Sudah ditiriskan tapi gorengan tetap berminyak? Ini 5 kesalahan yang bisa jadi penyebabnya

Sudah ditiriskan tapi gorengan tetap berminyak? Ini 5 kesalahan yang bisa jadi penyebabnya
penyebab gorengan berminyak | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Gorengan sudah diangkat dari minyak, lalu ditaruh di saringan supaya minyaknya turun. Namun, setelah beberapa menit, permukaannya masih terlihat mengilap dan saat dimakan justru terasa cukup berminyak. Kondisi seperti ini bukan selalu berarti proses meniriskannya yang salah.

Jumlah minyak yang tertinggal pada gorengan bisa dipengaruhi beberapa bagian dari proses memasak. Suhu minyak, banyaknya bahan dalam wajan, kondisi adonan, tingkat kematangan, sampai posisi gorengan setelah diangkat dapat ikut menentukan hasil akhirnya.

Kenapa Gorengan Bisa Tetap Berminyak Setelah Ditiriskan?

Saat makanan digoreng, air di dalam bahan berubah menjadi uap dan keluar melalui permukaan. Pada saat yang sama, permukaan makanan bersentuhan dengan minyak sehingga sebagian minyak dapat tertinggal di bagian luarnya.

Setelah gorengan diangkat, minyak yang berada di permukaan masih bisa menetes ketika ditiriskan. Namun, tidak semua minyak yang sudah berada di celah atau struktur gorengan bisa keluar hanya dengan proses penirisan. Jumlah minyak yang tertahan pun bisa berbeda, tergantung bahan, adonan, suhu, ukuran, dan proses penggorengannya.

Karena itu, kalau gorengan terasa berminyak, jangan langsung menyalahkan tahap meniriskan. Lebih baik cek prosesnya dari awal.

1. Suhu Minyak Terlalu Rendah

Minyak yang belum cukup panas dapat membuat proses penggorengan berlangsung lebih lambat. Lapisan luar gorengan pun membutuhkan waktu lebih lama untuk terbentuk, sehingga hasil akhirnya bisa terasa lebih berminyak.

Bukan berarti minyak harus dipanaskan sampai sangat panas. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi panas yang cukup dan stabil selama bahan digoreng.

Sebelum memasukkan bahan, beri waktu minyak untuk panas terlebih dahulu. Setelah itu, pertahankan api agar tidak naik turun secara berlebihan.

2. Gorengan Terlalu Banyak dalam Satu Wajan

Memasukkan terlalu banyak bahan sekaligus dapat membuat suhu minyak turun. Jarak antargorengan juga menjadi lebih sempit sehingga panas tidak menyebar dengan cara yang sama pada setiap bagian.

Kondisi ini bisa membuat proses penggorengan berlangsung lebih lama. Selain itu, gorengan yang terlalu banyak juga lebih mudah saling menempel setelah diangkat.

Kalau jumlah adonan cukup banyak, lebih baik bagi menjadi beberapa batch. Dengan begitu, wajan tidak terlalu penuh dan proses memasak lebih mudah dikendalikan.

3. Adonan Mengandung Terlalu Banyak Air

Masalah gorengan berminyak tidak selalu berasal dari minyak. Kondisi adonan juga perlu diperiksa, terutama jika adonan jauh lebih encer dari yang dibutuhkan untuk jenis gorengannya.

Adonan dengan kadar air tinggi membutuhkan proses lebih lama untuk mengurangi kelembapannya saat digoreng. Tepung, sayuran, tahu, tempe, dan bahan lain juga punya kadar air yang berbeda sehingga hasil penggorengannya tidak selalu sama.

Jadi, jangan langsung menambahkan minyak atau memperlama penggorengan sebelum melihat kondisi adonan. Kekentalan adonan perlu disesuaikan dengan jenis gorengan yang dibuat.

4. Gorengan Diangkat Sebelum Matang Optimal

Gorengan yang terlihat sudah berubah warna belum tentu sudah mencapai kondisi yang diinginkan. Kalau diangkat terlalu cepat, bagian dalam masih bisa menyimpan cukup banyak kelembapan dan lapisan luarnya belum terbentuk secara optimal.

