Jangan tunggu sampai berjamur! Rawat cobek dengan 3 tahap praktis ini agar selalu steril dipakai
Diperbarui 28 Agt 2025, 18:12 WIB
Diterbitkan 30 Agt 2025, 13:30 WIB

Brilio.net - Cobek yang terbuat dari batu memang terkenal awet dan kokoh, tapi kalau tidak dirawat dengan benar bisa jadi sarang jamur. Permukaan batu yang berpori membuat sisa bumbu mudah menempel dan menyerap, sehingga lembap dan cepat ditumbuhi jamur. Kondisi ini tentu bikin cobek jadi bau apek dan tidak higienis untuk digunakan lagi.
Banyak orang hanya mencuci cobek dengan air tanpa memperhatikan detail kebersihannya. Padahal, batu yang tidak dikeringkan dengan baik bisa menyimpan air di pori-porinya, dan inilah yang memicu tumbuhnya jamur. Jika dibiarkan, lama-kelamaan jamur bisa membandel dan susah dihilangkan meski sudah digosok berkali-kali.
Selain merusak tampilan cobek, jamur juga bisa mengganggu kesehatan karena berpindah ke makanan saat digunakan menumbuk bumbu. Inilah kenapa perawatan cobek, terutama yang berbahan batu, tidak boleh dianggap sepele. Perlu cara khusus agar cobek tetap bersih, bebas jamur, dan siap dipakai kapan saja.
Nah, sebelum benar-benar berjamur, kamu bisa melakukan perawatan seperti yang diterapkan pengguna Facebook Fitri Rahmawati. Melalui salah satu video yang diunggah, dia menjelaskan bahwa ada tiga tahapan yang perlu dilakukan untu merawat cobek agar selalu higienis bebas dari jamur.
Berikut tutorialnya yang telah BrilioFood rangkum dari Facebook Fitri Rahmawati pada Kamis (28/8).
Merawat cobek batu dengan 3 tahap.
1. Bersihkan dengan garam.
foto: Facebook/Fitri Rahmawati
Cobek batu punya pori-pori yang mudah menyerap sisa bumbu, jadi langkah pertama adalah membersihkannya dengan garam. Caranya gampang, taburkan garam ke seluruh permukaan cobek, lalu ulek atau gosok dengan ulekan sampai garamnya halus dan merata. Garam ini bukan cuma mengangkat sisa bumbu, tapi juga berfungsi sebagai “scrub alami” yang bisa membunuh bakteri sekaligus mengurangi bau apek.
2. Rendam dengan air mendidih.
foto: Facebook/Fitri Rahmawati
Setelah itu, cobek langsung direndam dalam baskom berisi air mendidih. Diamkan sampai airnya benar-benar dingin supaya pori-pori batu bisa terbuka, lalu kotoran yang masih tersisa akan ikut luruh. Cara ini juga sekaligus membuat cobek lebih steril, jadi jamur yang suka tumbuh karena kelembapan bisa diminimalisir.
3. Olesi dengan minyak goreng.
foto: Facebook/Fitri Rahmawati
Langkah terakhir adalah melapisi permukaan cobek dengan minyak goreng. Tuang secukupnya saja, lalu ratakan menggunakan tisu atau kain bersih sampai semua bagian tertutup tipis minyak. Lapisan minyak ini berfungsi seperti “pelindung alami” yang bikin cobek tetap lembap tapi tidak jadi sarang jamur, sehingga lebih awet dan siap dipakai kapan saja.
Pertanyaan seputar penyebab cobek berjamur
Cobek batu memang terkenal awet, tapi kalau salah perawatan bisa jadi cepat berjamur. Banyak orang bingung kenapa cobek bisa ditumbuhi jamur padahal sudah dicuci bersih, ternyata ada beberapa penyebab yang sering luput diperhatikan.
1. Mengapa cobek berjamur meski sudah dicuci dengan sabun?
Karena sabun saja tidak cukup membersihkan pori-pori batu yang menyerap sisa bumbu. Jika tidak digosok atau direndam dengan benar, sisa makanan tetap tertinggal dan memicu jamur.
2. Apakah cobek bisa berjamur karena terlalu sering terkena air?
Ya, kelembapan berlebih membuat pori-pori batu tetap basah meski sudah dibilas. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh dengan cepat.
3. Benarkah menjemur cobek di bawah matahari bisa mencegah jamur?
Benar, karena panas matahari membantu mengeringkan pori-pori batu sepenuhnya. Namun kalau cobek hanya diangin-anginkan, air di dalam pori-pori masih bisa terperangkap dan menimbulkan jamur.
4. Apakah minyak goreng yang tersisa setelah mengulek bisa jadi penyebab jamur?
Bisa, karena minyak yang meresap ke batu akan bercampur dengan debu dan sisa bumbu. Lama-kelamaan, campuran ini akan membentuk lapisan lembap yang disukai jamur.
5. Mengapa cobek baru lebih rentan berjamur dibanding cobek lama?
Cobek baru biasanya masih punya pori-pori yang lebih terbuka dan belum terlapisi minyak alami dari penggunaan. Itulah sebabnya cobek baru perlu diperlakukan khusus dengan proses "seasoning" agar tidak cepat berjamur.
(brl/ola)
RECOMMENDED ARTICLES
- Jangan asal beli, cobek batu bisa dipalsukan, begini trik membedakan dengan yang asli
- Jangan langsung dipakai, trik bersihkan cobek sekarang agar higienis dan awet pakai 2 bahan dapur
- Jangan dicuci sabun, ini trik memakai cobek batu baru agar tidak berpasir dan aman digunakan
- Akhirnya tahu cara bersihkan cobek batu agar kinclong dan bebas bau, cuma butuh 2 bahan dapur
- Jangan cuma dicuci sabun, ini trik bersihkan cobek batu baru agar tak bikin warna ulekan jadi abu-abu
- Emak-emak ini perlihatkan fungsi lain cobek batu alih-alih dipakai menghaluskan, kreatif layak dicoba
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas