Brilio.net - Setiap hari manusia mengonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman. Mulai dari daging-dagingan, buah, sayur sampai teh dan susu. Bermacam-macam makanan tersebut dikonsumsi dengan cara-caranya sendiri.

Ada makanan yang harus direbus terlebih dahulu baru bisa dinikmati. Ada pula jenis makanan yang langsung bisa disantap tanpa olahan apapun. Hal tersebut disesuaikan dengan jenis makanan akan dikonsumsi, baik dari segi tekstur, sifat bahkan selera masing-masing orang.

Namun, tahukah kamu kalau nggak semua olahan atau campuran makanan dan minuman kita mempunyai nutrisi yang maksimal? Ya, nutrisi memang terdapat di dalam makanan dan minuman. Namun, nggak semua nutrisi bisa kita dapatkan secara maksimal lho!

Semua tergantung cara kita mengonsumsi makanan sehari-hari. Bahkan, ada beberapa kebiasaan kita buruk untuk nutrisi makanan yang kita konsumsi. Akibatnya, kita hanya menghilangkan rasa lapar dan dahaga, namun tidak mendapatkan asupan gizi maksimal.

Dilansir brilio.net dari brightside.me, Selasa (17/9), berikut ini kebiasaan cara mengonsumsi makanan dan minuman yang ternyata malah membuat nutrisi nggak maksimal.


1. Makan kiwi tanpa kulit.

foto: freepik.com



Tahukah kamu kalau kulit kiwi mengandung nutrisi konsentrasi tinggi, terutama serat, folat, dan vitamin E? Konsumsi seluruh buah Kiwi SunGold (termasuk kulitnya) meningkatkan serat, vitamin E dan kandungan folat sebesar 50%, 32%, dan 34%.

Tetapi nyatanya banyak orang tidak mengonsumsi cukup nutrisi ini dalam diet mereka. Padahal makan kiwi dengan kulit adalah salah satu cara mudah untuk meningkatkan asupan nutrisi kita.


2. Makan tomat tanpa direbus.

foto: shutterstock.com



Tomat adalah salah satu makanan yang harus dimasak terlebih dulu sebelum dimakan. Hal ini agar kita dapat memperoleh nutrisi seperti likopen yang melindungi terhadap tumor dan penyakit jantung. Nutrisi akan meningkat jika kamu memanaskan tomat hingga sekitar 194° fahrenheit atau setara 90° celsius.


3. Memadukan teh dengan susu.

foto: depositphotos.com


 
Teh hitam adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi. Namun, sebaiknya kurangi konsumsi minum teh dengan susu.

Produk-produk susu memang tidak memengaruhi antioksidan yang dikandungnya, tetapi bisa menghambat manfaat kardiovaskular pada teh. Protein susu membuat nutrisi teh lebih sulit diserap.


4. Mengiris stroberi.

foto: shutterstock.com  



Stroberi adalah salah satu buah yang kaya akan serat, antioksidan, dan vitamin C, mirip dengan kebanyakan buah berwarna merah. Karena tubuh membutuhkan nutrisi ini, buah-buah ini jangan pernah disimpan setelah dipotong. Ketika stroberi dipotong, zatnya menjadi peka terhadap cahaya dan oksigen dan kehilangan nutrisi dengan sangat mudah.


5. Menggoreng dan merebus brokoli.

foto: shutterstock.com  



Brokoli adalah salah satu makanan yang harus selalu dimakan mentah atau paling banyak dikukus. Namun, jika kita merebus atau menggorengnya, brokoli akan kehilangan vitamin C, klorofil, antioksidan, dan senyawa antikanker.


6. Kacang langsung olah.

foto: shutterstock.com  



Kacang kering mengandung senyawa antioksidan yang disebut fitat, tetapi ia mengandung vitamin dan mineral yang terkandung dalam makanan dan tidak dapat diserap oleh tubuh. Akan lebih baik membiarkan kacang terendam dalam air semalaman sehingga mereka menjadi bebas dari zat berlebihan.


7. Mengolah bawang putih.

foto: depositphotos.com  



Bawang putih mengandung allicin, enzim antitumor yang meningkatkan kekuatannya dengan paparan udara. Inilah mengapa bawang putih harus dicacah sebelum digunakan dan kemudian dibiarkan setidaknya 10 menit. Dengan begitu, manfaatnya akan luar biasa.


8. Membuang whey yogurt.

foto: shutterstock.com  



Zat berair yang sering ditemukan di atas yogurt saat wadah dibuka disebut whey, yang mengandung protein dan vitamin B12. Karena itu, jangan pernah membuangnya ya. Sebelum makan yogurt, ada baiknya untuk sedikit mengaduknya.


9. Mengupas kulit mentimun.

foto: Imgur/Gravybutt



Sama halnya dengan kiwi, mentimun lebih baik dimakan bersama kulitnya karena mengandung banyak serat. Namun, jika kamu tidak yakin dengan asal sayuran dan tidak sempat mencucinya dengan jeli, sebaiknya buang kulitnya untuk menghindari asupan pestisida atau bakteri.


10. Memasak asparagus dengan microwave.

foto: depositphotos.com  



Asparagus tidak boleh dimasak dalam microwave. Ha ini bisa menghabiskan kandungan vitamin C yang terkandung dalam asparagus karena larut dalam air. Cara ideal untuk memasak batang asparagus adalah dengan mengukus atau menggorengnya. Sehingga asparagus bisa menjadi lembut dan renyah.