Cara praktis membuat pupuk organik cair dari kulit bawang merah

Cara praktis membuat pupuk organik cair dari kulit bawang merah
foto ilustrasi: Gemini AI

Memanfaatkan limbah dapur untuk menjaga lingkungan adalah langkah cerdas yang bisa dimulai dari rumah. Salah satu bahan yang sering kali berakhir di tempat sampah adalah kulit bawang merah, padahal bahan ini bisa diubah menjadi pupuk organik cair berkualitas. Membuat penyubur tanaman sendiri bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga menjadi solusi hemat untuk mengurangi ketergantungan pada zat kimia sintetis.

Proses pengolahannya sangat praktis dan tidak menuntut biaya besar. Alat dan bahan yang diperlukan biasanya sudah tersedia di dapur, seperti botol bekas, saringan, dan alat pengaduk. Berikut adalah panduan lengkap membuat pupuk cair alami dari kulit bawang merah tanpa harus merogoh kocek dalam.

Persiapan Alat dan Bahan

Tahap awal yang paling krusial adalah memastikan semua perlengkapan siap digunakan agar proses fermentasi berjalan lancar.

- Kulit Bawang Merah: Sebagai bahan utama yang kaya akan kalium, fosfor, magnesium, dan zat besi.
- Air Bersih: Digunakan sebagai pelarut nutrisi.
- Wadah Fermentasi: Gunakan botol plastik atau wadah tertutup lainnya untuk menciptakan kondisi tanpa oksigen (anaerobik).
- Gula Merah atau Molase: Berfungsi sebagai asupan bagi mikroorganisme untuk mempercepat penguraian.
- Alat Pengaduk: Untuk mencampur semua komponen hingga merata.
- Saringan: Digunakan untuk memisahkan hasil akhir pupuk dari ampasnya.
- Botol Penyimpanan: Wadah untuk menampung pupuk cair yang sudah jadi.

Memilih Kulit Bawang yang Berkualitas

Cara praktis membuat pupuk organik cair dari kulit bawang merah

Pupuk organik cair kulit bawang merah
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Pastikan hanya mengumpulkan kulit bawang yang bersih dari kotoran asing. Kulit bawang bisa dikumpulkan sedikit demi sedikit setiap kali selesai memasak dan disimpan di wadah bersih. Untuk hasil maksimal, jemur kulit bawang di bawah matahari hingga benar-benar kering, lalu hancurkan menjadi potongan kecil agar nutrisinya lebih cepat terlepas saat difermentasi.

Tahap Pencampuran dan Fermentasi

Cara praktis membuat pupuk organik cair dari kulit bawang merah

Pupuk organik cair kulit bawang merah
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Fermentasi adalah proses inti di mana mikroorganisme bekerja melepaskan nutrisi penting ke dalam air.

1. Mencampur Bahan: Masukkan potongan kulit bawang ke wadah, lalu tambahkan air dan gula merah sebagai aktivator. Perbandingan standarnya adalah 100 gram kulit bawang dengan 500 ml air.
2. Menutup Rapat: Tutup wadah dengan kencang agar tidak ada oksigen yang masuk.
3. Pengadukan Berkala: Kocok atau aduk botol secara rutin agar fermentasi berjalan merata di seluruh bagian.
4. Pemantauan: Perhatikan perubahan aroma dan warna. Awalnya larutan akan berwarna cokelat pekat dengan bau menyengat, namun lama-kelamaan aroma tersebut akan berkurang.

Penyaringan dan Pengenceran

Cara praktis membuat pupuk organik cair dari kulit bawang merah

Pupuk organik cair kulit bawang merah
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Setelah proses fermentasi selesai (biasanya sekitar 8 hari), pupuk tidak bisa langsung disiramkan.

- Penyaringan: Pisahkan cairan dari ampas menggunakan kain atau saringan halus. Ampasnya masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk padat.
- Pengenceran: Karena konsentrasinya sangat pekat, pupuk harus dicampur air lagi agar tidak merusak tanaman. Takaran amannya adalah 10 ml pupuk cair untuk setiap 1 liter air.

Cara Penggunaan yang Benar

Cara praktis membuat pupuk organik cair dari kulit bawang merah

Pupuk organik cair kulit bawang merah
© 2026 brilio.net/Gemini AI

- Tanaman Hias: Siramkan larutan ke media tanam setiap satu atau dua minggu sekali. Hindari mengenai daun secara langsung.
- Tanaman Buah: Pupuk ini efektif merangsang bunga dan buah. Siramkan di area sekitar pangkal batang, terutama saat tanaman mulai masuk fase pembuahan.
- Tanaman Sayur: Aplikasi secara rutin pada tanah di sekitar tanaman akan mendukung pertumbuhan daun dan tunas baru.

Keamanan dalam Bekerja

Sangat disarankan memakai sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengolah pupuk ini. Larutan hasil fermentasi terkadang memiliki tingkat keasaman (pH) tertentu yang bisa memicu iritasi pada kulit sensitif. Selain itu, pelindung mata akan menjaga dari percikan cairan yang mungkin terjadi saat proses pengadukan atau penyaringan.

Keuntungan Menggunakan Pupuk Kulit Bawang

Selain menyediakan nutrisi lengkap seperti kalium dan fosfor, pupuk ini membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuannya menahan air. Menariknya, kulit bawang memiliki senyawa aktif yang bisa menjadi pengusir hama alami. Tentu saja, metode ini jauh lebih murah dan membantu mengurangi sampah rumah tangga secara signifikan.

FAQ Membuat Pupuk Organik

1. Apakah pupuk cair kulit bawang merah berbau busuk?

Pada awal fermentasi, aroma bawang memang sangat menyengat, namun setelah proses fermentasi matang, bau tersebut akan berkurang dan berubah menjadi aroma khas fermentasi.

2. Tanaman apa saja yang tidak boleh diberikan pupuk ini?

Secara umum, hampir semua tanaman bisa menggunakannya asalkan dosisnya tepat. Namun, pada tanaman hias dengan daun sangat sensitif, pastikan larutan hanya disiram ke tanah.

3. Berapa lama pupuk cair ini dapat disimpan?

Jika disimpan dalam botol tertutup rapat dan diletakkan di tempat teduh, pupuk cair ini bisa bertahan selama beberapa bulan tanpa kehilangan kualitasnya.

4. Bisakah saya mencampur kulit bawang putih dengan bawang merah?

Bisa. Kulit bawang putih juga memiliki kandungan anti-bakteri dan nutrisi yang mirip, sehingga kombinasi keduanya justru bisa memperkuat fungsi pestisida alami.

5. Kapan waktu terbaik menyiramkan pupuk ini ke tanaman?

Waktu terbaik adalah pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4, agar penguapan nutrisi tidak terlalu cepat akibat sinar matahari.

 

(brl/tin)

Source: liputan6.com / Nisa Mutia Sari
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan pemeriksaan dan kurasi oleh Editorial.

  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas