Jangan langsung dibuang! Ini alasan cobek batu mudah berjamur dan cara mengatasinya
Diperbarui 30 Jun 2026, 13:20 WIB
Diterbitkan 30 Jun 2026, 12:00 WIB

Brilio.net - Ulekan batu atau cobek dikenal awet dan mampu menghasilkan bumbu yang lebih halus dibanding alat berbahan lain. Meski begitu, tidak sedikit yang menemukan bintik putih, kehijauan, atau bercak hitam pada permukaan cobek setelah lama disimpan. Kondisi ini sering memunculkan anggapan bahwa cobek tersebut terbuat dari bahan yang kurang bagus, padahal penyebabnya belum tentu demikian.
Faktanya, batu alam memiliki pori-pori alami yang dapat menyimpan sedikit air dan sisa bahan makanan. Jika kelembapan masih tersisa saat cobek disimpan di tempat tertutup, jamur bisa tumbuh di permukaannya. Dengan memahami penyebabnya, cobek batu dapat dirawat lebih tepat sehingga tetap bersih dan nyaman digunakan.
Kenapa Ulekan Batu Mudah Berjamur?
Jamur tumbuh karena membutuhkan kelembapan, udara, dan sumber makanan. Ketiga faktor tersebut bisa ditemukan pada cobek yang tidak dibersihkan atau dikeringkan secara menyeluruh setelah dipakai.
Selain itu, batu alam memiliki pori-pori berukuran sangat kecil. Meski tidak terlihat, pori-pori tersebut dapat menyerap air, minyak, dan sisa bumbu sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur apabila disimpan dalam kondisi lembap.
Penyebab Ulekan Batu Mudah Berjamur
1. Pori-Pori Batu Menyimpan Air
Batu alam seperti andesit memiliki pori-pori alami yang mampu menahan sedikit air setelah dicuci. Air yang tertinggal di dalam pori tidak selalu langsung menguap. Jika penyimpanan kurang memiliki sirkulasi udara, kelembapan akan bertahan lebih lama.
2. Sisa Bumbu Masuk ke Dalam Permukaan Batu
Cabai, bawang, kemiri, kacang, maupun rempah mengandung minyak alami. Sebagian minyak dan partikel makanan dapat masuk ke pori-pori batu ketika proses mengulek berlangsung. Bila tidak dibersihkan hingga tuntas, sisa tersebut menjadi sumber nutrisi bagi jamur.
3. Disimpan Saat Masih Lembap
Cobek yang hanya dilap lalu langsung dimasukkan ke lemari memiliki risiko lebih tinggi ditumbuhi jamur. Udara yang minim membuat proses pengeringan berlangsung lebih lambat.
4. Tempat Penyimpanan Kurang Memiliki Sirkulasi Udara
Lemari dapur yang tertutup rapat cenderung lebih lembap dibanding rak terbuka. Kondisi tersebut membuat spora jamur lebih mudah berkembang apabila masih ada air atau sisa makanan pada cobek.
Perbandingan Material Ulekan dan Risiko Berjamur
Hack Membersihkan Ulekan Batu yang Berjamur
Jamur yang baru muncul biasanya masih berada di permukaan sehingga dapat dibersihkan tanpa bahan kimia keras. Pembersihan sebaiknya dilakukan segera agar noda tidak semakin sulit dihilangkan. Setelah bersih, pastikan cobek benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
Bahan
- Garam kasar
- Jeruk nipis atau sedikit cuka
- Air hangat
- Sikat berbulu sedang atau keras
Langkah
1. Bilas cobek menggunakan air hangat.
2. Taburkan garam kasar pada permukaan yang berjamur.
3. Gosok menggunakan irisan jeruk nipis atau tambahkan sedikit cuka.
4. Sikat seluruh permukaan hingga sisa jamur dan bumbu terangkat.
5. Bilas kembali menggunakan air bersih.
6. Jemur atau angin-anginkan sampai benar-benar kering sebelum disimpan.
Hack Mencegah Ulekan Batu Berjamur
Perawatan sederhana setelah digunakan jauh lebih efektif dibanding membersihkan jamur yang sudah muncul. Kebiasaan ini juga membantu menjaga kebersihan cobek dalam jangka panjang. Pengeringan menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Langkah
1. Cuci cobek segera setelah selesai digunakan.
2. Gunakan sikat agar sisa bumbu di pori-pori ikut terangkat.
3. Bilas menggunakan air hangat bila habis mengulek bahan berminyak.
4. Keringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
5. Jemur secara berkala, terutama saat cuaca cerah.
6. Simpan cobek di rak terbuka atau tempat yang tidak lembap.
Tanda Ulekan Batu Perlu Dibersihkan Lebih Menyeluruh
Beberapa tanda menunjukkan masih ada sisa bahan yang tertinggal pada permukaan batu, antara lain:
- Muncul bercak putih, hijau, atau hitam.
- Permukaan terasa licin meski sudah dicuci.
- Tercium aroma apek saat cobek akan digunakan.
- Warna permukaan berubah tidak merata.
- Masih terdapat sisa bumbu pada cekungan batu.
FAQ
1. Apakah cobek batu yang berjamur masih bisa dipakai?
Bisa, selama jamur hanya berada di permukaan dan berhasil dibersihkan hingga bersih, kemudian cobek dikeringkan secara menyeluruh sebelum digunakan kembali.
2. Apakah sabun cuci piring aman digunakan untuk membersihkan cobek batu?
Boleh digunakan secukupnya, terutama jika habis mengulek bahan berminyak. Setelah itu, bilas hingga tidak ada sisa sabun yang tertinggal.
3. Seberapa sering cobek batu perlu dijemur?
Tidak harus setiap selesai dipakai. Penjemuran berkala, terutama setelah pencucian atau saat cuaca cerah, sudah membantu mengurangi kelembapan di dalam pori batu.
4. Apakah semua jenis batu memiliki pori-pori?
Ya. Sebagian besar batu alam memiliki pori-pori alami, hanya tingkat porositasnya yang berbeda-beda tergantung jenis batunya.
5. Apakah menyimpan cobek di dekat kompor lebih baik?
Belum tentu. Area dekat kompor bisa terkena uap dan minyak saat memasak, sehingga tetap perlu dipastikan cobek berada di tempat yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Kukira cobek berat pasti bagus, ternyata ada cara lain buat cek bahannya asli batu atau tidak
- Rahasia cobek batu baru awet dan steril, trik bersihkan sisa pasir pakai bahan dapur
- Gas habis mendadak? Trik darurat pakai tisu & minyak jelantah ini bisa jadi penyelamat
- Bukan spons dan sabun, ini cara tepat mencuci cobek batu agar bumbu tetap autentik tanpa bau kimia
- Cara ampuh menghilangkan jamur dan bau pada cobek batu tanpa merusak teksturnya
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
Resep oseng kacang panjang bumbunya meresap dan masaknya kurang dari 10 menit, keluarga pasti suka
29 / 06 / 2026 19:00 WIB
Resep gorengan combro yang renyah tapi dalamnya tetap empuk dan nikmat, ternyata ini triknya
29 / 06 / 2026 18:00 WIB
Cara membuat pecak gambas bumbu kacang santan, lauk sederhana yang kaya rasa
29 / 06 / 2026 15:00 WIB
Cara membuat sukun goreng renyah tanpa tepung, bumbu meresap sempurna gurih pakai bawang & kunyit
29 / 06 / 2026 14:00 WIB
















