Sambil bercanda saat diwawancara brilio.net, Mbah Waginah bilang usianya baru sembilan tahun setengah. Artinya ia sudah berusia 95 tahun. Di usia senja Mbah Waginah masih semangat untuk bekerja. Lebih dari 45 tahun ia menekuni pekerjaan sebagai penjual makanan khas Jogja ini. Ia berdagang dari pukul 06:00 pagi untuk menyediakan sarapan untuk masyarakat Jogja.

Mbah Waginah dibantu satu pegawainya untuk membawa dagangan ke lapak. Bukan hanya nasi gudeg saja, tapi Mbah Waginah juga menyediakan bubur gudeg. Dalam bahasa Jawa, Mbah Waginah menjelaskan apa saja yang ia siapkan sejak pukul 04:00 subuh untuk ia berjualan.

 "Yang buat jualan ini,  cuma telur, ayam, ayamnya dua ekor, telurnya tiga kilogram, kalau tidak habis ya dihabiskan besok. Nanti dimasak lagi" jelasnya.

Ia juga menjelaskan harga gudeg yang ia jual, dari Rp 8.000 hingga Rp 15.000. Harganya bermacam tergantung pilihan lauk yang dimakan oleh pembeli.

Di usia senjanya Mbah Waginah masih semangat berjualan gudeg, meskipun tidak selalu ramai pembeli setiap harinya. Tidak selalu habis, bahkan kalau sepi hanya terjual 3-4 porsi saja. Menurutnya Saat belum banyak saingan, jam 10 pagi gudegnya sudah habis. Mbah Waginah merasa senang apabila ramai pembeli. Ia harus berkali-kali mencuci piring yang jumlahnya hanya 7-8 piring untuk melayani pembeli.

Ia berpindah jualan ke tempat ini sejak 17 tahun yang lalu. Meski tempat jualannya terbilang sederhana, namun rasa gudegnya tidak kalah lezat dengan penjual lain. Warungnya sempat tutup selama 5 bulan karena Mbah Waginah jatuh sakit.