Brilio.net - Kue pare atau pepare berasal dari Banjarmasin. Tak seperti namanya, kue ini tak berbahan dasar tumbuhan pare, lho. Meskipun begitu, setelah jadi, kue ini tetap dibentuk menyerupai pare. Dengan warna hijau dan teksturnya pun terkesan mirip. Alih-alih pahit seperti tumbuhan pare, rasa kue ini cenderung manis.

Dilansir BrilioFood dari akun Instagram @yulianaa_nugraha, resep pepare khas Banjarmasin.

foto: Instagram/@yulianaa_nugraha

Bahan:
- 300 gr tepung ketan
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm air kapur sirih
- 8 daun pandan, 4 lembar suji, dan 150 ml air (blender dan ambil sarinya)
- 100 ml air panas

Isian:
- 1/2 butir kelapa setengah tua, parut
- 100 gr gula aren
- 1 sdm terigu
- 1/2 sdt garam
- 1/4 sdt vanilli bubuk
- 250 ml air

Topping:
- 500 ml santan kental
- 1 sdm terigu
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm gula pasir

Cara membuat:
1. Isian: Cincang kasar gula aren, masak di wajan bersama air hingga larut dan setengah mengental. Tambahkan kelapa parut, garam, dan vanilli bubuk. Tambahkan tepung terigu, aduk hingga tercampur rata dan matang.
2. Topping: Masak santan kental hingga menyusut dan sedikit mengental sampai tersisa sekitar 200 ml. Tambahkan gula, garam, dan tepung terigu. Aduk hingga rata dan mengental. Matikan api dan sisihkan.
3. Campur tepung ketan, garam, dan air kapur sirih. Uleni ringan. Tambahkan air panas dan air sari pandan suji secara bergantian hingga adonan tercampur rata.
4. Bentuk bulat adonan, beri isian, lalu bentuk menyerupai buah pare.
5. Siapkan dandang yang sudah dialasi daun pisang dan diolesi tipis minyak goreng. Kukus hingga matang sekitar 10-15 menit.
6. Sajikan dengan topping.