Brilio.net - Membilas spons cuci piring memakai air mengalir sesudah menggosok panci atau piring kotor sering kali dikira sudah menuntaskan masalah kebersihan. Padahal, guyuran air mengalir cuma sanggup menyapu kotoran kasar pada lapisan luar.

Sisa minyak membandel serta mikroba jahat tetap melekat erat jauh di dalam serat terdalam. Tampilan visual yang terlihat bersih sama sekali tidak menjamin spons aman dari kuman.

Spons cuci piring yang dibiarkan dalam kondisi tidak steril menyimpan ancaman serius bagi kesehatan seluruh penghuni rumah. Saat spons tercemar tersebut dipakai untuk membersihkan peralatan makan, kuman dapat berpindah secara cepat ke piring, gelas, sampai sendok.

Bakteri lalu masuk ke saluran pencernaan saat makan. Situasi ini berisiko menimbulkan gangguan pencernaan, keracunan makanan, hingga infeksi usus.

Kenapa Spons Cuci Piring Bisa Jadi Sarang Bakteri?

Desain berpori pada spons memang sangat efektif menyerap air dan sabun. Sayangnya, sifat penyerap ini membuat spons berubah menjadi sarang yang sangat nyaman untuk pembiakan bakteri. Ada beberapa pemicu utama yang membuat spons menjelma sebagai tempat tinggal favorit kuman.

Faktor PemicuPenjelasan
Kelembapan TinggiSpons yang kerap ditaruh begitu saja dalam kondisi basah di sudut bak cuci piring menciptakan lingkungan lembap. Keadaan lembap ini sangat disukai mikroba untuk berkembang biak.
Penumpukan Sisa MakananSerpihan lemak, protein, dan remahan sisa makanan gampang tersangkut di pori-pori spons. Penumpukan sisa makanan tersebut menjadi bahan makanan utama bagi kuman.
Suhu Ruangan yang MendukungLingkungan dapur pada umumnya bersuhu hangat. Suhu hangat mempercepat proses pembelahan sel bakteri berbahaya, seperti Escherichia coli serta Salmonella.

Bagaimana Trik Mencuci Spons yang Membunuh Kuman?

foto: Gemini

Pembersihan spons memerlukan teknik yang pas agar kuman benar-benar mati dan serat spons tidak cepat rusak.

Beberapa cara alami ini bisa langsung dicoba:

1. Mencuci dengan Air Panas dan Sabun Anti-Bakteri.

Spons digosok menggunakan sabun anti-bakteri sampai berbusa melimpah, setelah itu dibilas dengan air mendidih. Suhu tinggi sanggup merusak dinding sel kuman pada serat spons.

2. Memanfaatkan Jeruk Nipis.

Kandungan asam sitrat alami di dalam jeruk nipis terbukti ampuh melarutkan lemak membandel sekaligus mengusir aroma amis. Cukup peras air jeruk nipis di atas spons basah, biarkan selama sepuluh menit, lalu bilas menggunakan air bersih.

Trik Lainnya untuk Membunuh Bakteri

Selain mengandalkan air panas maupun perasan jeruk nipis, ada beberapa opsi pembersihan lain yang sanggup melibas bakteri sampai tuntas:

1. Metode Microwave: Basahi spons hingga benar-benar basah kuyup, lalu panaskan di microwave menggunakan daya tinggi selama satu sampai dua menit. Uap panas yang keluar bakal membasmi kuman sampai ke bagian serat terdalam.

2. Merendam dalam Larutan Cuka: Siapkan cuka putih dan air dengan takaran berbanding sama di dalam wadah, lalu rendam spons selama lima hingga sepuluh menit. Asam asetat pada cuka sangat efektif mematikan mikroba dan merusak struktur sel kuman.

3. Perendaman Cairan Pemutih: Larutkan satu sendok teh cairan pemutih pakaian ke dalam satu liter air hangat. Rendam spons selama lima menit, kemudian bilas memakai air bersih mengalir sampai aroma pemutih benar-benar sirna.

5 FAQ Tentang Spons Cuci Piring

1. Seberapa sering spons cuci piring harus diganti?
Jawab: Secara ideal, spons cuci piring diganti setiap dua hingga empat minggu sekali, bergantung pada tingkat penggunaan. Spons wajib segera diganti jika sudah memunculkan bau, terasa licin saat dipegang, atau serat fisiknya mulai rusak.

2. Apakah spons yang berbau apek harus langsung dibuang?
Jawab: Aroma apek merupakan pertanda penumpukan bakteri dan jamur di dalam serat spons. Apabila bau tidak kunjung hilang walau sudah dicuci dengan air panas atau larutan cuka, spons tersebut sebaiknya langsung dibuang karena sudah terkontaminasi berat.

3. Bolehkah memanaskan spons kering di dalam microwave?
Jawab: Sama sekali tidak boleh. Memanaskan spons dalam keadaan kering sangat berbahaya karena bisa menimbulkan percikan api dan memicu kebakaran di dalam microwave. Spons harus dipastikan basah kuyup sebelum dipanaskan.

4. Manakah yang lebih baik, spons serat sintetis atau spons bahan alami?
Jawab: Spons dari bahan alami seperti selulosa biasanya lebih ramah lingkungan serta lebih cepat kering, sehingga risiko perkembangbiakan bakteri menjadi lebih rendah. Kendati begitu, spons sintetis maupun bahan alami tetap memerlukan pembersihan berkala agar kebersihannya selalu terjaga.

5. Apakah merebus spons dalam air mendidih efektif membunuh seluruh bakteri?
Jawab: Merebus spons di dalam air mendidih selama tiga hingga lima menit sangat ampuh mematikan sebagian besar bakteri dan kuman patogen. Pastikan seluruh bagian spons terendam sempurna sewaktu direbus.