Santan instan sekarang jadi andalan di dapur karena praktis dan bikin masakan jadi lebih sedap. Tapi, masalahnya sering muncul kalau kita cuma pakai sedikit dan bingung harus dikemanakan sisanya. Kalau asal ditaruh, santan bisa cepat basi, berbau tidak sedap, atau tercemar bakteri. Padahal, kalau tahu triknya, sisa santan ini bisa tetap awet dan aman dipakai lagi.
Menyimpan santan dengan benar bukan cuma soal menjaga rasa agar tetap gurih, tapi juga soal keamanan pangan. Kesalahan penyimpanan bisa memicu pertumbuhan jamur dan mikroorganisme yang berbahaya bagi pencernaan. Nah, biar tidak ada lagi bahan makanan yang terbuang percuma, yuk simak panduan lengkap cara menyimpan sisa santan instan berikut ini, dikutip BrilioFood dari Liputan6, Senin (12/1).
1. Langkah Awal: Persiapan Sebelum Santan Disimpan
foto: Freepik/8photo
Sebelum memasukkan santan ke dalam pendingin, pastikan wadah yang digunakan sudah tepat. Pilihan terbaik adalah wadah kaca dengan tutup yang rapat (kedap udara). Kaca bersifat netral sehingga tidak akan mengubah rasa santan. Kalau tidak ada, wadah plastik berlabel food grade juga bisa dipakai, asalkan tutupnya benar-benar kencang.
Satu hal yang wajib diingat: Hindari menggunakan wadah logam karena bisa bereaksi dengan santan dan mengubah rasanya. Selain itu, pastikan wadah sudah disterilkan dengan air panas dan sabun. Mensterilkan wadah jauh lebih ampuh mematikan bibit jamur daripada hanya dicuci biasa. Jangan lupa pastikan tangan dan sendok yang dipakai dalam kondisi bersih total.
2. Teknik Simpan di Kulkas (Jangka Pendek)
Kalau rencananya santan akan dipakai lagi dalam waktu dekat, cukup simpan di kulkas biasa (chiller). Segera pindahkan sisa santan dari kemasan aslinya ke wadah kedap udara yang sudah bersih. Usahakan tidak banyak ruang udara yang tersisa di dalam wadah sebelum ditutup.
Simpanlah di bagian dalam rak kulkas, bukan di area pintu. Suhu di pintu kulkas sering berubah-ubah karena sering dibuka-tutup, padahal "suhu ideal untuk penyimpanan santan di kulkas adalah antara 2-4°C." Dengan cara ini, santan bisa bertahan sekitar 3 sampai 7 hari. Selalu cek aroma dan tampilan fisik sebelum mencampurkannya ke masakan.
3. Trik Bekukan di Freezer (Jangka Panjang)
Mau santan awet sampai sebulan? Freezer adalah solusinya. Kamu bisa menuangkan santan ke dalam cetakan es batu agar lebih mudah mengambil porsi yang dibutuhkan nanti. Jangan lupa beri label tanggal agar kamu tahu kapan batas waktu pakainya.
Saat membekukan, jangan isi wadah sampai terlalu penuh. Sisakan ruang sekitar 2-3 cm di bagian atas wadah karena santan akan mengembang saat membeku. Kalau ingin dipakai, cairkan santan secara perlahan di kulkas semalaman. Jika butuh cepat, gunakan teknik double boiler (tim) untuk mencairkan santan beku tanpa merusak tekstur lemaknya.
Mengenali Tanda Santan yang Sudah Rusak
Sangat penting untuk tahu kapan santan masih layak pakai dan kapan harus dibuang. Santan yang segar seharusnya punya aroma kelapa yang harum dan warna putih bersih. Jika sudah muncul bau asam, tengik, atau teksturnya menggumpal seperti keju, itu tandanya santan sudah basi.
Jangan memaksakan diri memakai santan yang sudah berubah warna menjadi kekuningan atau muncul bintik jamur. Mengonsumsi santan basi dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, demam, pusing, dan lemas. Selalu utamakan kesehatan keluarga dengan memastikan bahan makanan tetap higienis.