Brilio.net - Siapa sih, yang tak suka sate atau jenis makanan panggang lainnya? Maklum saja, selain aromanya menggugah selera, makanan yang dipanggang ini memang memiliki cita rasa yang enak.

Namun, tahukah kamu, jika ternyata mengonsumsi makanan panggang bukannya tanpa risiko? Pada sebuah artikel yang diterbitkan oleh laman kesehatan The Diagnosa, dikatakan bahwa sate dan jenis makanan panggang lainnya memiliki zat karsinogen.

foto: delicious.com.au



Dalam artikel yang ditulis oleh Dr Latif Saad tersebut dijelaskan dengan lebih detail bahwa daging panggang, seperti sate dan barbeque, telah mengalami reaksi Maillard, yakni pencokelatan non enzimatis.

Reaksi tersebut muncul karena makanan tersebut dimasak dengan temperatur panas yang tinggi. Alhasil, gula dan asam amino yang terkandung pun 'rusak'. Alih-alih menyehatkan, ia malah berubah menjadi senyawa akrilamida yang mana dapat menyebabkan kanker.

Lalu, bagaimana cara agar senyawa akrilamida tersebut tak terbentuk?

Sayangnya, pembentukan senyawa tersebut tak dapat dihindari ketika kita memanggang makanan. Malahan, akrilamida ini akan semakin banyak terbentuk jika kita memasak dalam waktu lama dan dengan temperatur suhu yang terlalu panas.

Meski begitu, jangan khawatir. Adanya senyawa tersebut tak berarti membuatmu harus berhenti mengonsumsi sate dan makanan panggang lainnya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat atau FDA menjelaskan bahwa yang terpenting adalah perbanyak makanan bernutrisi dan minimalisir makanan dengan metode memasak yang dapat menghasilkan kadar akrilamida yang tinggi.

Tetap imbangi dengan buah, sayur, olahraga teratur dan istirahat cukup agar badanmu selalu terasa segar.