dibiarkan basah | Spons lebih lama kering | Peras setelah digunakan |
| Spons diletakkan di genangan air | Spons terus berada dalam kondisi lembap | Gunakan tempat yang memungkinkan air mengalir |
| Spons dipakai untuk berbagai jenis kotoran | Lemak dan sisa makanan bisa menumpuk | Bilas spons di antara penggunaan bila diperlukan |
| Tetap memakai spons yang sudah rusak | Spons lebih sulit dibersihkan | Ganti saat kondisi fisiknya sudah tidak layak |
Kapan spons cuci piring sebaiknya diganti?
Tidak ada batas waktu yang sama untuk semua spons karena daya tahannya berbeda. Kondisi fisik spons bisa menjadi pertimbangan yang lebih berguna.
Spons sebaiknya mulai dipertimbangkan untuk diganti jika:
- Bau tidak sedap tetap muncul setelah dicuci dan dikeringkan dengan baik.
- Bentuk spons sudah berubah.
- Spons mudah hancur atau terlepas bagian permukaannya.
- Kotoran sulit dihilangkan meski sudah dibersihkan.
- Teksturnya sudah terlalu aus sehingga tidak efektif digunakan untuk mencuci.
Bau yang muncul sekali setelah digunakan untuk mencuci bahan makanan tertentu tidak otomatis berarti spons harus langsung dibuang. Namun, jika spons sudah sulit dibersihkan atau kondisi fisiknya menurun, menggantinya bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Cara menyimpan spons agar tidak cepat bau
Setelah digunakan, jangan langsung meninggalkan spons dalam keadaan penuh air di dekat wastafel. Kebiasaan sederhana berikut bisa membantu spons lebih cepat kering.
1. Bilas spons setelah selesai digunakan.
2. Remas beberapa kali untuk mengurangi air.
3. Letakkan spons di tempat yang memungkinkan air mengalir keluar.
4. Hindari menumpuk spons dalam kondisi basah.
5. Bersihkan spons setelah digunakan untuk mencuci peralatan yang terkena ikan, daging, telur, atau makanan berlemak.
6. Periksa tekstur dan kondisi spons secara berkala.
7. Ganti spons jika sudah rusak dan sulit dibersihkan.
FAQ
Apakah spons yang bau amis masih boleh digunakan?
Jika bau tetap ada setelah spons dicuci dan dikeringkan dengan baik, terutama ketika kondisinya sudah aus atau sulit dibersihkan, lebih baik pertimbangkan untuk menggantinya.
Apakah spons perlu dipisahkan untuk mencuci ikan dan peralatan lain?
Memisahkan spons untuk tugas tertentu bisa membantu mengurangi perpindahan residu dan bau dari bahan makanan tertentu. Pilihan ini juga bisa diterapkan jika spons sering digunakan untuk mencuci peralatan dengan kotoran yang berbeda.
Mengapa spons yang disimpan dekat wastafel lebih cepat bau?
Area sekitar wastafel cenderung lembap. Jika spons diletakkan di tempat yang menampung air, spons akan lebih lama kering dan terus berada dalam kondisi basah.
Apakah spons yang tidak bau berarti sudah bersih?
Belum tentu. Tidak adanya bau bukan satu-satunya tanda kebersihan. Spons tetap perlu dibilas dan dibersihkan setelah digunakan, terutama setelah terkena sisa makanan dan lemak.
Apakah spons cuci piring bisa dicuci bersama peralatan dapur?
Spons sebaiknya dibersihkan secara terpisah setelah digunakan. Jika ingin menggunakan metode pembersihan khusus, perhatikan juga jenis spons dan petunjuk perawatan dari produsennya.