10 Menit hilangkan bau prengus di talenan kayu habis potong daging kurban, cuma pakai 2 bahan dapur

10 Menit hilangkan bau prengus di talenan kayu habis potong daging kurban, cuma pakai 2 bahan dapur
cara hilangkan bau prengus talenan kayu | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Setelah selesai memotong daging kurban, talenan kayu sering menyisakan bau prengus yang cukup kuat dan tidak langsung hilang hanya dengan disiram air. Bau ini berasal dari lemak dan protein darah daging kambing yang meresap ke dalam serat kayu, sehingga semakin lama dibiarkan, semakin dalam aromanya menempel. Kalau tidak segera ditangani, bau prengus bisa bertahan berhari-hari bahkan setelah talenan dicuci berkali-kali.

Kabar baiknya, tidak perlu beli produk pembersih khusus untuk mengatasinya. Ada dua bahan dapur yang hampir selalu tersedia di rumah dan terbukti efektif mengangkat bau prengus dari serat kayu talenan, yaitu garam kasar dan jeruk nipis. Keduanya bekerja secara mekanis dan kimiawi sekaligus, sehingga hasilnya lebih efektif dibanding sabun cuci biasa.

Kenapa Talenan Kayu Lebih Mudah Menyerap Bau Dibanding Talenan Plastik?

Talenan kayu memiliki pori-pori alami yang menyerap cairan, termasuk darah dan lemak dari daging kambing yang baru dipotong. Lemak inilah yang menjadi sumber utama bau prengus, karena senyawa organiknya terperangkap di dalam serat kayu dan tidak bisa diangkat hanya dengan air. Berbeda dengan talenan plastik yang permukaannya tidak berpori, talenan kayu butuh penanganan yang lebih spesifik.

Cara Hilangkan Bau Prengus di Talenan Kayu dengan Garam dan Jeruk Nipis

Kombinasi garam kasar dan jeruk nipis bekerja dua arah sekaligus: garam berfungsi sebagai scrub alami yang mengangkat residu lemak dan darah dari serat kayu secara mekanis, sementara asam sitrat dari jeruk nipis menetralisir senyawa penyebab bau secara kimiawi. Cara ini tidak merusak permukaan talenan kayu karena tidak menggunakan bahan kimia keras. Cukup lakukan satu kali dan bau prengus sudah bisa berkurang drastis dalam waktu 10 menit.

Bahan:
- 2–3 sendok makan garam kasar (garam laut lebih baik karena butirannya lebih besar)
- 2 buah jeruk nipis, belah dua

Langkah:
1. Letakkan talenan kayu di tempat yang stabil dan tidak licin.
2. Taburkan garam kasar secara merata ke seluruh permukaan talenan yang terkena daging.
3. Ambil belahan jeruk nipis dan gosokkan langsung ke permukaan talenan sambil menekan agar air perasan keluar.
4. Gosok memutar dengan tekanan sedang, fokus pada bagian yang paling banyak terkena darah atau bekas potongan.
5. Biarkan campuran garam dan air jeruk nipis bekerja di permukaan talenan selama 5–7 menit.
6. Bilas dengan air mengalir sambil gosok permukaan dengan tangan atau sikat lembut.
7. Keringkan talenan dengan kain bersih dan letakkan berdiri tegak agar sirkulasi udara merata di kedua sisi.

FAQ

Q: Apakah cara ini aman untuk semua jenis talenan kayu, termasuk yang sudah lama dipakai?

A: Aman untuk sebagian besar talenan kayu padat seperti kayu jati, akasia, atau pinus. Tapi untuk talenan kayu yang sudah retak atau mengelupas, sebaiknya hindari merendam terlalu lama karena air bisa masuk ke celah dan memperparah kerusakan. Cukup gosok permukaannya dan segera bilas.

Q: Seberapa sering talenan kayu perlu diberi perawatan khusus seperti ini?

A: Untuk pemakaian sehari-hari memotong sayur atau buah, cukup cuci dengan sabun dan keringkan. Perawatan dengan garam dan jeruk nipis atau metode serupa sebaiknya dilakukan setiap kali talenan dipakai memotong daging, terutama daging merah, ikan, atau unggas, karena cairan dari bahan-bahan ini paling mudah meresap dan meninggalkan bau.

Q: Apa yang terjadi kalau talenan kayu dibiarkan basah setelah dicuci?

A: Talenan kayu yang sering dibiarkan basah akan lebih cepat retak, melengkung, dan berjamur. Jamur yang tumbuh di serat kayu tidak hanya berbau, tapi juga bisa mencemari makanan yang dipotong di atasnya. Kebiasaan mengeringkan talenan dengan cara berdiri tegak setelah dicuci adalah langkah kecil yang cukup penting untuk memperpanjang usia pakainya.

Q: Apakah bau prengus di talenan bisa menular ke makanan yang dipotong setelahnya?

A: Bisa, terutama untuk makanan yang aromanya ringan seperti buah atau sayuran. Senyawa lemak dari daging kambing yang masih menempel di serat kayu bisa berpindah ke permukaan makanan saat proses pemotongan. Ini salah satu alasan mengapa disarankan untuk punya talenan terpisah untuk daging dan bahan makanan lainnya.

Q: Selain garam dan jeruk nipis, adakah bahan lain yang bisa dipakai untuk menghilangkan bau prengus di talenan?

A: Ada beberapa alternatif yang juga cukup efektif. Baking soda yang dicampur air hangat bisa dipakai sebagai pengganti garam untuk efek netralisir bau. Cuka putih juga bisa dioleskan ke permukaan talenan dan dibiarkan beberapa menit sebelum dibilas. Untuk bau yang sudah terlanjur meresap dalam, menjemur talenan di bawah sinar matahari langsung selama beberapa jam juga membantu mengurangi aroma yang tersisa.

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas