Brilio.net - Aktor Nino Fernandez menunjukkan sisi humanisnya yang jauh dari kesan glamor saat berbelanja kebutuhan dapur di sebuah pasar tradisional. Alih-alih melakukan tawar-menawar yang identik dengan aktivitas di pasar, Nino justru memberikan uang lebih kepada para pedagang sebagai bentuk apresiasi atas layanan dan kualitas produk mereka.

Antusias Belanja Bahan Pokok dari Ayam hingga Gula Aren

Nino Fernandez belanja di pasar
foto: TikTok @ninofernandez__

Dalam kunjungannya ke pasar, Nino terlihat sangat detail dalam memilih bahan makanan. Saat membeli ayam kampung seharga Rp75.000, ia sempat bercanda mengenai tekstur ayam yang kuat sekaligus memuji kebersihan cara potong sang penjual.

“Kalau beli dua bisa 90 gak satunya? Oke, boleh deh minta dua ya. Empat bagian deh boleh deh. Udah jago banget ya motongnya ya? Kayak tiap hari deh. Bersih banget, rapi gitu,” celetuk Nino, dikutip BrilioFood dari TikTok @ninofernandez__, Selasa (27/1).

Nino Fernandez belanja di pasar
foto: TikTok @ninofernandez__

Tidak hanya itu, Nino juga berburu gula aren asli dan memastikan produk yang dibelinya benar-benar berasal dari pohon aren, bukan dari bahan lain.

“Oh bukan semangka ya?” kata Nino bercanda menimpali jawaban ibu-ibu pedagang saat menyatakan gula jualannya adalah gula aren

“Bukanlah. Kalau ini dari kelapa, ini,” balas si ibu.

Aktivitas belanjanya berlanjut ke stan sayuran, di mana ia membeli jagung manis dan daun kelor yang ditawarkan dengan harga paket khusus "member". Ia juga membeli bahan-bahan lain seperti ikan jambal roti, santan kelapa, hingga alpukat mentega dalam jumlah besar.

Nino Fernandez belanja di pasar
foto: TikTok @ninofernandez__

Membayar Lebih Sebagai Bentuk Apresiasi

Nino Fernandez belanja di pasar
foto: TikTok @ninofernandez__

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Nino enggan menerima harga standar atau harga diskon. Saat membeli ayam dengan total Rp140.000, ia justru menawarkan untuk membayar Rp150.000 menggunakan QR.

Begitu pula saat membeli kopi dengan total Rp145.000, ia memberikan Rp160.000 dan meminta penjual menyimpan kembaliannya.

Sikap serupa ia tunjukkan saat membeli alpukat mentega seharga Rp165.000 untuk tiga kilogram, namun ia mentransfer uang sebesar Rp170.000 karena merasa pedagangnya sangat baik dalam melayani. Bagi Nino, memberikan uang lebih adalah caranya menghargai kerja keras para pedagang lokal.

Beli Peralatan Masak

Nino Fernandez belanja di pasar
foto: TikTok @ninofernandez__

Nino bukan hanya belanja bahan makanan. Ia juga membeli beberapa alat masak seperti parutan pengocok kue. Meski sempat mengeluh kepanasan tapi ia tetap semangat belanja sambil menenteng kantong belanjaan di kedua pundaknya.

FAQ Belanja di Pasar Tradisional

1. Apa perbedaan utama antara ayam kampung dan ayam broiler yang dibeli Nino?

Ayam kampung umumnya memiliki tekstur daging yang lebih padat dan kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan ayam broiler, sehingga sering dianggap lebih sehat untuk dikonsumsi.

2. Bagaimana cara menyimpan santan agar tahan lama seperti saran pedagang kepada Nino?

Santan segar dapat bertahan hingga berminggu-minggu jika disimpan di dalam freezer. Jika hanya diletakkan di kulkas biasa (chiller), daya tahannya jauh lebih singkat.

3. Mengapa kopi yang dibeli Nino perlu melalui proses grind super halus?

Tingkat kehalusan gilingan (grind size) sangat menentukan metode penyeduhan; gilingan super halus biasanya digunakan untuk membuat kopi tubruk atau espresso agar ekstraksi rasa lebih maksimal.

4. Apa itu jagung GMO yang sempat ditanyakan Nino saat belanja?

GMO (Genetically Modified Organism) adalah produk yang genetikanya telah dimodifikasi di laboratorium untuk mendapatkan sifat tertentu, seperti tahan hama atau ukuran lebih besar, berbeda dengan jagung natural yang tumbuh secara alami.

5. Apa keunggulan menggunakan QRIS saat belanja di pasar tradisional?

Selain lebih higienis karena meminimalisir kontak fisik, QRIS membantu pembeli membayar dengan nominal yang presisi tanpa repot memikirkan uang kembalian, sekaligus membantu pembukuan digital bagi pedagang kecil.