Brilio.net - Merebus daging sapi atau kambing sampai empuk sering kali dianggap membutuhkan waktu lama dan boros gas, terutama jika kamu tidak memiliki panci presto (pressure cooker) di rumah. Banyak orang keliru dengan merebus daging menggunakan api besar secara terus-menerus. Bukannya empuk, cara ini justru membuat kuah menyusut drastis, kandungan gizi hilang, dan serat daging menjadi makin keras atau alot.

Bagi kamu yang ingin menghemat pengeluaran gas namun tetap mendapatkan tekstur daging yang juicy dan lembut, ada trik sederhana yang bisa dicoba: teknik dua kali rebus.

Teknik yang populer di kalangan home chef (salah satunya dibagikan oleh kanal YouTube @faathimaza) ini memanfaatkan prinsip akumulasi panas pasif. Energi panas yang terperangkap di dalam panci saat kompor mati justru efektif melunakkan jaringan ikat (connective tissue) pada daging secara perlahan tanpa merusak teksturnya.

Langkah-Langkah Merebus Daging dengan Teknik Dua Kali Rebus

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ikuti panduan langkah demi langkah di bawah ini, dilansir BrilioFood dari YouTube @faathimaza.

1. Persiapan dan Pemotongan Daging

cara merebus daging agar empuk
© 2026 /YouTube @faathimaza

Potong daging berlawanan arah serat dengan ukuran sedang (tidak terlalu tebal). Memotong searah serat akan membuat daging tetap terasa kenyal dan sulit dikunyah.

Siapkan panci dan isi dengan air secukupnya hingga seluruh permukaan daging dapat terendam sempurna (submerged).

2. Perebusan Tahap Pertama (10-15 Menit)

cara merebus daging agar empuk
© 2026 /YouTube @faathimaza

Didihkan air terlebih dahulu. Jangan memasukkan daging saat air masih dingin karena dapat membuat sari daging (juice) keluar dan hilang.

Masukkan daging ke dalam air yang sudah mendidih, lalu rebus selama 10 hingga 15 menit menggunakan api sedang.

3. Proses Akumulasi Panas (Metode Diam 30 Menit)

Setelah waktu perebusan pertama selesai, langsung matikan kompor.

Penting: Tutup panci rapat-rapat. Jangan sesekali membuka tutup panci selama proses ini agar uap dan suhu panas tidak keluar.

Diamkan selama 30 menit. Di fase inilah proses pelunakan serat daging terjadi secara alami tanpa menggunakan gas.

4. Perebusan Tahap Kedua

cara merebus daging agar empuk
© 2026 /YouTube @faathimaza

Nyalakan kembali kompor menggunakan api sedang.

Rebus kembali daging selama 15–20 menit atau hingga mencapai tingkat keempukan yang diinginkan (sesuaikan dengan jenis potongan daging).

5. Pengolahan Lanjutan

cara merebus daging agar empuk
© 2026 /YouTube @faathimaza

Setelah teksturnya dirasa pas, angkat daging. Air kaldu sisa rebusan yang kaya rasa ini bisa kamu manfaatkan sebagai bahan dasar sup, semur, rendang, soto, atau rawon.

Tips Tambahan Agar Daging Cepat Empuk dan Bebas Bau

- Gunakan Api Sedang: Api yang terlalu besar membuat bagian luar daging cepat matang dan mengeras sebelum bagian dalamnya melunak.

- Gunakan Tutup Panci yang Pas: Pastikan tidak ada celah udara pada tutup panci Anda. Jika perlu, beri sedikit beban di atas tutup panci.

- Tambahkan Aromatik: Masukkan memaran jahe, daun salam, serai, atau lengkuas pada rebusan pertama untuk menghilangkan bau prengus sekaligus menambah kelezatan.

- Jangan Tambahkan Garam di Awal: Memasukkan garam sejak awal rebusan dapat mengikat cairan daging dan membuatnya menjadi keras. Tambahkan garam saat daging sudah mulai empuk atau di akhir proses memasak.

FAQ

1. Mengapa teknik dua kali rebus bisa membuat daging lebih empuk?

Saat kompor dimatikan dan panci ditutup rapat, suhu di dalam panci tetap berada di titik yang cukup tinggi untuk mematangkan kolagen dalam daging menjadi gelatin. Proses perlahan ini melunakkan serat daging tanpa membuatnya hancur.

2. Apakah teknik ini benar-benar bisa menghemat gas?

Ya, sangat efektif. Dibandingkan merebus secara konstan selama 60 menit, teknik ini hanya menggunakan api kompor selama total 30 menit saja. kamu bisa menghemat penggunaan gas hingga 50%.

3. Berapa lama total waktu yang dibutuhkan?

Total waktu proses berkisar antara 45 hingga 60 menit (termasuk waktu mendiamkan daging saat kompor mati).

4. Apakah teknik ini bisa diterapkan untuk semua jenis daging?

Sangat bisa. Teknik ini paling direkomendasikan untuk bagian daging yang padat otot dan tinggi jaringan ikat, seperti daging sapi bagian paha, sengkel, gajih, maupun daging kambing.

5. Mengapa daging saya masih terasa alot setelah mengikuti cara ini?

Kemungkinan besar disebabkan oleh dua hal: ukuran potongan daging yang terlalu tebal, atau kamu sering membuka tutup panci saat proses mendiamkan daging, sehingga suhu panas di dalam panci turun drastis.

Penulis: Anggita Cahya Rosdiana

Bio: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang yang memiliki pengalaman dalam penulisan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan, serta aktif menulis artikel blog pribadi. Beberapa tulisan mengangkat topik kopi, seperti robusta dan arabika, sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, tertarik mengembangkan penulisan pada topik kuliner dan lifestyle, serta memiliki ketertarikan pada bidang komunikasi digital.