Brilio.net - Perubahan penampilan yang dialami Tike Priatnakusumah memang jadi pusat perhatian publik. Bagaimana tidak, selebriti yang dulu dikenal dengan tubuh berisi ini kini tampil lebih ramping. Ternyata, perubahan tubuhnya tersebut merupakan hasil dari jerih payahnya melakukan diet sejak 2014.

Melakukan diet secara konsisten, Tike Priatnakusumah lantas berhasil memangkas 30 kg dari berat badannya. Namun diet tersebut tidak hanya bertujuan untuk menurunkan berat badan, Tike menjalaninya agar mendapat tubuh yang jauh lebih sehat. Selain olahraga, ia juga menunjang usahanya dengan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat.

Pemeran sinetron Dunia Terbalik ini sering membagikan proses diet tersebut melalui Instagram pribadinya. Dia juga bercerita tentang makanan apa saja yang dikonsumsi, mulai dari lauk berprotein dan buah-buahan. Ada juga makan-makanan yang cenderung dihindari demi melancarkan penurunan berat badannya secara sehat.

INFOGRAFIS MAKANAN DIHINDARI PRIATNAKUSUMAH
© 2022 brilio.net/Jayadi Priyanto

Penasaran dengan makanan apa saja yang dihindari Tike Priatnakusumah selama diet? Dilansir BrilioFood dari Instagram/@tikeprie pada Jumat (25/3), berikut ulasan lengkapnya.

1. Minyak.

foto: Instagram/@tikeprie

Tike mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengonsumsi makanan berminyak. Dia juga menghindari penggunaan minyak dalam setiap menu makannya. Sebagai gantinya, Tike menggunakan air untuk masakan tumisannya.

Dilansir dari fivesec.co, satu sendok minyak makan minyak mengandung 120 kalori dan 14% kalori tersebut berasal dari lemak jenuh. Lemak jenis ini berpotensi meningkatkan berat badan dan risiko penyakit.

2. Gula.

foto: pexels.com

Sering mengonsumsi makanan yang dibuat sendiri di rumah, Tike pun mengatur penggunaan gula dalam setiap masakan dengan cara menguranginya. Namun Tike benar-benar memangkas konsumsi gula pada minuman.

Alhasil dia sudah tidak lagi mengonsumsi minuman manis. Dilansir dari healthline.com, gula termasuk makanan olahan yang menjadi salah satu penyebab kenaikan berat badan hingga obesitas.

3. Tepung.

foto: Instagram/@tikeprie

Jenis makanan lain yang turut dihindari Tike adalah tepung. Makanan ini memang banyak dihindari dalam proses diet lantaran bisa menyebabkan penambahan berat badan. Seperti dilansir dari healthfully.com, biji-bijian olahan seperti tepung cenderung bisa meningkatkan lemak perut.

"Ngatur makan neng, yang don'tnya tepung, minyak sama gula dalam minuman," jelasnya di Instagram stories.

4. Garam.

foto: Instagram/@tikeprie

Setiap memasak, Tike juga membatasi penggunaan garam. Dia menekankan untuk menambahkan garam dalam batas secukupnya pada makanan. Mengonsumsi garam secara berlebihan bisa membuat berat badan naik. Dilansir dari webmd.com, garam bersifat menahan air dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan berat badan justru bertambah.

"Garam sama gula boleh dalam makanan secukupnya," ungkap Tike Priatnakusumah.

5. Mi.

foto: pexels.com

Sebagai makanan yang terbuat dari tepung, mi masuk dalam daftar makanan yang dihindari Tike Priatnakusumah. Dengan kandungan lemak dan kalori yang tinggi, tak heran jika mi dihindari karena dapat memengaruhi berat badan. Dilansir dari food.ndtv.com, kalori dalam satu bungkus mi bisa mencapai 400 kalori. Dan jumlah ini bisa bertambah jika mengonsumsi mi instan yang juga tinggi natrium.

6. Kue manis dan bolu.

foto: pexels.com

Selama menjalani program diet tersebut, Tike tidak mengonsumsi berbagai jenis kue dan bolu. Jenis makanan ini memang umumnya terbuat dari tepung dan mengandung gula yang cukup tinggi. Bolu dikemas sebagai makanan yang tinggi kandungan lemak, kalori, dan gula. Dilansir dari livehealthy.chron.com, kandungan tersebut berkontribusi dalam penambahan berat badan seseorang.

7. Roti tawar putih.

foto: Instagram/@tikeprie

Dibandingkan mengonsumsi roti putih, Tike biasa memilih roti gandum sebagai menu makan atau camilannya. Roti gandum bisa jadi sumber karbohidrat yang kaya akan serat dibandingkan roti tawar putih. Dilansir dari healthline.com, roti putih biasa dibuat dari tepung halus dengan gula tambahan. Hal ini tentu dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan meningkatkan kadar gula dalam darah.