Pakai cuka dan tisu, begini cara hilangkan kutu beras dengan instan tanpa ribet
Diperbarui 9 Apr 2026, 18:46 WIB
Diterbitkan 9 Apr 2026, 14:00 WIB

Brilio.net - Kutu beras sering muncul tanpa disadari dan bisa membuat persediaan beras di rumah jadi kurang layak konsumsi. Selain mengganggu, keberadaan kutu juga bisa menyebar dengan cepat jika tidak segera ditangani. Banyak orang langsung membuang beras yang sudah terlanjur berkutu, padahal masih bisa diselamatkan dengan cara sederhana.
Salah satu metode praktis yang bisa dicoba adalah menggunakan cuka dan tisu. Bahan ini mudah ditemukan di dapur dan tidak memerlukan bahan kimia tambahan. Aroma cuka yang tajam ternyata efektif untuk mengusir kutu beras tanpa merusak kualitas beras itu sendiri.
Cara ini cocok untuk kamu yang ingin solusi cepat, hemat, dan tetap aman digunakan di rumah. Dengan langkah yang tepat, kutu beras bisa keluar dengan sendirinya tanpa perlu repot memilah satu per satu.
Langkah-Langkah Menghilangkan Kutu Beras
1. Siapkan wadah penyimpanan beras yang bersih dan benar-benar kering agar tidak menimbulkan kelembapan yang bisa memperparah kondisi beras.
2. Pastikan wadah yang digunakan memiliki penutup rapat supaya proses pengusiran kutu bisa lebih efektif.
3. Ambil beberapa lembar tisu, bisa disesuaikan dengan ukuran wadah yang akan digunakan.
4. Teteskan atau tuangkan cuka secukupnya ke tisu hingga lembap, namun jangan sampai terlalu basah agar tidak menetes.

foto: Instagram/@ruma.haqiqi
5. Lap bagian dalam wadah penyimpanan beras secara merata menggunakan tisu tersebut, terutama di bagian sudut-sudut wadah yang sering jadi tempat kutu bersembunyi.

foto: Instagram/@ruma.haqiqi
6. Diamkan sebentar sekitar 1–2 menit agar aroma cuka menempel di dalam wadah.
7. Masukkan beras yang sudah berkutu ke dalam wadah secara perlahan.
8. Ratakan beras agar tidak terlalu padat sehingga kutu lebih mudah keluar.
9. Tutup wadah dengan rapat agar aroma cuka terperangkap di dalamnya.

foto: Instagram/@ruma.haqiqi
10. Diamkan selama beberapa jam, bisa sekitar 2–4 jam atau lebih untuk hasil maksimal.
Setelah didiamkan, kutu beras biasanya akan keluar dengan sendirinya karena tidak tahan dengan aroma cuka yang cukup menyengat. Untuk hasil yang lebih optimal, kamu bisa membuka wadah di tempat terang atau di bawah sinar matahari agar kutu lebih cepat keluar dari dalam beras.
FAQ
1. Apakah cuka aman untuk beras?
Ya, cuka tetap aman digunakan karena tidak dicampurkan langsung ke dalam beras. Cuka hanya digunakan untuk melap bagian dalam wadah sehingga aromanya saja yang berfungsi sebagai pengusir kutu. Selama penggunaannya tidak berlebihan dan wadah tidak basah, kualitas beras akan tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi.
2. Berapa lama harus didiamkan?
Umumnya, beras perlu didiamkan selama beberapa jam, sekitar 2–4 jam agar hasilnya optimal. Dalam waktu tersebut, kutu biasanya mulai keluar dari beras karena tidak tahan dengan aroma cuka. Jika jumlah kutu cukup banyak, kamu bisa mendiamkannya lebih lama atau mengulangi prosesnya agar hasilnya lebih maksimal.
3. Apakah cara ini menghilangkan semua kutu?
Metode ini cukup efektif untuk mengusir sebagian besar kutu beras, terutama yang masih aktif. Namun, dalam beberapa kasus, mungkin masih ada sisa kutu atau telur yang tertinggal. Karena itu, disarankan untuk mengulangi proses atau mengombinasikannya dengan cara lain seperti menjemur beras agar benar-benar bersih.
4. Apakah bau cuka akan menempel di beras?
Tidak perlu khawatir, bau cuka tidak akan menempel pada beras karena penggunaannya hanya pada wadah. Selain itu, aroma cuka juga akan berangsur hilang setelah wadah dibuka dan beras terkena udara. Jadi, beras tetap bisa digunakan seperti biasa tanpa memengaruhi rasa atau aroma saat dimasak.
5. Bisa pakai jenis cuka apa saja?
Ya, kamu bisa menggunakan berbagai jenis cuka yang tersedia di dapur, seperti cuka putih atau cuka dapur biasa. Yang terpenting adalah aroma asamnya cukup kuat untuk mengusir kutu. Hindari penggunaan cuka yang terlalu pekat secara berlebihan agar tidak menyisakan bau yang terlalu tajam di dalam wadah.
Penulis: Anggita Cahya Rosdiana
Bio: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang yang memiliki pengalaman dalam penulisan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan, serta aktif menulis artikel blog pribadi. Beberapa tulisan mengangkat topik kopi, seperti robusta dan arabika, sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, tertarik mengembangkan penulisan pada topik kuliner dan lifestyle, serta memiliki ketertarikan pada bidang komunikasi digital.
(brl/tin)RECOMMENDED ARTICLES
- Cara simpan santan di freezer yang benar agar tetap segar, gurih, dan siap pakai kapan saja
- Cara simpan stok daging buat kamu yang pakai kulkas 1 pintu agar tidak cepat rusak
- Cara mengawetkan petai untuk stok sambal goreng Lebaran, bebas bau dan tetap krenyes
- Beras karung tahan lama bebas kutu, tambah daun jeruk purut saja, ini caranya
- Stok takjil aman, cara simpan cincau hitam agar awet sebulan dan tidak kecut
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
Resep donat ubi yang manis tapi rendah gula berkat satu rempah ini, masaknya gampang banget
09 / 04 / 2026 15:00 WIB
Resep es dawet yang rendah gula tapi tetap manis legit, kuncinya ada di adonan dan pengganti santan
09 / 04 / 2026 19:00 WIB
Resep nugget ayam homemade, lebih sehat dan disukai anak-anak
09 / 04 / 2026 17:00 WIB
Resep sayur sop rumahan yang segar, gurih, dan mudah dibuat
09 / 04 / 2026 16:00 WIB
















