Brilio.net - Kamu tahu kombucha? Kombucha merupakan jamur teh dengan nama ilmiah Medusomyces gisevii. Teh kombucha merupakan produk dari fermentasi mengunakan jamur kombucha. Teh fermentasi ini Berasal dari Manchuria sebuah daerah di timur Rusia.
 
Kombucha sudah diperkenalkan sejak 200-an tahun yang lalu. Rasa yang manis dan berwarna hijau kehitaman merupakan ciri-ciri produk teh ini. Pengolahan fermentasi teh ini dibuat dari larutan teh, gula dan mikroba dari ragi. Akibat dari proses fermentasi ini adalah munculnya berbagai zat seperti asam asetat, asam folat, asam amino esensial, vitamin dan alkohol.

Kombucha dipercaya merupakan minuman yang berkhasiat tinggi. Penelitian Kaur & Singh pada tahun 2017 melihat adanya potensi kombucha dalam membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Kandungan apa saja yang menyehatkan yang ada pada kombucha? Berikut brilio.net rangkum radi Healthline.com mengenai 7 manfaat kombucha pada Jumat, (08/03).

1. Kaya akan pro-biotik

foto : fsi.colostate.edu

Seperti yang telah disebutkan tadi, kombucha merupakan hasil fermentasi teh. Bakteri probiotik ini muncul pada masa pengolahan kombucha ini. Bakteri probiotik memberi bakteri sehat pada usus. Bakteri ini dapat meningkatkan banyak aspek kesehatan, termasuk pencernaan, peradangan dan bahkan penurunan berat badan.

2. Dapat membakar kalori

foto : pixabay.com

Teh hijau mengandung banyak senyawa bioaktif, seperti polifenol, yang berfungsi sebagai antioksidan kuat dalam tubuh. Kombucha yang dibuat dari teh hijau mengandung banyak senyawa tanaman yang sama dan mungkin menawarkan beberapa manfaat yang sama. Studi menunjukkan bahwa minum teh hijau secara teratur dapat membakar kalori lebih banyak, mengurangi lemak perut, membantu mengontrol gula darah dan banyak lagi.

3. Kaya akan antioksidan

foto : healthline.com

Antioksidan adalah zat yang dapat melawan radikal bebas, molekul reaktif yang dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Banyak ilmuwan percaya bahwa antioksidan dari makanan dan minuman lebih baik untuk kesehatan daripada meminum suplemen antioksidan. Salah satunya  caranya adalah meminum kombucha berbahan dasar teh hijau.

4. Dapat membunuh bakteri.

foto : cleaneatingmag.com

Salah satu zat utama yang dihasilkan selama fermentasi kombucha adalah asam asetat, yang juga berlimpah dalam cuka. Seperti halnya polifenol dalam teh, asam asetat mampu membunuh banyak mikroorganisme yang berpotensi berbahaya. Kombucha memiliki sifat anti bakteria yang kuat, terutama terhadap fungsi kandida dan bakteri penyebab infeksi. Efek antimikroba ini menekan pertumbuhan bakteri dan fungi yang tidak diinginkan, tetapi mereka tidak mempengaruhi bakteri probiotik yang menguntungkan yang terlibat dalam fermentasi kombucha.

5. Mengurangi risiko penyakit jantung.

foto : webmd.com

Penyakit jantung adalah penyakit yang sering kali menjadi penyebab kematian di dunia. Teh dapat mencegah kolesterol LDL teroksidasi jadi dapat menurunkan resiko terserang penyakit jantung. Fakta berikutnya, peminum teh hijau memiliki risiko hingga 31% lebih rendah terkena penyakit jantung, manfaat yang mungkin juga berlaku untuk kombucha.

6. Dapat mengatur diabetes tipe 2.

foto : pixabay.com

Diabetes tipe 2 mempengaruhi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia. Hal ini ditandai dengan kadar gula darah tinggi dan resistensi insulin. Sebuah penelitian pada tikus diabetes menemukan bahwa kombucha memperlambat pencernaan karbohidrat, yang mengurangi kadar gula darah. Ini juga meningkatkan fungsi hati dan ginjal. Kombucha yang terbuat dari teh hijau diduga akan memiliki manfaat yang sama atau bahkan lebih banyak dari teh hijau biasa. Faktanya, sebuah studi review dari hampir 300.000 orang menemukan bahwa peminum teh hijau memiliki risiko 18% lebih rendah menjadi diabetes.

7. Membantu menangkal kanker.

foto : bbc.com

Dalam penelitian tabung reaksi, kombucha membantu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker karena konsentrasi polifenol teh dan antioksidan yang tinggi. Diperkirakan  polifenol dapat memblokir mutasi gen dan pertumbuhan sel kanker. Banyak studi yang menyebutkan bahwa peminum teh memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker.


mgg/fairuz puspita