Brilio.net - Jengkol termasuk salah satu bahan makanan yang disukai banyak orang. Apalagi jika diolah dengan berbagai macam bumbu, jengkol bisa menghasilkan menu makan yang lezat. Tak hanya itu, teksturnya yang empuk juga bikin jengkol semakin menggugah selera.

Namun di balik kelezatan jengkol, ada aroma kurang sedap yang cukup mengganggu. Aroma ini berasal dari kandungan senyawa sulfur bernama djenkolic acid (asam jengkolat) yang terdapat pada jengkol. Saking nggak sedapnya, beberapa orang ada yang menganggap aroma jengkol ini seperti bau pesing yang menyengat.

Pada dasarnya, memang butuh proses pengolahan khusus saat hendak memasak jengkol. Biasanya sebagian orang akan merendam jengkol dalam air cucian beras selama semalaman. Lalu ada juga yang merebusnya bersama sejumlah rempah dan bubuk kopi. Selain membuat bau tak sedapnya hilang, proses pengolahan jengkol seperti itu dinilai dapat membuat teksturnya empuk.

Tapi meskipun cukup ampuh, kedua metode tersebut punya kekurangan, lho. Baik merendam atau merebus jengkol membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan bisa sampai berjam-jam untuk membuat tekstur jengkol semakin empuk.