Brilio.net - Bagi para pecinta daging sapi, pasti steak menjadi makanan favorit. Makanan yang menggunakan metode dibakar ini memang menjadi salah satu Western food yang paling digemari.

Nah bagi kamu yang memang menggilai steak, kamu juga bisa coba di rumah loh. Tapi membuat steak di rumah enggak boleh sembarangan, ada banyak yang harus diperhatikan.

Executive Chef Bhadranaya Group, Wiku Wibowo mengatakan saat ingin membuat steak yang harus diperhatikan adalah memilih daging sapi yang berkualitas. "Daging ada dua jenis, wagyu dan non wagyu. Kalau mau berkualitas, pilih daging wagyu," ujar Chef Wiku saat ditemui media usai acara pembukaan outlet The Real Holysteak di Jakarta.

Chef Wiku mengatakan daging wagyu juga dibagi dua jenis lagi, yaitu prime dan secondary cut. Prime cut ini antara lain sirloin, tenderloin, dan juga rib eye. Ketiga potongan daging sapi ini paling banyak digunakan dan dicari dalam olahan steik.

"Kalau yang secondary cut itu seperti shank, knuckle, brisket, top side back ribs dan lain lain dan lidah itu masuknya secondary," jelasnya.

Chef Wiku menyarankan saat memasak steak tidak perlu menggunakan bumbu yang berlebihan untuk menciptakan rasa yang lezat. "Enggak perlu pakai bumbu yang aneh-aneh, kalau kualitas daging yang baik, cukup cukup menggunakan garam dan lada saja," katanya.

Selain itu juga saat memasak daging enggak perlu lama-lama. Menurutnya penting harus disesuaikan dengan ketebalan dagingnya.

"Yang harus dipehatikan itu cara memasaknya, jadi kita harus tahu jelas suhunya berapa lama. Itu yang akan menentukan tingkat kematangannya. Ada yang rare, medium rare, medium, medium well, dan well done," katanya.

"Kalau suka daging yang tebal itu 200 gram ke atas, tapi kalau yang tipis itu 100-150 gram dan itu masaknya hanya 2-3 menit saja nhgak lama, tergantung tingkat kematangan. Kalau rare itu cepat, tidak sampai 1 menit," pungkasnya.