Namun, menggoreng terlalu lama juga bukan solusi. Bagian luar bisa terlalu gelap atau kering sementara bagian dalam justru kehilangan tekstur yang diinginkan.

Jadikan warna, tekstur, dan kondisi bahan sebagai pertimbangan bersama. Setiap jenis gorengan juga membutuhkan perlakuan yang berbeda.

5. Cara Meniriskan Kurang Tepat

Meniriskan bukan cuma soal mengangkat gorengan dari minyak lalu menaruhnya di sembarang wadah. Kalau gorengan langsung ditumpuk, minyak dari satu potong bisa berpindah ke permukaan gorengan lain.

Gorengan yang ditaruh di permukaan datar tanpa ruang untuk minyak mengalir juga kurang ideal. Saringan atau rak bisa membantu memberikan ruang di bawah gorengan sehingga minyak yang masih berada di permukaan dapat menetes.

Kertas penyerap makanan juga bisa digunakan untuk membantu mengurangi minyak di permukaan. Namun, cara ini tidak berarti seluruh minyak yang tertahan pada gorengan akan hilang.

Ciri Gorengan Berminyak karena Proses Penggorengan

Supaya lebih mudah menemukan bagian yang perlu diperbaiki, perhatikan kondisi gorengan setelah diangkat.

Kondisi yang Terlihat Kemungkinan Penyebab Yang Perlu Dicek
Gorengan langsung terlihat sangat mengilap setelah diangkat Suhu minyak kurang stabil Kondisi minyak sebelum dan selama menggoreng.
Banyak gorengan dimasukkan bersamaan Suhu minyak bisa turun Jumlah bahan dalam satu batch.
Lapisan tepung terasa berat dan lembek Adonan terlalu basah atau belum matang optimal Kekentalan adonan dan proses penggorengan.
Gorengan sudah matang tetapi permukaannya tetap berminyak Minyak di permukaan belum banyak terlepas Posisi dan cara meniriskan.
Gorengan ditumpuk setelah diangkat Minyak bisa berpindah antargorengan Gunakan saringan atau beri jarak.

 

Tidak ada satu tanda yang bisa memastikan penyebabnya. Beberapa kondisi dapat terjadi bersamaan sehingga proses penggorengan perlu dilihat secara keseluruhan.

Jangan Cuma Mengandalkan Minyak Panas

Minyak yang terlalu dingin memang bisa membuat hasil gorengan kurang maksimal. Namun, menaikkan api setinggi mungkin juga bukan jawaban untuk semua masalah.

Minyak yang terlalu panas dapat membuat permukaan makanan cepat berubah warna sebelum bagian dalam matang. Selain itu, suhu minyak dapat turun lagi ketika bahan dimasukkan dalam jumlah banyak.

Jadi, yang perlu dijaga bukan sekadar minyak harus sangat panas, melainkan panasnya cukup dan relatif stabil selama proses menggoreng.

Langkah Sederhana agar Gorengan Tidak Terasa Terlalu Berminyak

Kalau hasil gorengan sering terasa terlalu berminyak, coba cek prosesnya dengan urutan berikut.

1. Panaskan minyak terlebih dahulu sebelum bahan dimasukkan.
2. Masukkan gorengan secukupnya agar wajan tidak terlalu penuh.
3. Perhatikan kekentalan adonan dan sesuaikan dengan jenis gorengan.
4. Beri waktu sampai lapisan luar terbentuk dan bahan matang dengan baik.
5. Angkat gorengan menggunakan alat peniris, lalu tempatkan pada saringan atau rak yang memiliki ruang di bawahnya.
6. Hindari menumpuk gorengan ketika masih sangat panas.
7. Jika perlu, gunakan kertas penyerap makanan untuk membantu mengurangi minyak di permukaan.

