Brilio.net - Waktu sahur seringkali menjadi momen yang penuh tantangan, terutama saat mata masih mengantuk dan isi kulkas mulai menipis. Memasak menu yang berat tentu terasa melelahkan, tapi tubuh tetap butuh asupan nutrisi lengkap agar kuat menjalani puasa seharian. Capcay sayur muncul sebagai penyelamat karena kemampuannya menyatukan berbagai sisa bahan di dapur menjadi hidangan yang kaya rasa dan menghangatkan perut di pagi buta.

Keunggulan utama dari hidangan ini adalah fleksibilitasnya yang tinggi. Tidak perlu pusing jika stok sayuran tidak lengkap, karena kunci kelezatannya terletak pada perpaduan tekstur renyah dan kuah kental yang gurih. Cukup potong-potong semua bahan yang tersedia, lalu tumis sebentar, dan santapan bergizi sudah siap tersaji di meja makan dalam waktu singkat.

Proses memasaknya pun tergolong sangat mudah dan tidak menuntut keahlian dapur yang rumit. Hanya butuh satu wajan untuk menyelesaikan semuanya dari awal sampai akhir. Strategi memasak cepat ini sangat membantu agar waktu istirahat tidak terbuang banyak, sehingga setelah makan bisa langsung bersiap untuk ibadah subuh tanpa harus berhadapan dengan tumpukan cucian piring yang menggunung.

Tips Sebelum Memasak Capcay

foto: Shutterstock.com

Sebelum mulai menyalakan kompor, pastikan semua sayuran sudah dicuci bersih dan dipotong dengan ukuran yang hampir seragam agar tingkat kematangannya merata. Siapkan pisau tajam, talenan, dan satu buah wajan atau penggorengan yang cukup besar untuk menampung semua isian. Untuk menghemat waktu saat sahur, bumbu cair seperti saus tiram, kecap asin, kecap ikan, dan saus tomat bisa dicampur terlebih dahulu dalam satu wadah kecil. Jangan lupa siapkan larutan maizena di akhir agar kuah mencapai kekentalan yang pas saat masakan hampir matang. Menggunakan HP untuk melihat urutan resep juga bisa diletakkan di area yang aman agar tidak terkena cipratan minyak.

Yuk cobain bareng BrilioFood, Kamis (19/2).

Resep Capcay Untuk Sahur

foto: Shutterstock.com

Bahan Utama:

- 100 gr dada ayam fillet, potong sesuai selera.
- 100 gr udang yang sudah dikupas.
- 3 butir bakso ikan, belah dua atau iris tipis.
- Aneka sayuran yang kamu suka.
- Bumbu tumis: 3 siung bawang putih (geprek cincang), 1 sdt jahe cincang, dan 1 batang daun bawang.
- Cairan: 2 sdm minyak goreng dan 250-300 ml air.

Bumbu Penyedap:

- 1 sdm saus tiram.
- 1 sdm kecap asin.
- 1 sdm kecap ikan.
- 1 sdm saus tomat.
- 1 sdt bubuk penyedap rasa.
- 1 sdt gula pasir, ½ sdt garam, dan ½ sdt lada putih.
- 1 sdt minyak wijen untuk aroma.

Bahan Pengental:

- 1 sdm maizena yang dilarutkan dengan 3 sdm air.

Cara Memasak:

1. Panaskan minyak di wajan, masukkan ayam, udang, dan bakso ikan. Tumis sebentar saja sampai warnanya berubah, lalu angkat dan sisihkan dulu.
2. Gunakan sisa minyak di wajan yang sama untuk menumis bawang putih dan jahe sampai aromanya tercium harum.
3. Segera masukkan sayuran, lalu aduk dengan cepat.
4. Aduk-aduk lagi sebentar.
5. Tuangkan air bersama campuran bumbu yang sudah disiapkan. Tunggu sampai air mendidih.
6. Masukkan kembali ayam, udang, dan bakso ikan yang tadi disisihkan.
7. Aduk cepat sampai sayuran mulai layu.
8. Tuang larutan maizena sambil terus diaduk hingga kuah terlihat mengental.
9. Terakhir, masukkan irisan daun bawang dan minyak wijen. Aduk sebentar agar aroma menyatu, angkat, dan sajikan selagi panas.

FAQ Seputar Resep Capcay Sayur

1. Bolehkah sayurannya diganti dengan jenis lain?
Sangat boleh, silakan gunakan sayuran apa saja yang tersedia di kulkas seperti buncis atau kapri selama teksturnya cocok untuk ditumis.

2. Bagaimana cara agar udang tidak keras?
Udang sebaiknya hanya ditumis sebentar di awal dan dimasukkan kembali saat tahap akhir agar tidak terlalu lama terkena panas.

3. Apakah jahe wajib digunakan?
Jahe berfungsi untuk menghilangkan aroma amis dari udang dan bakso ikan serta memberikan rasa hangat pada kuah, jadi sangat disarankan untuk tetap dipakai.

4. Bisa tidak jika tidak menggunakan maizena?
Bisa, tapi kuah capcay akan menjadi encer seperti sup biasa. Maizena memberikan tekstur kental khas capcay restoran.

5. Kenapa minyak wijen dimasukkan terakhir?
Minyak wijen memiliki aroma yang kuat dan mudah menguap, jadi memasukkannya di akhir proses masak akan menjaga aromanya tetap segar saat disajikan.