Menyiapkan stok lauk kering yang awet di rumah rasanya seperti punya "asuransi" ketenangan saat bulan Ramadhan tiba. Bayangkan, kita tidak perlu bangun terlalu awal untuk masak ribet di waktu sahur, namun kebutuhan gizi keluarga tetap terjaga.

Tren memasak lauk kering tanpa bahan pengawet kini makin diminati. Selain jauh lebih sehat dan higienis, cara ini sangat ekonomis karena bisa disimpan dalam waktu lama. Lauk-lauk ini sangat fleksibel; bisa jadi penyelamat saat kita terlambat bangun sahur atau sedang malas masak untuk berbuka.

Membuatnya pun tergolong simpel. Kuncinya ada pada teknik penggorengan hingga benar-benar kering, penumisan bumbu yang matang sempurna, dan cara penyimpanan yang tepat. Berikut adalah tujuh ide resep yang bisa dicoba untuk stok Ramadhan nanti.

1. Kering Tempe Manis Gurih

Lauk kering tahan lama
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Resep ini sangat ramah di kantong dan selalu jadi primadona.

Bahan:
- 2 papan tempe (iris tipis)
- 3 siung bawang putih (haluskan)
- 5 cabai merah (iris)
- 3 sdm gula merah serut
- 2 sdm kecap manis
- garam secukupnya

Cara Membuat:
1. Goreng irisan tempe sampai benar-benar garing, lalu tiriskan sampai minyaknya turun.
2. Tumis bawang putih dan cabai hingga harum, tambahkan gula merah dan kecap.
3. Masukkan tempe, aduk cepat sampai bumbu merata dan teksturnya kering.
4. Tunggu dingin sebelum masuk ke toples kedap udara.

2. Abon Sapi Rumahan

Lauk kering tahan lama
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Lauk premium yang sangat praktis sebagai taburan nasi atau roti saat sahur.

Bahan:
- 500 g daging sapi
- 200 ml santan
- 4 siung bawang putih
- 6 bawang merah
- 1 sdt ketumbar
- garam & gula

Cara Membuat:
1. Rebus daging sampai empuk, lalu suwir-suwir hingga halus.
2. Haluskan bumbu, tumis sampai harum.
3. Masukkan suwiran daging dan santan, masak sambil terus diaduk sampai mengering.
4. Sangrai sebentar tanpa minyak tambahan agar teksturnya lebih ringan.

3. Serundeng Kelapa Gurih

Pelengkap nasi yang bikin aroma makan jadi makin istimewa.

Bahan:
- 1 butir kelapa parut
- 3 siung bawang putih
- 2 cm lengkuas (parut)
- 2 lembar daun salam
- 1 sdm gula merah
- garam

Cara Membuat:
1. Campurkan kelapa parut dengan semua bumbu, masak di wajan dengan api kecil.
2. Aduk terus tanpa henti agar tidak gosong sampai kelapa kering kecokelatan.
3. Simpan setelah serundeng benar-benar dingin agar tetap renyah.

4. Teri Kacang Pedas

Perpaduan gurih dan pedas yang dijamin bikin nafsu makan meningkat.

Bahan:
- 150 g teri nasi
- 150 g kacang tanah
- 4 cabai merah (haluskan)
- 2 sdm gula merah
- garam

Cara Membuat:
1. Goreng teri dan kacang secara terpisah sampai renyah, tiriskan minyaknya.
2. Tumis bumbu halus sampai matang dan kadar airnya hilang.
3. Masukkan teri dan kacang, aduk rata sampai bumbu kering menyelimuti bahan.

5. Kentang Mustofa (Kering Kentang)

Camilan sekaligus lauk yang tekstur renyahnya bisa tahan berminggu-minggu.

Bahan:
- 500 g kentang (iris korek api)
- 5 cabai merah (haluskan)
- 2 siung bawang putih
- 2 sdm gula
- garam

Cara Membuat:
1. Goreng kentang dalam minyak banyak sampai sangat renyah dan kuning keemasan.
2. Tumis bumbu halus sampai harum dan "berambut" (karamelisasi).
3. Masukkan kentang, kecilkan api, lalu aduk sampai bumbu merata sempurna.

6. Sambal Goreng Kering Tempe Teri

Versi lengkap yang menggabungkan sumber protein nabati dan hewani.

Bahan:
- 1 papan tempe (potong kecil)
- 100 g teri
- 5 cabai merah
- 3 bawang merah
- 2 sdm gula merah
- garam

Cara Membuat:
1. Goreng tempe dan teri secara bergantian sampai kering.
2. Haluskan bumbu, tumis di sisa minyak sedikit sampai bumbu benar-benar matang.
3. Campurkan tempe dan teri, aduk hingga bumbu kering dan menempel.

7. Dendeng Sapi Kering

Lauk mewah yang awet disimpan lama tanpa perlu masuk freezer.

Bahan:
- 500 g daging sapi (iris tipis melawan serat)
- 4 siung bawang putih
- 3 sdm kecap manis
- 1 sdm gula merah
- garam

Cara Membuat:
1. Lumuri irisan daging dengan bumbu halus, diamkan selama 30 menit agar meresap.
2. Goreng dengan api sedang cenderung kecil sampai daging berwarna gelap dan kering.
3. Tiriskan minyaknya dan dinginkan sebelum disimpan dalam wadah tertutup.

FAQ Mengenai Stok Lauk Kering

1. Berapa lama rata-rata masa simpan lauk kering ini?

Jika diproses dengan benar (benar-benar kering) dan disimpan dalam wadah kedap udara, lauk seperti teri kacang, serundeng, dan kentang mustofa bisa bertahan 2 minggu hingga 1 bulan di suhu ruang.

2. Kenapa lauk kering saya cepat mlempem (tidak renyah)?

Penyebab utamanya adalah memasukkan lauk ke dalam wadah saat kondisinya masih hangat. Pastikan lauk benar-benar dingin setara suhu ruang sebelum toples ditutup rapat.

3. Apakah bumbu harus ditumis sampai benar-benar kering?

Ya, bumbu yang masih mengandung air (karamelisasinya tidak sempurna) akan membuat bahan utama seperti kentang atau tempe cepat lembek. Tumis bumbu sampai minyaknya terpisah dan teksturnya kental.

4. Apakah lauk kering ini perlu dipanaskan kembali saat akan dimakan?

Tidak perlu. Lauk kering dirancang untuk dikonsumsi langsung. Namun, jika ingin sensasi hangat, cukup letakkan di atas nasi hangat saat sahur, uap nasi akan sedikit melembutkan teksturnya.

5. Bagaimana cara menggoreng tempe atau kentang agar renyahnya tahan lama?

Gunakan minyak banyak (deep fry) dan pastikan potongan bahan berukuran seragam. Rendam kentang dalam air kapur sirih sebentar sebelum digoreng juga bisa membantu tekstur jadi lebih kokoh dan awet renyahnya.