Bagan Alur Mengecek Penyebab Gorengan Berminyak

🍤
Gorengan terasa berminyak
🌡️
Cek suhu minyak
Kurang panas atau tidak stabil?
YA
Atur panas sebelum batch berikutnya
TIDAK
Lanjut cek jumlah gorengan
↘    ↓    ↙
🍳
Cek jumlah gorengan dalam wajan
Terlalu penuh?
YA
Kurangi jumlah per batch
TIDAK
Lanjut cek adonan
↘    ↓    ↙
🥣
Cek kondisi adonan
Terlalu encer?
YA
Sesuaikan dengan jenis gorengan
TIDAK
Lanjut cek kematangan
↘    ↓    ↙
⏱️
Cek tingkat kematangan
Belum matang optimal?
YA
Lanjutkan penggorengan secukupnya
SUDAH
Lanjutkan ke proses meniriskan
↘    ↓    ↙
🫙
Cek cara meniriskan
Terlalu bertumpuk?
YA
Gunakan saringan atau rak
TIDAK
Lanjutkan penyajian

 

Kenapa Gorengan Bisa Terasa Makin Berminyak Setelah Didinginkan?

Gorengan yang baru diangkat masih dalam kondisi panas dan masih mengeluarkan uap. Setelah suhunya turun, tekstur lapisan luarnya ikut berubah sehingga sensasi saat dimakan juga bisa berbeda.

Minyak yang berada di permukaan atau celah lapisan juga dapat membuat gorengan terasa lebih berminyak setelah beberapa saat. Jadi, kondisi gorengan sesaat setelah diangkat belum tentu sama dengan ketika sudah agak dingin.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh minyak yang terlihat setelah dingin berasal dari bagian dalam makanan.

Kalau Gorengan Sudah Terlanjur Berminyak, Apa yang Bisa Dilakukan?

Gorengan yang sudah terlanjur berminyak masih bisa ditangani tanpa harus langsung membuangnya.

1. Pindahkan gorengan dari tumpukan ke saringan atau rak.
2. Beri jarak antarpotongan supaya permukaannya tidak terlalu rapat.
3. Gunakan kertas penyerap makanan jika minyak di permukaan masih terlihat banyak.
4. Hindari menekan gorengan terlalu kuat agar lapisan luarnya tidak rusak.
5. Untuk batch berikutnya, periksa kembali suhu minyak dan jumlah bahan yang masuk ke wajan.

FAQ

1. Apakah jenis minyak goreng memengaruhi hasil gorengan?

Bisa. Setiap jenis minyak memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi hasil gorengan juga dipengaruhi suhu, bahan, dan teknik memasak sehingga tidak tepat menyebut satu jenis minyak selalu menghasilkan gorengan yang lebih kering.

2. Kenapa gorengan yang baru diangkat terasa renyah tetapi cepat melempem?

Setelah keluar dari minyak, gorengan masih panas dan mengeluarkan uap. Ketika uap tersebut memengaruhi lapisan luar, tekstur yang awalnya renyah dapat berubah menjadi lebih lunak.

3. Apakah menyimpan gorengan dalam wadah tertutup membuatnya lebih berminyak?

Wadah tertutup dapat membuat uap dari gorengan terperangkap. Kondisi tersebut lebih berkaitan dengan perubahan tekstur dan kelembapan, sehingga gorengan bisa terasa berbeda setelah disimpan.

4. Kenapa gorengan dari bahan yang sama bisa berbeda tingkat minyaknya?

Perbedaannya bisa muncul dari ukuran potongan, jumlah bahan dalam wajan, suhu minyak, kondisi adonan, sampai lama penggorengan. Jadi, menggunakan bahan yang sama belum tentu menghasilkan tingkat minyak yang sama.

5. Apakah minyak yang sudah digunakan beberapa kali membuat gorengan lebih berminyak?

Kondisi minyak yang sudah digunakan berulang kali dapat berubah, terutama jika banyak sisa bahan tertinggal atau minyak sudah mengalami penurunan kualitas. Karena itu, kualitas minyak juga perlu diperhatikan, bukan hanya suhu saat menggoreng.

 

(brl/tin)

Video

Selengkapnya
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas